Wednesday, 1 April 2026
Selular.ID -

Penipuan Digital Meningkat 30% Selama Bulan Ramadan dan Idulfitri

BACA JUGA

Selular.ID – Data Lembaga Konsumen Digital Indonesia (LKDI) menemukan adanya lonjakan phishing dan penipuan digital yang mencapai 30%, seiring dengan naiknya transaksi digital selama Ramadan dan Idulfitri.

Sejalan dengan data tersebut, Unit 42 dari Palo Alto Networks juga mengungkapkan bahwa phishing berbasis identitas menyumbang 22% dari pelanggaran keamanan, diikuti rekayasa sosial sebesar 11%.

Kedua metode ini tetap menjadi faktor utama di balik insiden keamanan siber terbaru, terutama di tengah meningkatnya penggunaan kanal digital.

Lonjakan aktivitas ekonomi digital selama musim libur keagamaan dinilai menciptakan klaster risiko baru, terutama ketika pelaku kejahatan siber semakin memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk melancarkan serangan yang lebih canggih.

Palo Alto Networks juga menyebut, kondisi tersebut menempatkan sektor jasa keuangan pada titik krusial, seiring pergeseran menuju ekonomi berbasis AI yang menuntut sistem keamanan lebih adaptif.

Baca juga:

Institusi keuangan didorong mengadopsi pendekatan keamanan berbasis AI yang lebih proaktif dan terfragmentasi menuju platform yang mengintegrasikan data telemetri jaringan, cloud, endpoint, hingga aplikasi kritikal ke dalam satu sumber data.

Teknologi ini memungkinkan analisis data secara real-time untuk mendeteksi anomali lebih dini, sehingga potensi serangan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi insiden besar.

Selain itu, pendekatan zero-trust juga dinilai menjadi kunci, dengan memastikan setiap akses diverifikasi secara ketat dan hanya diberikan berdasarkan kebutuhan minimum.

Langkah ini dinilai efektif untuk melindungi kredensial serta menjaga keamanan interaksi dalam ekosistem digital yang semakin terhubung.

Dengan mengadopsi strategi keamanan yang lebih proaktif dan berbasis AI, sektor jasa keuangan Indonesia diharapkan mampu meningkatkan ketahanan sistem sekaligus menjaga kepercayaan nasabah di tengah meningkatnya ancaman siber.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU