Selular.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menjalankan transformasi bisnis melalui program TLKM 30 , agenda strategis perusahaan menuju 2030 yang salah satunya mencakup efisiensi struktur organisasi dengan memangkas jumlah anak usaha dari sekitar 66 entitas menjadi sekitar 20 entitas.
Langkah ini dilakukan untuk menyederhanakan portofolio bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat fokus perusahaan pada layanan digital dan infrastruktur telekomunikasi.
Dian Siswarini, Direktur Utama menyatakan bahwa TLKM 30 merupakan visi transformasi Telkom yang dirancang agar perusahaan tetap relevan menghadapi perubahan industri teknologi dan kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis.
Program ini mulai dijalankan sejak 2025 sebagai agenda transformasi jangka menengah perusahaan.
“Melalui TLKM 30, Telkom menjalankan agenda transformasi lima tahun menuju 2030 untuk melipatgandakan nilai perusahaan secara signifikan. Fokus utamanya adalah merombak cara perusahaan beroperasi dan menata kembali struktur aset agar jauh lebih efisien,” kata Dian.
Transformasi tersebut tidak hanya mencakup restrukturisasi anak perusahaan, tetapi juga pembaruan tata kelola serta penyelarasan sistem pelaporan keuangan agar lebih transparan dan sesuai standar global.
Menurut Dian, transparansi menjadi bagian penting dari proses transformasi perusahaan untuk memastikan integritas dan kepercayaan pemangku kepentingan.
Dalam struktur grup saat ini, Telkom memiliki puluhan entitas bisnis dengan beragam lini usaha, mulai dari telekomunikasi, infrastruktur digital, hingga bisnis di luar sektor inti.
Melalui TLKM 30, perusahaan berencana menata kembali portofolio tersebut dengan melakukan penggabungan, divestasi, atau penutupan entitas yang dinilai tidak lagi strategis.
Langkah penyederhanaan ini dilakukan agar Telkom memiliki organisasi yang lebih ramping dan responsif terhadap perubahan pasar teknologi.
Perusahaan menilai jumlah anak usaha yang terlalu banyak dapat menciptakan duplikasi fungsi bisnis serta memperlambat proses pengambilan keputusan.
Dengan jumlah entitas yang lebih sedikit, koordinasi antar unit usaha diharapkan menjadi lebih efektif.
Transformasi TLKM 30 juga bertumpu pada empat pilar utama.
Pilar pertama adalah Operational and Service Excellence yaitu upaya memperbaiki tata kelola perusahaan serta budaya kerja untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
Pilar ini juga mencakup optimalisasi penggunaan modal dalam operasional perusahaan.
Pilar kedua, streamlining, yaitu penyederhanaan struktur organisasi dan portofolio bisnis.
Dalam kerangka ini, Telkom menargetkan penurunan jumlah anak perusahaan dari sekitar 66 entitas menjadi sekitar 20 entitas yang dinilai memiliki peran strategis bagi pertumbuhan perusahaan.
Pilar ketiga Strategic Holding yakni penataan peran Telkom sebagai perusahaan induk yang mengarahkan strategi bisnis anak perusahaan.
Model ini memungkinkan setiap entitas dalam grup memiliki fokus bisnis yang lebih jelas sekaligus fleksibilitas dalam menjalankan operasional.
Sementara pilar keempat Unlocking Value, yaitu upaya mengoptimalkan nilai ekonomi dari aset dan infrastruktur digital yang dimiliki Telkom.
Langkah ini mencakup pengelolaan portofolio bisnis secara lebih terarah untuk meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang. ([Disway][2])
Transformasi ini juga berkaitan dengan perubahan lanskap industri telekomunikasi global yang semakin berorientasi pada layanan digital.
Operator telekomunikasi tidak lagi hanya menyediakan konektivitas jaringan, tetapi juga mengembangkan ekosistem digital yang mencakup pusat data, komputasi awan, platform digital, serta solusi teknologi bagi sektor bisnis dan pemerintahan.
Bagi Telkom, penyederhanaan struktur anak usaha menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia infrastruktur dan layanan digital di Indonesia.
Dengan struktur organisasi yang lebih ramping dan fokus bisnis yang lebih jelas, perusahaan menargetkan peningkatan efisiensi sekaligus penciptaan nilai yang lebih besar bagi pemegang saham dan ekosistem digital nasional.
Program TLKM 30 menempatkan restrukturisasi organisasi sebagai salah satu fondasi transformasi menuju 2030.
Baca Juga:Telkomsel dan Huawei Raih GLOMO Awards 2026 di MWC Barcelona
Melalui langkah ini, Telkom berupaya membangun organisasi yang lebih agile dan kompetitif, sekaligus memperluas kontribusi layanan digital bagi masyarakat dan sektor industri di Indonesia.



