Friday, 13 March 2026
Selular.ID -

Perusahaan Teknologi Medis Asal AS Kena Retas Hacker Pro-Iran

BACA JUGA

Selular.ID – Perusahaan teknologi medis Stryker Corp., yang menjadi korban serangan siber mematikan yang dikaitkan dengan kelompok pro-Iran, masih menyelidiki insiden tersebut dan belum mengetahui kapan sistemnya akan kembali online.

Perusahaan tersebut mengatakan dalam pengajuan regulasi pada Rabu sore bahwa mereka memperkirakan pelanggaran tersebut akan terus mengganggu operasional dan “waktu pemulihan penuh belum diketahui.”

Dalam memo sebelumnya yang dilihat oleh Bloomberg News, perusahaan mengakui bahwa serangan tersebut telah menghancurkan jaringan mereka.

Akibat serangan siber pekerja Stryker jadi tidak lagi produktif dan perusahaan memutuskan agar mereka pulang.

Para karyawan juga diminta tak terhubung ke jaringan atau software Stryker melalui segala bentuk perangkat, menurut seseorang yang mengetahui situasi tersebut.

Masih dari sumber yang sama, beberapa karyawan menyimak adanya penghapusan data dari perangkat mereka sebagai efek dari serangan.

Seorang juru bicara perusahaan mengatakan dalam pernyataan sebelumnya bahwa serangan siber tersebut menyebabkan “gangguan jaringan global pada lingkungan Microsoft kami.”

Baca juga:

“Kami tidak menemukan indikasi ransomware atau malware dan yakin insiden ini telah terkendali. Tim kami bekerja dengan cepat untuk memahami dampak serangan ini pada sistem kami,” ujar juru bicara perusahaan.

“Stryker memiliki langkah-langkah kelangsungan bisnis yang siap untuk terus mendukung pelanggan dan mitra kami,” sambungnya.

Diketahui pemerintahan federal AS proaktif memantau ancaman siber potensial, dan regulator serta lembaga penegak hukum siap untuk mengambil tindakan respons, menurut seorang pejabat Gedung Putih yang meminta namanya tidak disebutkan dan tidak secara khusus membahas kasus Stryker.

Stryker memproduksi berbagai perangkat dan peralatan medis dengan fokus pada ortopedi, alat bedah, neurotechnology , dan produk spinal atau tulang belakang.

Produknya mencakup peralatan sekali pakai untuk layanan darurat dan perawatan intensif.

Sebagian besar produknya dipasarkan langsung kepada dokter, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya, dan tersedia di lebih dari 61 negara, menurut dokumen perusahaan.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU