Wednesday, 25 March 2026
Selular.ID -

Hacker Bobol Perusahaan Telekomunikasi, Lebih dari 6 Juta Data Pelanggan Dijual

BACA JUGA

Selular.ID – Kebocoran data besar kembali mengguncang industri telekomunikasi atau operator seluler global.

Lebih dari enam juta data pelanggan Verizon dilaporkan dicuri dan kini dijual bebas oleh hacker dengan harga hanya sekitar 1.200 dolar AS atau setara 20 juta rupiah.

Insiden ini bermula dari peretasan terhadap Russell Cellular, salah satu mitra ritel terbesar Verizon.

Berdasarkan laporan Cybernews, pelaku berhasil mengakses database berukuran sekitar 61GB yang berisi informasi sensitif pelanggan dan karyawan.

Baca juga:

Data Sensitif Bocor, Modus Penipuan Meningkat

Data yang bocor mencakup nama lengkap, nomor telepon, alamat email, hingga nomor akun pelanggan.

Tak hanya itu, informasi perangkat seperti IMEI, nomor pelacakan, dan detail paket layanan juga ikut terekspos.

Yang lebih mengkhawatirkan, data karyawan Russell Cellular juga ikut terdampak. Hacker disebut berhasil mendapatkan username, password, hingga tingkat akses sistem internal.

Bahkan, sebagian password disimpan dalam bentuk plain text—celah serius yang memudahkan pelaku masuk ke sistem perusahaan.

Dengan kombinasi data tersebut, pelaku berpotensi menjalankan penipuan yang jauh lebih meyakinkan.

Modusnya bisa berupa menyamar sebagai pihak Verizon atau retailer resmi untuk mengelabui korban agar memberikan informasi kartu kredit atau akses akun.

Risiko juga meluas ke kehidupan pribadi karyawan. Jika password yang sama digunakan untuk akun lain seperti media sosial atau perbankan, potensi pembobolan bisa terjadi secara berantai.

Saat ini, Verizon disebut telah mengetahui insiden tersebut dan tengah melakukan investigasi.

Namun, baik Verizon maupun Russell Cellular belum mengungkap secara rinci dampak penuh dari kebocoran ini.

Bagi pengguna yang pernah membeli perangkat melalui Russell Cellular, kewaspadaan jadi kunci.

Perubahan password secara berkala dan kehati-hatian terhadap pesan atau email mencurigakan menjadi langkah awal untuk menghindari jebakan serangan siber yang kini makin canggih—dan ironisnya, makin murah untuk dilakukan.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU