Selular.ID – Siapa yang tak kenal dengan Simpati? Sebagai merek kartu prabayar pertama di Indonesia, popularitasnya melebihi merek-merek kartu prabayar pesaing.
Bahkan bagi sebagian masyarakat Indonesia, Simpati bisa jadi lebih dikenal ketimbang Telkomsel sebagai perusahaan yang menaunginya.
Sejak kali pertama diperkenalkan Telkomsel pada Juli 1997, Simpati menjelma menjadi primadona dan terus menjadi top of mind di benak konsumen. Meski teknologi selular terus berganti, dari 2G, 3G, 4G, hingga sekarang telah menjejak 5G.
Dengan brand awareness yang sangat kuat, terutama karena nilai lebih yang ditawarkan kepada pelanggan, Simpati sukses mengatrol posisi Telkomsel menjadi operator terbesar di Indonesia yang mampu dipertahankan hingga kini.

Sebagai produk utama dengan basis pelanggan lebih dari 140 juta, menjadikan Simpati penyumbang pendapatan terbesar bagi Telkomsel.
Kekuatan merek ini didukung oleh karakteristik produk yang kuat dan loyalitas pelanggan yang tinggi sejak dirilis pada 1997
Namun, seiring dengan pengenalan logo baru, pada akhir Juni 2021, Telkomsel memilih untuk mengakhiri kiprah Simpati.
Alasan penyederhanaan produk imbas booming layanan data dan internet, dari sebelumnya basic service (voice dan SMS), membuat Simpati dianggap tidak lagi relevan dengan kebutuhan pelanggan saat ini.
Karena rentetan perubahan itu, Telkomsel memilih untuk “menyuntik mati” Simpati. Bersama dengan dua produk prabayar lainnya (Kartu AS dan Loop), Simpati akhirnya dilebur menjadi Telkomsel Prabayar.
Kartu Halo yang merupakan produk pasca bayar juga berganti rupa menjadi Telkomsel Halo. Di sisi lain, Telkomsel tetap mempertahankan by:U yang merupakan digital provider pertama di Indonesia.
Lebih dari dua dekade kemudian setelah kemunculannya, Simpati akhirnya bernasib seperti merek-merek prabayar operator lain yang juga sudah menghilang dari peredaran.
Sebut saja Mentari (Satelindo), TelkomFlexi (Telkom), Esia (Bakrie Telecom), StarOne (Indosat), Jempol dan Bebas (XL Axiata), Axis (Saudi Telecom), Hepi dan Fren (Mobile 8).
Baca Juga:
- Telkomsel Siaga RAFI 2026, Optimalkan Jaringan dan Layanan
- Perang BTS 5G: Segini Jumlah Menara Milik Telkomsel, Indosat dan XLSmart
Dalam perjalanannya, seperti halnya Axis dan Fren yang tetap dipertahankan oleh XL Axiata dan Smartfren, Simpati akhirnya juga dilahirkan kembali, karena dinilai masih memiliki brand equity yang kuat di mata konsumen.
Seperti kita ketahui, Telkomsel resmi meluncurkan kembali merek prabayar legendaris, Simpati pada 26 Mei 2025 sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-30.
Kemunculan kembali Simpati, tentu sejalan dengan upaya Telkomsel dalam strategi penguatan brand. Operator selular terbesar di Indonesia itu, berupaya menyatukan kembali prabayar di bawah satu nama legendaris untuk mempermudah identifikasi produk.
Simpati kembali hadir dengan evolusi digital #TerbaikUntukmu, menawarkan 24 benefit digital baru dan menggantikan merek Telkomsel Prabayar yang ada sejak Juni 2021 untuk mengintegrasikan layanan.
Tak tanggung-tanggung, dalam menghidupkan kembali Simpati, Telkomsel menggandeng vokalis Sheila on 7, Duta (Akhdiyat Duta Modjo) sebagai brand ambassador.
Sebagai bagian dari rangkaian kampanye “Duta Simpati” , Telkomsel menggelar sejumlah program, seperti “Nonton Pasti SIMPATI”.
Program ini menawarkan paket data jumbo, termasuk Surprise Deal 12.12 (70GB seharga Rp150 ribu) dan kuota nonton, yang dirancang untuk pengguna setia sejak era 2000-an.
Keseluruhan program ditawarkan dalam paket dan benefit yang disesuaikan dengan kebutuhan digital saat ini, seperti streaming, gaming, dan traveling.

Menurut VP Consumer Business Strategy Telkomsel Endra Diputra, hadirnya kembali Simpati ke tengah-tengah masyarakat, memperkuat posisi Simpati sebagai brand legendaris yang terus relevan dengan kebutuhan gaya hidup digital pelanggan.
“Dalam konteks branding, meski sempat dimatikan, pelanggan masih terus ingat dengan Simpati. Hal ini menunjukkan ikatan emosional yang sangat kuat. Sehingga ketika Telkomsel menghidupkan kembali produk Simpati, itu adalah keputusan yang sangat tepat”, ujar Endra Diputra, kepada Selular di sela-sela jumpa pers program Telkomsel Siaga Ramadan dan Idul Fitri 2026 di Jakarta (25/2).
Selain berperan dalam memperkuat branding, Endra menambahkan, kontribusi Simpati sejak dihadirkan kembali terlihat dalam lonjakan jumlah customer base. Sehingga pada gilirannya membuat ARPU (Average Revenue Per User) Telkomsel juga juga semakin baik.
Tak heran jika dalam program “Siaga Ramadan dan Idul Fitri 2026”, Telkomsel menjadikan momen tersebut sebagai kebangkitan kembali Simpati.
Berbagai paket spesial Simpati dihadirkan seperti, seperti Seru Sahur & Seru Ngabuburit (Kuota 8GB + 80 menit nelpon sesama + akses aplikasi religi/streaming seharga Rp8.000).
Juga ada program Seru Mudik & Seru Nonton (Paket hiburan dan konektivitas selama perjalanan), dan Surprise Deal (Promo khusus yang hadir selama periode Ramadan).



