Monday, 30 March 2026
Selular.ID -

Kian Cerdas, UMKM Perempuan Ramai Manfaatkan Asisten AI

BACA JUGA

Selular.ID – Teknologi kecerdasan buatan mulai digunakan luas oleh lebih banyak orang, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah atau UMKM.

Melalui fitur GrabMerchant AI Assistant, Grab membantu pelaku UMKM perempuan mengembangkan usaha dari skala rumahan hingga memiliki lebih dari satu cabang.

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Grab dalam memperluas pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan usaha kecil, khususnya di sektor kuliner.

Perkembangan teknologi digital, termasuk artificial intelligence (AI), dinilai membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk memahami pasar, mengelola operasional, dan meningkatkan penjualan.

Dalam ekosistem Grab, pelaku UMKM dapat memanfaatkan data transaksi serta rekomendasi berbasis AI untuk menyusun strategi bisnis yang lebih terukur.

Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia, Melinda Savitri, menyatakan bahwa teknologi menjadi kunci dalam membuka peluang baru bagi pelaku usaha.

Menurutnya, pemanfaatan AI memungkinkan merchant mengolah data menjadi insight yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis secara lebih tepat.

Salah satu contoh implementasi terlihat pada perjalanan Efa Fauziah, pemilik usaha Mie Aceh 769 Pijay.

Ia memulai usaha kuliner bersama keluarga dari skala kecil pada 2019 setelah merantau dari Aceh ke Bogor.

Usaha tersebut sempat menghadapi berbagai tantangan, termasuk relokasi dan gangguan operasional, sebelum akhirnya kembali dirintis dari nol pada akhir 2020 di Jakarta.

 

Sejak bergabung sebagai mitra GrabFood pada 2020, Efa mulai merasakan dampak digitalisasi terhadap bisnisnya.

Penjualan yang awalnya berkisar 10 hingga 15 porsi per hari meningkat signifikan hingga mencapai sekitar 150 porsi per hari.

Saat ini, sebagian besar penjualan berasal dari kanal online, yang menunjukkan peran platform digital dalam memperluas jangkauan pasar.

Efa memanfaatkan fitur GrabMerchant AI Assistant untuk memahami performa bisnisnya, termasuk tren penjualan, menu yang diminati pelanggan, serta waktu yang tepat untuk menjalankan promosi.

Fitur ini berfungsi sebagai asisten virtual yang memberikan rekomendasi berbasis data, sehingga pelaku usaha dapat mengambil keputusan tanpa harus melakukan analisis manual secara kompleks.

Selain teknologi, Efa juga aktif dalam Komunitas SERABI (Sekumpulan Perempuan Bisa), yang menjadi ruang berbagi pengalaman antar pelaku UMKM perempuan.

Interaksi dalam komunitas ini membantu pelaku usaha memahami praktik terbaik dalam pengelolaan bisnis sekaligus mempercepat adaptasi terhadap fitur digital.

Kisah serupa juga datang dari Rohani Sembiring, yang dikenal sebagai Mbak Any.

Ia memulai usaha Risoles Mbak Any dari rumah kontrakan di Jakarta saat pandemi, dengan model pre-order sederhana untuk lingkungan sekitar. S

eiring waktu, usaha tersebut berkembang setelah memanfaatkan platform digital sebagai kanal penjualan utama.

Saat ini, usaha Risoles Mbak Any telah memiliki dua cabang dan melibatkan tenaga kerja tambahan untuk mendukung operasional.

Peningkatan pesanan juga terlihat signifikan, terutama pada periode tertentu seperti Ramadan, dengan kontribusi utama berasal dari transaksi online.

Rohani juga menggunakan GrabMerchant AI Assistant untuk mendapatkan insight terkait performa bisnis.

Fitur ini membantu mengidentifikasi menu yang potensial untuk dipromosikan serta memberikan rekomendasi strategi pemasaran sesuai kondisi usaha.

Dengan pendekatan berbasis data, pelaku usaha dapat merespons perubahan permintaan pasar secara lebih cepat.

 

Grab mencatat bahwa lebih dari 400.000 merchant di Indonesia telah memanfaatkan GrabMerchant AI Assistant dalam operasional mereka.

Hal ini menunjukkan meningkatnya adopsi teknologi AI di kalangan pelaku UMKM, terutama dalam pengelolaan bisnis berbasis digital.

Dalam konteks industri, penggunaan AI pada platform merchant menjadi bagian dari transformasi digital yang lebih luas.

Teknologi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat otomatisasi, tetapi juga sebagai sistem pendukung keputusan yang membantu pelaku usaha memahami perilaku konsumen dan mengoptimalkan strategi bisnis.

 

Bagi pelaku UMKM perempuan, akses terhadap teknologi digital dan komunitas menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan usaha.

Kisah Efa Fauziah dan Rohani Sembiring mencerminkan bagaimana kombinasi antara ketahanan individu, dukungan platform, dan pemanfaatan teknologi dapat membuka peluang baru di tengah tantangan ekonomi.

Grab Indonesia menyatakan akan terus mengembangkan fitur berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan merchant, sekaligus memperluas akses bagi pelaku UMKM untuk bergabung dalam ekosistem digital.

Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha yang lebih inklusif dan berkelanjutan di berbagai daerah.

Baca Juga: Asisten AI Makin Pintar, tapi Tetap Canggung di Dunia Nyata

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU