Friday, 20 March 2026
Selular.ID -

iPhone Lipat Kemungkinan Akan Diluncurkan pada Bulan Desember, iPhone 18 Plus Mungkin Tahun Depan

BACA JUGA

Selular.id – Apple dilaporkan tengah mempercepat langkahnya dalam persaingan ponsel layar lipat dengan rencana peluncuran iPhone lipat perdana pada Desember 2026.

Kabar ini mencuat setelah analis rantai pasok terkemuka, Tim Long dari Barclays, mengungkap bocoran terbaru mengenai lini masa produksi perangkat yang sudah lama dinantikan para penggemar produk Cupertino tersebut.

Strategi peluncuran ini diprediksi akan mengikuti pola klasik yang pernah diterapkan Apple pada tahun 2017 silam. Saat itu, raksasa teknologi ini merilis iPhone 8 dan iPhone 8 Plus di bulan September, namun memberikan “kejutan utama” berupa iPhone X yang baru tersedia di pasaran pada bulan November.

Untuk tahun 2026, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max diperkirakan tetap meluncur pada jadwal rutin bulan September, sementara varian iPhone Fold akan menjadi penutup tahun yang manis bagi Apple.

Langkah Apple yang terlihat sangat berhati-hati dalam merilis ponsel lipat ini bukannya tanpa alasan. Dinamika bisnis di segmen Foldable memang cukup menantang; Meskipun Samsung dan beberapa vendor Tiongkok sudah lebih dulu menguasai pasar, Apple lebih memilih untuk memastikan ketahanan layar dan mekanisme engsel berada pada standar tertinggi sebelum dilepas ke publik.

Riset internal Apple dikabarkan sangat fokus pada menghilangkan bekas lipatan (crease) yang selama ini menjadi komplain utama pengguna ponsel lipat di seluruh dunia.

Selain kabar mengenai si ponsel lipat, Tim Long juga memberikan gambaran menarik mengenai pergeseran strategi portofolio iPhone untuk tahun depan.

Apple tampaknya akan melakukan “split launch” atau pembagian waktu peluncuran. Jika iPhone 18 seri Pro hadir di akhir 2026, model standar diprediksi baru akan menampakkan diri pada Maret 2027.

Di periode yang sama, Apple kemungkinan juga akan memperkenalkan iPhone 18e sebagai opsi yang lebih terjangkau, serta menghidupkan kembali varian “Plus” yang sebelumnya sempat dikabarkan akan digantikan oleh seri “Air”.

Kembalinya model Plus ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat industri. Pasalnya, seri iPhone Air yang mengedepankan desain ultra-tipis sempat diprediksi akan menjadi suksesor model utama layar besar non-Pro.

Namun data penjualan dari berbagai lembaga penelitian menunjukkan bahwa konsumen masih memiliki preferensi yang beragam.

Kehadiran iPhone 18 Plus bersamaan dengan iPhone Air 2 bisa jadi merupakan cara Apple untuk melakukan pengujian pasar secara langsung guna melihat model mana yang lebih diminati oleh pengguna.

Pilihan Desember sebagai bulan pengiriman iPhone lipat juga dinilai strategis dari sisi ekonomi. Bulan tersebut merupakan puncak dari musim belanja akhir tahun di pasar global.

Dengan menghadirkan kategori produk baru yang revolusioner, Apple berpeluang besar untuk mendongkrak pendapatan di kuartal penutup sekaligus menjaga momentum merek mereka tetap di puncak di tengah gempuran inovasi dari para pesaing Android.

Meski demikian, perlu diingat bahwa pengembangan produk pada level prototipe hingga produksi massal seringkali mengatasi kendala teknis yang tak terduga.

Apple dikenal tidak ragu untuk menunda peluncuran jika kualitas produk belum memenuhi ekspektasi perusahaan. Oleh karena itu, tantangan terbesar bagi Apple saat ini bukan lagi sekedar membuat ponsel yang bisa dilipat, melainkan bagaimana menciptakan ekosistem perangkat lunak di iOS yang mampu memaksimalkan potensi layar lipat tersebut agar memberikan pengalaman pengguna yang benar-benar berbeda.

Implikasi dari kehadiran iPhone lipat ini tentu akan sangat besar bagi industri komponen dunia. Permintaan akan panel layar fleksibel dan engsel dengan presisi tinggi diperkirakan melonjak tajam, yang akan menguntungkan pemasok utama Apple di Asia.

Kita tinggal melihat bagaimana Apple akan mengemas teknologi ini menjadi sesuatu yang dianggap “ajaib” oleh penggunanya, sebagaimana mereka selalu berhasil melakukannya pada setiap kategori produk baru yang mereka masuki.

Baca juga :  Tanpa Apple Intelligence, iPhone Raup Pendapatan AI Rp14 Triliun

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU