Friday, 13 March 2026
Selular.ID -

Indonesia Pimpin Ekonomi Digital di ASEAN, Sumbang 40% di Kawasan

BACA JUGA

Selular.ID – Indonesia tengah berkembang sebagai salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia, menciptakan peluang besar bagi inovasi dan transformasi berbasis AI.

Hal tersebut diungkapkan oleh General Manager dan Technology Leader IBM Asean, Catherine Lian saat acara media briefing IBM, Kamis (12/3/2026).

“Indonesia berada pada momen penting dalam perjalanan digitalnya,” ujar Catherine Lian

“Dengan memimpin dalam kedaulatan digital dan memperkuat kemitraan lintas batas, kita dapat membangun pondasi digital yang terpercaya untuk mendorong inovasi, memperkuat ketahanan, dan membuka peluang baru — yang pada akhirnya mampu menggerakkan masa depan ekonomi Indonesia,” sambungnya.

Catherine menambahkan ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dengan menyumbangkan sekitar 40% dari total ekonomi digital di kawasan ini.

“Nilai pasarnya mendekati USD 100 miliar dalam Gross Merchandise Value (GMV),” ungkapnya.

Selain itu, dia juga menyoroti populasi digital yang masif di Indonesia.

Pasalnya, dengan 280 juta penduduk dan lebih dari 220 juta pengguna internet, Indonesia menghasilkan data digital dalam jumlah besar, menjadikan penerapan AI berskala nasional semakin krusial.

“Hal ini tentu harus ada transformasi sektor swasta dan publik semakin dipercepat dengan meningkatnya investasi pada cloud, data, otomatisasi, dan AI untuk meningkatkan efisiensi serta daya saing,” jelasnya.

Baca juga:

Terkait tentang AI, Catherine juga menyebut Indonesia muncul sebagai pasar strategis untuk AI.

Untuk itu, perlu didorong oleh digitalisasi yang pesat di sektor pemerintahan, keuangan, telekomunikasi, dan platform digital—yang memicu permintaan akan AI tepercaya dan terukur.

Namun yang perlu diwaspadi menurut Catherine adalah wilayah Asia Pasifik termasuk Indonesia merupakan kawasan dengan jumlah serangan siber terbanyak kedua yang menjadi target para pelaku kejahatan siber.

Dia juga menjelaskan sektor manufaktur tetap menjadi industri yang paling sering menjadi sasaran.

“Seiring dengan skala layanan digital yang terus berkembang dan ketahanan nasional yang menjadi prioritas,” tandasnya.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU