Kuala Lumpur, Selular.ID – Fenomena “Premiumization” atau peralihan konsumen ke produk kelas atas kini tengah melanda pasar elektronik di Asia Tenggara (SEA).
Salah satu pemicu utamanya tidak lain adalah ajang olahraga terbesar di dunia: Piala Dunia.
Data terbaru menunjukkan bahwa keinginan konsumen untuk menikmati pertandingan sepak bola dengan pengalaman visual yang imersif telah mendorong lonjakan pangsa pasar televisi berukuran raksasa, khususnya kategori 70 inci ke atas.
Tren Lonjakan Pangsa Pasar di Kawasan SEA
Dalam gelaran Hisense ASEAN Partner Conference 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Brand asal Tiongkok tersebut memaparkan data nilai pangsa pasar (Value Share) TV 70+ inci, terlihat tren pertumbuhan yang positif di empat negara utama Asia Tenggara. Berikut adalah rincian peningkatannya:

Malaysia Memimpin di Garis Depan
Dari grafik tersebut, Malaysia menunjukkan dominasi yang sangat kuat dalam adopsi layar lebar. Dengan pangsa pasar mencapai 26.3%, hampir satu dari empat televisi yang terjual di Malaysia kini berada di kategori premium 70 inci ke atas.
Pertumbuhannya yang sebesar 4.6 poin merupakan yang tertinggi dibandingkan tetangganya.
Indonesia dan Potensi Pertumbuhan
Meskipun secara persentase Indonesia masih berada di angka 11.1%, terdapat kenaikan yang cukup signifikan dari angka sebelumnya (10.2%).
Mengingat populasi Indonesia yang sangat besar dan fanatisme terhadap sepak bola yang tinggi, angka ini diprediksi akan terus merangkak naik seiring dengan semakin dekatnya jadwal pertandingan pembuka Piala Dunia.
Mengapa Harus 70 Inci ke Atas?
Pergeseran minat ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang mendorong konsumen untuk melakukan upgrade ke layar yang lebih besar:
1. Pengalaman Stadion di Rumah: Dengan layar 70 inci atau lebih, detail pergerakan pemain dan suasana stadion terasa lebih nyata.
2. Kemajuan Teknologi: TV layar besar saat ini sudah dilengkapi dengan resolusi 4K atau 8K serta refresh rate tinggi yang meminimalisir efek blur saat bola bergerak cepat.
3. Harga yang Semakin Kompetitif: Meskipun masuk kategori premium, efisiensi produksi membuat harga TV layar lebar kini jauh lebih terjangkau dibandingkan beberapa tahun lalu.
Kesimpulan
Piala Dunia bukan sekadar ajang olahraga, melainkan motor penggerak ekonomi bagi industri teknologi. Di Asia Tenggara, tren “The shift toward larger screens” (peralihan ke layar yang lebih besar) adalah bukti nyata bahwa konsumen tidak lagi hanya mencari fungsi, melainkan kualitas pengalaman menonton yang maksimal.
Bagi para produsen elektronik, ini adalah momentum emas untuk membanjiri pasar dengan inovasi layar lebar guna memenuhi dahaga para pecinta sepak bola di kawasan ini.
Baca Juga :Â Hisense Tampilkan Ekosistem Smart Home Full-Scenario di CES 2026




