Thursday, 12 March 2026
Selular.ID -

Operator Seluler Bisa Bantu Vendor Smartphone Tekan Harga Jual di Tengah Kelangkaan RAM

BACA JUGA

Selular.ID – Operator seluler bisa membantu vendor smartphone menekan harga produk mereka di tengah kelangkaan RAM.

Seperti Selular beritakan, saat ini terjadi kelangkaan RAM karena begitu masifnya pengembangan kecerdasan buatan atau AI.

Menurut pengamat gadget, Aryo Meidianto, operator seluler di Indonesia bisa memberikan bantuan kepada vendor smartphone untuk menekan biaya produksi.

Dengan menekan biaya produksi tersebut tentu dapat membantu menekan harga jual produk smartphone kepada masyarakat.

Aryo menyebut cara menekan biaya produksi ini dengan cara semakin masifnya menggunakan SIM elektronik atau eSIM (Embedded SIM).

Embedded SIM atau eSIM ini adalah kartu SIM digital terintegrasi yang memungkinkan Anda mengaktifkan paket seluler tanpa kartu fisik.

Baca juga:

“Meski terkadang tidak terlihat sebenarnya ini komponen penting di smartphone,” ujar Aryo kepada Selular, Kamis (12/3/2026).

Aryo menjelaskan adanya slot untuk kartu SIM ini juga menjadi biaya bagi vendor smartphone saat memproduksi produknya.

“Kalau biaya ini dihilangkan tentu juga bisa berdampak supaya harga smartphone masih bisa ditekan di tengah kelangkaan RAM ini,” sambungnya.

Imbauan Beralih ke eSIM

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengimbau masyarakat untuk segera bermigrasi dari kartu SIM fisik ke Embedded Subscriber Identity Module atau eSIM.

Meutya pun telah menerbitkan Peraturan Menkomdigi (Permen) Nomor 7 Tahun 2025 tentang pemanfaatan teknologi eSIM, yang merupakan payung hukum dari program tersebut.

Menurut penjelasannya, transformasi ke teknologi e-SIM merupakan bagian tak terhindarkan dari revolusi digital global yang menuntut keamanan dan efisiensi lebih tinggi.

“Kami sangat menganjurkan masyarakat dengan perangkat yang sudah mendukung eSIM untuk segera beralih. Ini demi keamanan data pribadi dan perlindungan terhadap penyalahgunaan identitas,” kata Meutya.

Ia menuturkan dengan integrasi sistem digital dan pendaftaran biometrik, eSIM memberikan perlindungan ganda terhadap penyalahgunaan data serta kejahatan digital yang marak seperti spam, phishing, dan judi online.

Selain masyarakat, pemerintah juga mendorong operator untuk aktif mengedukasi masyarakat dalam kampanye migrasi sebagai bagian dari Gerakan Nasional Kebersihan Data Digital.

Ia pun menuturkan dengan populasi 280 juta jiwa dan 350 juta nomor seluler aktif, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam tata kelola data pelanggan.

Sebab itu, Menkomdigi menegaskan komitmennya untuk membersihkan data seluler yang bermasalah dan membangun ekosistem digital yang aman, bersih, dan bertanggung jawab.

“Gerakan ini adalah untuk keamanan kita bersama. Migrasi e-SIM dan pembaruan data pelanggan akan menjadi fondasi penting menuju ruang digital Indonesia yang lebih sehat dan terpercaya,” ujarnya.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU