Selular.ID – Bank CIMB Niaga mengumumkan kinerja keuangan tahun buku 2025 dengan mencatat laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp8,8 triliun, menegaskan posisi bank tersebut sebagai salah satu pemain utama di industri perbankan Indonesia.
Laporan keuangan yang diumumkan pada 26 Februari 2026 itu juga menunjukkan pertumbuhan intermediasi dan pendanaan yang stabil di tengah dinamika ekonomi dan sektor keuangan nasional.
Kinerja tersebut mencerminkan strategi bisnis CIMB Niaga yang berfokus pada penguatan fundamental, termasuk menjaga likuiditas, permodalan, serta diversifikasi sumber pendapatan.
Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menyatakan bahwa capaian sepanjang 2025 menunjukkan konsistensi bank dalam menjalankan strategi pertumbuhan yang disiplin dan berkelanjutan.
Menurut Lani Darmawan, penguatan fundamental tersebut memberikan landasan bagi CIMB Niaga untuk terus berkembang sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kesehatan bisnis melalui pengelolaan risiko yang prudent dan penguatan layanan kepada nasabah.
Sepanjang 2025, CIMB Niaga mencatat total kredit atau pembiayaan sebesar Rp238,3 triliun, tumbuh sekitar 4,5% secara tahunan (year-on-year).
Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja positif di sejumlah segmen utama perbankan, termasuk perbankan korporasi, usaha kecil dan menengah (UKM), serta perbankan konsumer.
Dari sisi pendanaan, bank juga membukukan peningkatan Current Account and Savings Account (CASA) atau dana murah sebesar 10,1% secara tahunan menjadi Rp189,5 triliun.
CASA merupakan indikator penting dalam industri perbankan karena mencerminkan kemampuan bank menghimpun dana berbiaya rendah yang dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat struktur pendanaan.
Pertumbuhan CASA ini sejalan dengan strategi CIMB Niaga dalam meningkatkan hubungan jangka panjang dengan nasabah melalui layanan perbankan digital serta pengembangan ekosistem transaksi.
Dalam beberapa tahun terakhir, bank juga aktif memperluas adopsi layanan digital untuk memperkuat pengalaman nasabah dalam mengakses berbagai layanan finansial.
Selain kinerja intermediasi, CIMB Niaga juga menjaga stabilitas struktur permodalan dan likuiditas. Pendekatan tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas aset sekaligus memastikan bank memiliki kapasitas untuk mendukung pembiayaan di berbagai sektor ekonomi.
Stabilitas permodalan dan likuiditas juga merupakan indikator yang diawasi oleh regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk memastikan kesehatan industri perbankan nasional.
Di tengah meningkatnya adopsi layanan digital di sektor keuangan, CIMB Niaga juga terus mengembangkan layanan perbankan digital melalui platform seperti OCTO Mobile dan OCTO Clicks.
Kedua layanan tersebut memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi keuangan, mulai dari pembayaran digital, transfer dana, hingga pengelolaan investasi secara daring.
Transformasi digital menjadi salah satu pilar penting dalam strategi bisnis CIMB Niaga. Bank menilai bahwa peningkatan layanan digital tidak hanya memperluas akses nasabah terhadap layanan perbankan, tetapi juga mendukung efisiensi operasional serta meningkatkan kualitas pengalaman pengguna.
Konteks ini sejalan dengan tren industri perbankan di Indonesia yang semakin mengandalkan teknologi digital untuk memperluas layanan finansial. Bank-bank nasional terus berinvestasi dalam pengembangan aplikasi mobile banking, sistem pembayaran digital, serta integrasi layanan keuangan dengan ekosistem digital yang lebih luas.
Selain fokus pada kinerja bisnis, CIMB Niaga juga menjalankan strategi keberlanjutan dengan mendukung pembiayaan yang berkaitan dengan transisi ekonomi rendah karbon dan pembangunan berkelanjutan.
Pendekatan ini mencerminkan tren global dalam industri keuangan yang semakin menempatkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Melalui kombinasi penguatan fundamental bisnis, ekspansi pembiayaan yang terukur, serta pengembangan layanan digital, CIMB Niaga menargetkan pertumbuhan berkelanjutan di tengah transformasi sektor keuangan.
Perusahaan menyatakan akan terus memperkuat kapabilitas teknologi, memperluas basis nasabah, serta meningkatkan kualitas layanan sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya di industri perbankan Indonesia.
Baca Juga:Â Nasabah CIMB Niaga Syariah Bisa Nabung Haji dengan OCTO Mobile



