Selular.ID – Biznet Gio memperkuat performa dan skalabilitas layanan cloud di Indonesia dengan mengadopsi prosesor server AMD EPYC sebagai fondasi utama infrastruktur komputasi mereka.
Langkah ini diambil untuk menjawab meningkatnya kebutuhan komputasi berperforma tinggi, khususnya untuk beban kerja kecerdasan buatan (AI) dan machine learning yang semakin berkembang di pasar cloud nasional.
Penerapan CPU server dari Advanced Micro Devices tersebut dilakukan pada berbagai layanan cloud Biznet Gio, mulai dari virtual machine hingga server bare metal.
Menurut perusahaan, penggunaan arsitektur prosesor ini membantu meningkatkan efisiensi operasional, memperluas kapasitas layanan, sekaligus menjaga harga layanan tetap kompetitif di tengah meningkatnya kebutuhan perangkat keras untuk AI.
“Biznet Gio Cloud adalah mitra cloud terpadu untuk solusi bisnis yang lengkap, andal, dan terjangkau dengan standar keamanan tertinggi serta dukungan 24/7,” ujar Saputro Aryulianto, VP of Technology Operations Biznet Gio.
Ia menambahkan bahwa perusahaan menargetkan tingkat ketersediaan layanan (Service Level Agreement/SLA) hingga 99,99% per bulan untuk menjaga kualitas layanan bagi pelanggan bisnis.
Biznet Gio menghadirkan berbagai layanan cloud, mulai dari virtual machine standar hingga solusi bare metal untuk kebutuhan komputasi yang lebih tinggi.
Pada 2025, perusahaan juga memperkenalkan layanan bare metal dengan akselerasi GPU untuk mendukung kebutuhan komputasi intensif seperti pemrosesan AI dan analitik data skala besar.
Menurut Saputro, salah satu tantangan utama dalam mengembangkan layanan cloud di Indonesia adalah kebutuhan skalabilitas dan elastisitas sistem.
Beban kerja pelanggan sering kali berubah dengan cepat, sementara ketersediaan komponen perangkat keras seperti RAM dan SSD di pasar global juga sempat mengalami tekanan akibat meningkatnya permintaan dari industri AI.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Biznet Gio mengembangkan infrastruktur cloud yang fleksibel.
Perusahaan menyediakan layanan virtual machine berbasis GPU melalui produk NEO GPU serta server bare metal dengan GPU melalui NEO Metal.
Pendekatan ini memungkinkan pelanggan memilih model komputasi yang sesuai, baik berbasis virtualisasi maupun server fisik dengan kontrol penuh terhadap sumber daya komputasi.
Dalam pengembangan infrastrukturnya, Biznet Gio telah menggunakan prosesor AMD EPYC sejak generasi seri 7003.
Saat ini perusahaan juga mulai mengadopsi generasi terbaru prosesor tersebut pada beberapa produk cloud.
Secara keseluruhan, Biznet Gio mengoperasikan lebih dari 350 server bare metal yang menggunakan prosesor AMD EPYC di berbagai pusat data.
Implementasi tersebut didukung oleh kerja sama dengan vendor server Hewlett Packard Enterprise (HPE), yang menyediakan sistem server untuk pusat data Biznet Gio.
Kolaborasi ini membantu perusahaan mengoptimalkan konfigurasi perangkat keras serta menekan biaya operasional infrastruktur.
Dari sisi teknis, Biznet Gio melakukan pengujian benchmarking internal sebelum mengimplementasikan prosesor AMD EPYC pada skala produksi.
Pengujian tersebut mencakup perbandingan performa dengan data benchmark industri untuk memastikan prosesor dapat memenuhi kebutuhan komputasi cloud perusahaan.
Menurut Saputro, kepadatan core yang tinggi pada prosesor AMD EPYC memungkinkan Biznet Gio meningkatkan efisiensi lisensi perangkat lunak berbasis socket hingga sekitar 20%.
Dengan jumlah core yang lebih besar pada satu prosesor, perusahaan dapat menjalankan lebih banyak workload tanpa menambah jumlah socket server.
Selain performa, efisiensi energi juga menjadi faktor penting dalam pemilihan prosesor. Biznet Gio menyebut penggunaan CPU AMD EPYC mampu menurunkan konsumsi daya pusat data hingga sekitar 8%.
Pengurangan konsumsi energi tersebut juga berdampak pada penurunan emisi karbon yang diperkirakan mencapai sekitar 2.100 kilogram per server.
Saat ini Biznet Gio mengoperasikan tiga region pusat data di Indonesia dan tengah menyiapkan region baru di Bali.
Infrastruktur baru tersebut direncanakan tetap menggunakan prosesor AMD EPYC sebagai platform utama server.
Di sisi lain, perusahaan juga mulai mengeksplorasi kemungkinan integrasi CPU AMD EPYC dengan akselerator GPU dari lini AMD Instinct. Integrasi ini masih berada pada tahap proof-of-concept, namun diharapkan dapat mendukung ekosistem komputasi AI yang lebih terbuka melalui platform perangkat lunak ROCm milik AMD.
Pengembangan infrastruktur ini sejalan dengan meningkatnya permintaan layanan GPU cloud di Indonesia.
Biznet Gio mencatat semakin banyak perusahaan yang membutuhkan virtual machine dengan GPU untuk menjalankan model AI dan machine learning.
Selain memperluas kapasitas komputasi AI, Biznet Gio juga merencanakan pengembangan layanan cloud tambahan seperti sistem DNS dan CDN berbasis infrastruktur internal perusahaan.
Layanan tersebut dirancang sebagai alternatif bagi penyedia global yang saat ini mendominasi pasar distribusi konten dan jaringan edge di Indonesia.
Dengan investasi berkelanjutan pada infrastruktur server dan akselerasi AI, Biznet Gio menargetkan penguatan posisi di pasar cloud domestik sekaligus membuka peluang ekspansi layanan ke kawasan Asia Pasifik dalam jangka panjang.
Baca Juga: Layanan AI Biznet Gio Dukung Akselerasi Industri



