Selular.ID – Xiaomi menghadirkan sejumlah pilihan smartphone dengan fitur Near Field Communication (NFC) di segmen harga Rp1 jutaan hingga Rp3 jutaan.
Fitur NFC kini semakin banyak dicari pengguna karena mendukung berbagai kebutuhan digital seperti transaksi nontunai, pengecekan dan pengisian kartu uang elektronik, hingga proses pairing perangkat secara cepat.
Di pasar Indonesia, fitur NFC semakin relevan karena integrasinya dengan sistem pembayaran digital dan transportasi publik yang menggunakan kartu elektronik.
Hal ini membuat smartphone dengan dukungan NFC di harga terjangkau menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin memanfaatkan ekosistem pembayaran digital tanpa harus membeli perangkat flagship.
Berikut Rekomndasi Hp Xiaomi dengan fitur NFC harga mulai Rp1 hingga Rp3 jutaan
Redmi 15C, RAM6/128 GB
Rp1.800.000
Redmi 15C menjadi model dengan harga paling terjangkau dalam daftar ini. Perangkat ini hadir dengan konfigurasi RAM 6GB dan penyimpanan internal 128GB serta dipasarkan di kisaran Rp1.800.000.
Smartphone ini menggunakan layar berukuran sekitar 6,7 inci dengan resolusi HD+ yang dirancang untuk konsumsi konten harian seperti media sosial, streaming video, dan browsing internet.
Redmi 15C ditenagai prosesor Octa-Core yang powerful, mampu menjalankan berbagai aplikasi dengan lancar tanpa lag.
Dukungan RAM Expansion hingga 16GB memastikan multitasking berjalan optimal, bahkan dengan banyak aplikasi terbuka secara bersamaan.
Spesifikasi ini menjadikan Redmi 15C sebagai ponsel yang siap menemani aktivitas nonstop penggunanya.
Perangkat ini juga didukung baterai berkapasitas besar di kisaran 5.000 mAh, yang menjadi standar pada banyak smartphone Xiaomi di kelas harga terjangkau.
Kapasitas baterai tersebut memungkinkan penggunaan perangkat sepanjang hari untuk aktivitas dasar tanpa perlu sering melakukan pengisian ulang.
Redmi 15, RAM8/128GB
Rp2.000.000
Di kelas berikutnya, Redmi 15 hadir dengan konfigurasi RAM 8GB dan penyimpanan 128GB serta dipasarkan sekitar Rp2.000.000. Peningkatan kapasitas RAM membuat perangkat ini lebih
Pada sektor dapur pacu, Redmi 15 menggunakan chipset kelas entry-level Snapdragon 685.
Chipset ini menjanjikan performa yang stabil dan responsif untuk multitasking sehari-hari, seperti berpindah antar-aplikasi produktivitas, membuka banyak tab browser, atau mengedit konten dasar tanpa mengalami lag yang berarti.
Redmi 15 juga membawa layar berukuran besar dengan panel yang dirancang untuk menampilkan konten visual secara lebih nyaman.
Selain itu, Xiaomi tetap mempertahankan baterai berkapasitas besar untuk mendukung aktivitas pengguna yang semakin bergantung pada smartphone sepanjang hari.
Redmi Note 15, RAM8/256GB
Rp3.000.000
Redmi Note 15 berada pada segmen yang lebih tinggi dengan konfigurasi RAM 8GB dan penyimpanan 256GB, yang dipasarkan sekitar Rp3.000.000.
Seri Redmi Note selama ini dikenal membawa peningkatan pada sektor performa, layar, dan kamera dibandingkan seri Redmi reguler.
Redmi Note 15 didukung dengan chipset MediaTek Helio G100-Ultra, Pada perangkat ini, Xiaomi menghadirkan layar berukuran sekitar 6,6 hingga 6,7 inci dengan resolusi lebih tinggi yang dirancang untuk pengalaman visual yang lebih tajam.
Penyimpanan internal 256GB memberikan ruang lebih besar bagi pengguna yang menyimpan banyak f Kapasitas baterai dan teknologi pengisian dayanya juga berbeda.
Redmi Note 15 membawa baterai berkapasitas besar 6.000 mAh yang didukung pengisian cepat 33 watt.ile multimedia atau aplikasi berukuran besar.
Redmi Note 15 5G, RAM8/256GB
Rp3.700.000
Model dengan spesifikasi paling tinggi dalam daftar tersebut adalah Redmi Note 15 5G.
Smartphone ini hadir dengan konfigurasi RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB, serta dukungan jaringan 5G yang memungkinkan koneksi data lebih cepat dibandingkan jaringan 4G. Perangkat ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp3.700.000.
Dukungan jaringan 5G menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan smartphone generasi terbaru.
Baca Juga:Daftar HP Xiaomi yang Diskon Selama Ramadhan 2026
Teknologi ini menawarkan kecepatan transfer data yang lebih tinggi, latensi lebih rendah, serta kemampuan jaringan yang lebih stabil untuk berbagai aplikasi digital seperti streaming video resolusi tinggi, gaming online, hingga layanan berbasis cloud.



