Selular.ID – Linknet Enterprise, resmi menjalin kemitraan strategis dengan Nexusguard untuk menghadirkan perlindungan serangan Distributed Denial of Service (DDoS) berstandar global di Indonesia.
Kolaborasi ini ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berfokus pada integrasi teknologi mitigasi DDoS kelas internasional langsung ke jaringan inti perusahaan serta portofolio layanan korporasi Linknet Enterprise.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis Linknet Enterprise dalam merespons meningkatnya kompleksitas ancaman siber yang menyasar infrastruktur digital nasional.
Integrasi teknologi Nexusguard dilakukan pada backbone jaringan milik Linknet sehingga perlindungan dapat diterapkan secara menyeluruh dari hulu ke hilir.
Pendekatan ini memperkuat fondasi keamanan layanan sekaligus mendukung percepatan transformasi digital lintas sektor industri di Indonesia.
Sebagai unit bisnis korporasi Linknet, Linknet Enterprise memanfaatkan infrastruktur jaringan backbone mandiri yang menjangkau berbagai kota besar di Indonesia.
Kendali jaringan dilakukan secara end-to-end, memungkinkan perusahaan menjaga stabilitas performa, reliabilitas koneksi, serta standar keamanan layanan bagi pelanggan korporasi.
Portofolio klien perusahaan mencakup institusi pemerintah dan penyedia infrastruktur nasional, yang menuntut standar perlindungan jaringan tingkat tinggi.
Seiring meningkatnya adopsi layanan digital oleh sektor pemerintahan dan swasta, keamanan siber menjadi prioritas utama Linknet Enterprise dalam pengembangan infrastruktur.
Setelah melalui evaluasi terhadap sejumlah penyedia solusi keamanan global, perusahaan menetapkan Nexusguard sebagai mitra strategis.
Nexusguard memiliki pengalaman hampir dua dekade dalam menyediakan perlindungan jaringan, aplikasi web, serta sistem Domain Name System (DNS) di berbagai sektor industri internasional.
Reputasi Nexusguard dalam bidang mitigasi DDoS diperkuat oleh sejumlah pengakuan independen.
Perusahaan tersebut dinobatkan sebagai pemimpin dalam laporan SPARK Matrix untuk kategori mitigasi DDoS tahun 2025 oleh QKS Group.
Selain itu, Nexusguard juga menerima penghargaan CybersecAsia Best DDoS Defence Award selama enam tahun berturut-turut sejak 2020 hingga 2025 serta memperoleh penilaian tinggi dalam ulasan pengguna di Gartner Peer Insights.
Pengakuan tersebut mencerminkan kapabilitas operasional perusahaan dalam menangani ancaman siber berskala besar di berbagai wilayah.
Andy Ng, CEO Nexusguard, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menggabungkan kapasitas mitigasi Linknet sebesar 100 Gbps dengan infrastruktur scrubbing global Nexusguard yang memiliki kapasitas lebih dari 3 Tbps.
Menurutnya, integrasi tersebut memungkinkan penyediaan solusi keamanan komprehensif bagi sektor enterprise di Indonesia yang terus berkembang, sekaligus memastikan setiap lapisan infrastruktur digital terlindungi dari serangan DDoS berskala besar.
Kemitraan ini juga memperluas kapabilitas Managed Security Services (MSS) yang dimiliki Linknet Enterprise.
“Infrastruktur scrubbing berbasis cloud milik Nexusguard akan terhubung langsung dengan jaringan inti Linknet sehingga proses deteksi dan mitigasi serangan dapat dilakukan secara otomatis,”terang Andy Ng.
Sistem ini didukung pemantauan selama 24 jam setiap hari oleh tim ahli Managed Security Service Provider (MSSP) Linknet.
Kolaborasi strategis tersebut mencakup integrasi teknologi mitigasi otomatis berbasis cloud ke dalam paket layanan enterprise, pertukaran data intelijen ancaman untuk meningkatkan akurasi deteksi serangan regional.
Serta penguatan penetrasi pasar di sektor pemerintahan, institusi keuangan, pendidikan, dan pelaku industri digital.
Selain itu, kedua perusahaan menerapkan kerangka layanan berbasis Service Level Agreement (SLA) ketat guna memastikan konsistensi kualitas layanan kepada pelanggan.
Dari sisi teknis, solusi yang dihadirkan meliputi Clean Pipe untuk layanan HDIPA dan IP Transit, Traffic Shield, serta perlindungan aplikasi dan DNS.
Implementasi sistem ini mengedepankan latensi rendah yang didukung keberadaan pusat scrubbing lokal di Jakarta dan terintegrasi langsung dengan jaringan Linknet.
Infrastruktur tersebut memungkinkan proses penyaringan trafik berbahaya dilakukan lebih cepat tanpa mengganggu stabilitas koneksi pelanggan.
Kapasitas mitigasi domestik Linknet yang mencapai 100 Gbps diperkuat jaringan global Nexusguard dengan lebih dari 50 scrubbing center yang tersebar di berbagai kawasan strategis dunia.
Total kapasitas mitigasi global yang melebihi 3 Tbps memungkinkan penanganan lonjakan serangan DDoS berskala besar yang menargetkan infrastruktur digital korporasi maupun layanan publik.
Ronald Chandra Lesmana, Chief Enterprise Business Officer Linknet menyatakan bahwa integrasi teknologi Nexusguard ke dalam backbone Linknet menjadi langkah konkret dalam memperluas kapabilitas Managed Security Services perusahaan.
Ia menegaskan bahwa keamanan infrastruktur merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan pelanggan korporasi sekaligus memastikan kepastian operasional layanan digital yang andal.
Kolaborasi Linknet Enterprise dan Nexusguard memperlihatkan arah penguatan ekosistem keamanan digital nasional melalui integrasi teknologi global dengan infrastruktur jaringan domestik.
Baca Juga:Upaya Perluas Internet Cepat ke Ratusan Ribu Rumah Bnetfit Gandeng Linknet
Sinergi ini mendukung kebutuhan sektor enterprise yang semakin bergantung pada konektivitas berkecepatan tinggi dan perlindungan siber berlapis di tengah peningkatan volume serta kompleksitas serangan digital.




