Sunday, 8 March 2026
Selular.ID -

Ramalan Infobip 2030: AI Bakal Saling Bernegosiasi Tanpa Campur Tangan Manusia

BACA JUGA

Selular.id – Platform komunikasi cloud global, Infobip, baru saja menandai tonggak sejarah dua dekade perjalanannya di industri teknologi dengan mengumumkan visi baru yang ambisius.

Perusahaan yang kini memproses lebih dari 700 miliar pesan setiap tahunnya ini memproyeksikan pergeseran besar dalam interaksi antara merek dan konsumen, yakni transisi dari penggunaan Generative AI (GenAI) menuju Agentic AI yang lebih mandiri.

Langkah ini menandai evolusi panjang sejak pengiriman satu SMS pertama dari sebuah kota kecil di pesisir Adriatik, Kroasia, hingga menjadi raksasa komunikasi yang mendukung ribuan bisnis di seluruh dunia.

CEO Infobip, Silvio Kutić, menekankan bahwa cara manusia berkomunikasi dengan sebuah merek terus mengalami transformasi, di mana pendekatan komunikasi kini harus lebih holistik dan interaktif.

Kukuh Prayogi, Enterprise Business Director Infobip Indonesia, mengungkapkan bahwa ekspektasi konsumen telah berubah drastis selama sepuluh tahun terakhir di tanah air.

Jika dulu personalisasi hanya sebatas rekomendasi produk, kini pelanggan mengharapkan solusi end-to-end, seperti asisten digital yang mampu mencarikan produk sekaligus memasukkannya ke dalam keranjang belanja secara otomatis.

Transformasi dari Menjawab ke Bertindak

Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia menjadi salah satu pasar dengan adopsi GenAI yang sangat masif. Berdasarkan laporan Messaging Trends 2025, sekitar 50% adopsi kecerdasan buatan di Indonesia didorong oleh GenAI untuk kebutuhan engagement merek. Namun, Infobip melihat bahwa GenAI barulah langkah awal.

Perbedaan mendasar antara GenAI dan Agentic AI terletak pada fungsinya. Jika GenAI berfungsi sebagai asisten yang “menjawab” pertanyaan atau menyesuaikan konten pesan berdasarkan minat pelanggan, Agentic AI berperan sebagai agen yang benar-benar “bertindak” secara independen untuk menyelesaikan masalah.

Teknologi ini memungkinkan AI merespons perilaku pelanggan secara real-time melalui saluran populer seperti WhatsApp.

Dampak Nyata di Sektor Telekomunikasi dan Keuangan

Implementasi Agentic AI ini diprediksi akan menjawab tantangan spesifik di berbagai industri krusial di Indonesia. Di sektor telekomunikasi, teknologi ini mampu membantu perusahaan mengelola jaringan 5G yang kompleks secara mandiri di tengah pasar yang mulai jenuh.

Sementara itu, di sektor pembiayaan, Agentic AI membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan akses kredit yang lebih mudah. Melalui penggabungan penilaian kredit otomatis, pemanfaatan data alternatif, dan proses verifikasi identitas atau Know Your Customer (KYC), proses persetujuan pinjaman menjadi jauh lebih cepat dengan risiko yang tetap terkontrol.

Menuju Interaksi Agent-to-Agent 2030

Infobip memprediksi bahwa pada tahun 2030, model komunikasi yang selama ini didominasi oleh pesan dari aplikasi ke manusia (A2P) akan bergeser sepenuhnya menjadi interaksi antar-agen (agent-to-agent).

Bayangkan sebuah skenario di mana AI personal milik pengguna di ponsel pintar bernegosiasi langsung dengan AI milik perusahaan travel untuk memesan paket liburan tanpa intervensi manual dari pemiliknya.

Namun, tantangan besar masih membayangi. Saat ini, tingkat kesiapan bisnis untuk mengadopsi teknologi ini masih tergolong rendah, dengan hanya sekitar 5% proyek agen AI di perusahaan yang berhasil masuk ke tahap produksi. Hambatan utamanya seringkali berasal dari data internal yang belum terstruktur dan adanya silo data antar departemen.

Perusahaan yang ingin tetap kompetitif di masa depan diimbau untuk segera merombak struktur organisasi mereka agar memfasilitasi pertukaran data secara mulus. Keberhasilan adopsi kecerdasan buatan ini sangat bergantung pada akses terpadu ke seluruh titik interaksi pelanggan, mulai dari bagian pemasaran hingga layanan dukungan.

Dengan berbagai pencapaian global, termasuk pengakuan dari Frost & Sullivan serta Gartner sebagai pemimpin di pasar CPaaS, Infobip memposisikan dirinya bukan sekadar sebagai penyedia platform SMS, melainkan penggerak utama inovasi berbasis AI. Perjalanan dua dekade ini dipandang sebagai awal dari babak baru dalam membentuk bagaimana dunia saling terhubung di masa depan.

Baca juga : NeutraDC Perkuat Infrastruktur AI dan Konektivitas Regional

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU