Thursday, 19 March 2026
Selular.ID -

Red Hat dan NVIDIA Luncurkan Platform AI Factory Enterprise

BACA JUGA

Selular.ID – Red Hat bersama NVIDIA mengumumkan peluncuran Red Hat AI Factory with NVIDIA pada 17 Maret 2026, sebuah platform software hasil engineering bersama yang dirancang untuk mempercepat implementasi kecerdasan buatan (AI) skala besar di lingkungan produksi enterprise.

Solusi ini menggabungkan Red Hat AI Enterprise dan NVIDIA AI Enterprise untuk menghadirkan fondasi terpadu dalam membangun, mengimplementasikan, dan menskalakan aplikasi AI secara end-to-end.

Peluncuran ini mencerminkan penguatan kolaborasi kedua perusahaan dalam menjawab kebutuhan enterprise yang semakin beralih dari tahap eksperimen menuju implementasi AI berskala industri.

Chris Wright, Chief Technology Officer dan Senior Vice President Global Engineering Red Hat, menyatakan bahwa transisi menuju AI produksi membutuhkan perubahan mendasar dalam pengelolaan AI stack.

Ia menegaskan bahwa platform ini dirancang untuk mempercepat adopsi AI sekaligus memberikan kontrol yang lebih besar bagi organisasi terhadap strategi dan skalabilitas implementasi mereka.

Dari sisi mitra teknologi, Justin Boitano, Vice President Enterprise AI Platforms NVIDIA, menjelaskan bahwa perusahaan kini membangun AI factory yang mampu mengubah data menjadi kecerdasan dalam skala besar, khususnya pada tahap inference.

Hal ini menuntut infrastruktur dan software yang siap produksi serta mampu berjalan di lingkungan hybrid cloud.

 

Red Hat AI Factory with NVIDIA dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan platform yang berjalan di atas infrastruktur komputasi terakselerasi berbasis GPU NVIDIA.

Platform ini dioptimalkan untuk mendukung performa tinggi dalam menjalankan model AI, termasuk pada tahap inference—yakni proses penggunaan model AI yang telah dilatih untuk menghasilkan output secara real-time.

Solusi ini juga didukung oleh ekosistem infrastruktur dari sejumlah produsen global seperti Cisco, Dell Technologies, Lenovo, dan Supermicro.

Dukungan ini memungkinkan organisasi menjalankan AI dengan pendekatan yang serupa dengan pengelolaan beban kerja IT enterprise lainnya, baik dari sisi operasional maupun prediktabilitas performa.

Platform ini dirancang untuk berjalan lintas lingkungan, mulai dari pusat data on-premises, cloud publik, hingga edge computing.

Kemampuan tersebut penting mengingat banyak organisasi kini mengadopsi arsitektur hybrid cloud untuk menjaga fleksibilitas sekaligus kontrol terhadap data dan aplikasi.

Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat mempertahankan konsistensi operasional di berbagai lokasi infrastruktur.

Secara fungsional, Red Hat AI Factory with NVIDIA menyediakan sejumlah kapabilitas utama.

Di antaranya adalah kemampuan inference berperforma tinggi, penyesuaian dan kustomisasi model AI, serta pengelolaan agen AI yang semakin relevan dalam konteks agentic AI—yakni sistem AI yang mampu mengambil keputusan dan menjalankan tugas secara otonom berbasis tujuan tertentu.

Platform ini juga menawarkan percepatan time-to-value melalui integrasi model yang telah dikonfigurasi sebelumnya, seperti IBM Granite, NVIDIA Nemotron, dan NVIDIA Cosmos yang tersedia dalam bentuk microservices NVIDIA NIM.

Selain itu, organisasi dapat menyelaraskan model dengan data internal menggunakan NVIDIA NeMo untuk mengurangi kompleksitas dan biaya proses tuning.

Dari sisi efisiensi, solusi ini memanfaatkan kombinasi teknologi seperti vLLM, NVIDIA TensorRT-LLM, dan NVIDIA Dynamo untuk mengoptimalkan performa inference sekaligus menekan total cost of ownership (TCO).

Pendekatan ini memungkinkan pemanfaatan GPU yang lebih maksimal melalui orkestrasi cerdas, termasuk fitur checkpointing otomatis untuk menjaga keberlanjutan proses komputasi yang berjalan lama.

Keamanan juga menjadi fokus utama. Platform ini dibangun di atas fondasi Red Hat Enterprise Linux yang telah dikenal stabil dan aman, dilengkapi dengan microservices NVIDIA DOCA untuk mendukung arsitektur zero-trust.

Pendekatan ini memungkinkan perlindungan menyeluruh terhadap beban kerja AI, termasuk verifikasi berkelanjutan dan isolasi sistem.

 

Dalam konteks pasar, Red Hat menyebutkan bahwa belanja enterprise untuk AI diproyeksikan melampaui US$1 triliun pada 2029, didorong oleh adopsi agentic AI dan kebutuhan infrastruktur inference yang semakin tinggi.

Kondisi ini mendorong organisasi untuk mengadopsi platform yang mampu mengintegrasikan pengelolaan infrastruktur tradisional dengan AI stack yang terus berkembang.

Dukungan dari mitra seperti Cisco juga memperkuat posisi platform ini dalam ekosistem enterprise.

Jeremy Foster, Senior Vice President dan General Manager Cisco Compute, menyatakan bahwa kolaborasi ini membantu organisasi beralih dari eksperimen menuju implementasi AI yang aman dan terukur di berbagai lingkungan terdistribusi.

Red Hat AI Factory with NVIDIA saat ini telah tersedia secara global dan ditujukan untuk membantu organisasi mempercepat transformasi digital berbasis AI dengan pendekatan yang lebih terstruktur, terukur, dan terintegrasi di seluruh lapisan infrastruktur.

Baca Juga: Red Hat Soroti Transformasi Telco dan Cloud di Indonesia

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU