Monday, 23 March 2026
Selular.ID -

Nama Quanta Melejit Seiring dengan Keputusan Apple Merilis Laptop Murah MacBook Neo

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Setelah rumor yang beredar kencang sejak beberapa tahun lalu, Apple akhirnya resmi meluncurkan laptop kelas entry level, MacBook Neo pada 4 Maret lalu.

Kehadiran MacBook Neo dipastikan menjadi game changer industri laptop global. Pemain-pemain lainnya, khususnya laptop dengan OS Windows patut mewaspadai langkah Apple, karena kelas entry level masih menjadi penyumbang terbesar penjualan.

Meski pasar saat ini menghadapi ketidakpastian, imbas kenaikan harga chip dan memori, namun Apple justru dapat mengambil kesempatan di tengah proyeksi perlambatan.

Sejumlah laporan industri menyebut perangkat ini berpotensi dikirim antara 4 hingga 5 juta unit sepanjang tahun 2026, menjadikannya salah satu pendorong pertumbuhan lini MacBook di tengah perlambatan pasar laptop global.

Perangkat tersebut diposisikan sebagai MacBook paling terjangkau yang pernah dirilis Apple, dengan harga mulai sekitar US$599 dan US$499 untuk segmen pendidikan.

Apple merancang MacBook Neo untuk menjangkau pasar laptop mainstream, khususnya kategori harga US$500–US$800 yang selama ini didominasi perangkat Windows dan Chromebook.

Menurut laporan firma riset pasar TrendForce, kehadiran MacBook Neo berpotensi meningkatkan pengiriman notebook Apple sekitar 7,7% pada 2026.

Jika proyeksi tersebut tercapai, pangsa pasar macOS diperkirakan dapat naik hingga sekitar 13,2% di pasar notebook global.

Proyeksi kenaikan pangsa pasar Apple di segmen laptop dengan harga terjangkau, tentu saja bakal menguntungkan pabrikan OEM (Original Equipment Manufacturer) yang memproduksi MacBook Neo, yaitu Quanta Computer.

Memang dibandingkan vendor-vendor OEM Apple lainnya, seperti Foxconn, Pegatron, atau Luxshare, Quanta kalah mentereng.

Baca Juga: Apple Melawan Arus, Kuasai Pasar China di Tengah Lesunya Industri Smartphone

Meski demikian, keputusan Apple memilih Quanta untuk memproduksi lini laptop kelas pemula tersebut, pastinya telah dipertimbangkan dengan sangat matang.

Berbagai pertimbangan tersebut diantaranya menyangkut kemitraan jangka panjang yang telah dibangun oleh kedua perusahaan selama ini, pengalaman mendalam dalam manufaktur, serta kemampuan untuk memenuhi tuntutan logistik produk bervolume tinggi dan berfokus pada anggaran.

Di sisi pengalaman manufaktur, Quanta Computer adalah pemasok utama Apple yang berpengalaman dan bertanggung jawab untuk memproduksi MacBook Air, menjadikannya pilihan alami untuk laptop tipis dan ringan bervolume tinggi yang baru.

Dari sisi pengendalian biaya dan ffisiensi, MacBook Neo adalah perangkat yang berfokus pada anggaran yang ditujukan untuk pelajar dan pembeli pertama kali, kemungkinan membutuhkan mitra manufaktur yang sangat efisien untuk mempertahankan titik harga yang lebih rendah sambil mempertahankan standar desain aluminium premium dan tahan lama.

Pertimbagan lain yang tak kalah krusial adalah kemampuan untuk skalabilitas. Kehadiran MacBook Neo bertujuan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, dengan analis memperkirakan volume pengiriman yang tinggi (4 hingga 5 juta unit).

Quanta memiliki kapasitas dan infrastruktur manufaktur untuk menangani permintaan besar tersebut, terlepas dari potensi tantangan logistik.

Pertimbangan terakhir adalah integrasi chip Seri A. Quanta memiliki pengalaman luas dalam memproduksi MacBook dan, secara historis, elektronik portabel lainnya.

Neo menggunakan chip A18 Pro (mirip dengan komponen iPhone), yang membutuhkan mitra yang mampu mengadaptasi integrasi chip tingkat ponsel ke dalam faktor bentuk laptop.

Ilustrasi terkait Quanta

Untuk diketahui, Quanta Computer didirikan pada 1988 oleh Barry Lam, seorang pengusaha kelahiran Shanghai yang dibesarkan di Hong Kong dan menerima pendidikannya di Taiwan. Saat memulai bisnis ini, Lam hanya memiliki modal awal kurang dari $900.000.

Quanta adalah pemasok ODM terkemuka untuk raksasa teknologi seperti Apple dan Tesla, dan telah menjadi pemasok utama server AI. Forbes telah mengakui Lam sebagai salah satu dari orang terkaya di Taiwan.

Sebelum mendirikan Quanta, ia ikut mendirikan Kinpo Electronics. Lam mengarahkan Quanta dari manufaktur notebook ke komputasi awan dan server Kecerdasan Buatan (AI), yang secara signifikan meningkatkan kekayaannya.

Menengok ke belakang, prototipe notebook pertama yang dikembangkan Quanta selesai pada November 1988, dengan produksi pabrik dimulai pada 1990.

Sepanjang 1990-an, Quanta menjalin kontrak dengan Apple dan Gateway, membuka kantor layanan purna jual di California pada 1991 dan satu lagi di Augsburg, Jerman pada 1994.

Pada 1996, Quanta menandatangani kontrak dengan Dell, menjadikan perusahaan tersebut sebagai pelanggan terbesar Quanta pada saat itu.

Pada 2014, Quanta berada di peringkat ke 409 dalam daftar Fortune Global 500. Dua tahun kemudian, merupakan periode terkuatnya dengan berada di peringkat ke-326. Namun seiring dengan kinerja yang menurun pada 2020, Quanta turun ke peringkat ke-377.

Kini kemitraan dengan Apple dalam memproduksi MacBook Neo, dapat dipastikan peringkat Quanta dalam Fortune Global 500 akan melonjak drastis di tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: Cuan Melimpah, Apple Bakal Raup Rp15 Triliun dari Pajak Aplikasi AI

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU