Wednesday, 4 March 2026
Selular.ID -

Galaxy S26 Ultra Uji Daya Tahan, Bersaing dengan 7.000mAh

BACA JUGA

Selular.ID – Samsung melalui lini flagship terbarunya, Samsung Galaxy S26 Ultra, kembali menjadi sorotan setelah hasil uji daya tahan baterainya dipublikasikan pada awal Maret 2026.

Meski hanya dibekali baterai berkapasitas 5.000mAh, perangkat ini diuji berdampingan dengan sejumlah ponsel Android yang mengusung baterai hingga 7.000mAh untuk melihat efisiensi konsumsi dayanya dalam skenario penggunaan nyata.

Pengujian tersebut menempatkan Galaxy S26 Ultra dalam perbandingan langsung dengan beberapa smartphone berkapasitas baterai besar dari produsen lain.

Fokus pengujian bukan semata pada ukuran baterai, melainkan pada optimalisasi perangkat lunak, efisiensi chipset, serta manajemen daya sistem secara keseluruhan.

Hasilnya menunjukkan bahwa kapasitas lebih besar tidak selalu berbanding lurus dengan daya tahan paling lama.

Galaxy S26 Ultra tetap mempertahankan baterai 5.000mAh, kapasitas yang telah digunakan Samsung pada model Ultra selama beberapa generasi terakhir.

Namun pada generasi ini, Samsung mengandalkan peningkatan efisiensi melalui optimalisasi sistem operasi dan penggunaan chipset terbaru yang lebih hemat daya.

Pendekatan tersebut menjadi strategi berbeda dibanding sejumlah vendor Android yang memilih meningkatkan kapasitas baterai secara signifikan hingga 6.000mAh atau 7.000mAh.

Dalam pengujian yang dilakukan oleh kanal independen dan dilaporkan media teknologi internasional, Galaxy S26 Ultra mampu mencatatkan waktu penggunaan yang kompetitif, bahkan ketika dibandingkan dengan perangkat berkapasitas 7.000mAh.

Uji coba mencakup aktivitas umum seperti streaming video, browsing media sosial, perekaman video, hingga gaming dengan tingkat kecerahan layar tinggi dan konektivitas data aktif.

Hasil pengujian memperlihatkan bahwa optimalisasi perangkat lunak dan efisiensi prosesor memainkan peran penting dalam menentukan daya tahan akhir.

Galaxy S26 Ultra disebut mampu bertahan hampir setara dengan beberapa ponsel berkapasitas jauh lebih besar, meski secara spesifikasi angka mAh-nya lebih kecil.

Ini menunjukkan bahwa manajemen daya berbasis sistem memiliki dampak signifikan terhadap pengalaman penggunaan harian.

Strategi Samsung mempertahankan kapasitas 5.000mAh juga berkaitan dengan desain perangkat.

Dengan tidak meningkatkan kapasitas baterai secara ekstrem, perusahaan dapat menjaga dimensi dan bobot perangkat tetap dalam kategori flagship premium yang relatif tipis.

Penambahan baterai hingga 7.000mAh umumnya berdampak pada peningkatan ketebalan dan berat perangkat, yang tidak selalu sejalan dengan preferensi pasar kelas atas.

Selain faktor perangkat keras, optimalisasi sistem operasi terbaru yang digunakan Galaxy S26 Ultra turut berkontribusi terhadap efisiensi daya.

Sistem manajemen aplikasi latar belakang, pengaturan refresh rate adaptif pada layar AMOLED, serta efisiensi fabrikasi chipset berperan dalam menekan konsumsi energi tanpa mengorbankan performa.

Tren peningkatan kapasitas baterai memang terlihat semakin agresif di pasar Android pada 2025 hingga 2026.

Sejumlah vendor Tiongkok menghadirkan perangkat dengan baterai 6.500mAh hingga 7.000mAh sebagai diferensiasi utama, terutama untuk segmen pengguna heavy user dan mobile gamer.

Namun, pendekatan Samsung menunjukkan fokus berbeda: mempertahankan keseimbangan antara performa, desain, dan efisiensi sistem.

Pengujian ini sekaligus memperlihatkan bahwa ukuran baterai bukan satu-satunya indikator daya tahan perangkat.

Arsitektur chipset, optimalisasi perangkat lunak, serta efisiensi layar menjadi variabel yang semakin menentukan dalam pengalaman penggunaan sehari-hari.

Dalam konteks industri, hal ini mencerminkan pergeseran strategi dari sekadar “kapasitas besar” menuju “efisiensi menyeluruh”.

Bagi Samsung, hasil uji tersebut memperkuat posisi Galaxy S26 Ultra sebagai perangkat flagship yang mengedepankan keseimbangan performa dan daya tahan tanpa harus mengikuti tren peningkatan kapasitas ekstrem.

Baca Juga:Samsung Galaxy S26 Bisa Dicoba Gratis Lewat Web App Resmi

Sementara bagi pasar, dinamika ini menunjukkan bahwa inovasi di sektor baterai tidak lagi hanya soal angka mAh, melainkan integrasi teknologi secara keseluruhan dalam satu ekosistem perangkat.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU