Selular.ID – BDx Data Centers mengumumkan keberhasilan penerapan Standar Pusat Data Tropis SS 697:2023 yang dikembangkan oleh Infocomm Media Development Authority (IMDA) Singapura di fasilitas pusat data multi-tenant miliknya, SIN1 di Paya Lebar, Singapura.
Implementasi standar tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan operasi pusat data di iklim tropis sekaligus mengurangi konsumsi energi pendinginan sebagai bagian dari dukungan terhadap Green Data Centre Roadmap Singapura.
Standar SS 697:2023 dirancang untuk memberikan pedoman operasional bagi operator pusat data dalam mengelola kondisi termal fasilitas secara lebih efisien.
Melalui pendekatan ini, operator dapat menjalankan pusat data pada suhu yang lebih optimal tanpa mengurangi stabilitas sistem, sehingga beban energi untuk pendinginan dapat ditekan.
Chief Executive Officer BDx Data Centers, Mayank Srivastava, menjelaskan bahwa penerapan standar ini dilakukan langsung dalam lingkungan operasional aktif di fasilitas SIN1.
“Peningkatan efisiensi energi di lingkungan tropis memerlukan pelaksanaan yang disiplin dan pendekatan berbasis data. Dengan menerapkan Standar Pusat Data Tropis Singapura dalam lingkungan operasional, kami membuktikan bahwa peningkatan efisiensi dapat dicapai tanpa mengorbankan keandalan,” ujar Srivastava.
Di fasilitas SIN1, BDx menjalankan Temperature Increase Program (TIP) yang mulai diterapkan pada 2025.
Program ini menaikkan titik setel suhu operasional pusat data secara bertahap dari 23°C menjadi 25°C dalam kondisi yang terkendali dan sesuai dengan pedoman standar SS 697:2023.
Peningkatan suhu operasional tersebut dilakukan dengan pendekatan bertahap sambil memantau berbagai parameter penting secara real-time.
BDx mengawasi suhu, tingkat kelembapan, serta beban kerja sistem untuk memastikan stabilitas operasional tetap terjaga dalam lingkungan pusat data multi-tenant yang beroperasi secara langsung.
Menurut perusahaan, implementasi program ini menghasilkan pengurangan konsumsi energi pendinginan sebesar 7% tanpa mengganggu ketersediaan sistem.
BDx menyebut fasilitas tetap mempertahankan ketersediaan layanan 100%, sekaligus tetap mengikuti pedoman IMDA dan standar internasional dari ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers) yang mengatur batas suhu operasional perangkat teknologi informasi.
Standar ASHRAE sendiri menjadi referensi global dalam pengelolaan kondisi termal pusat data.
Pedoman ini menentukan rentang suhu dan kelembapan yang aman bagi perangkat IT, sehingga operator dapat meningkatkan efisiensi energi tanpa meningkatkan risiko gangguan perangkat keras.
Untuk memperkuat pengelolaan termal fasilitas, BDx Data Centers juga mengintegrasikan teknologi digital twin berbasis kecerdasan buatan (AI).
Digital twin merupakan representasi digital dari sistem fisik yang memungkinkan operator melakukan simulasi dan pemantauan performa secara real-time.
Dengan memanfaatkan model digital tersebut, sistem dapat menyesuaikan kinerja pendinginan secara dinamis berdasarkan kondisi aktual di pusat data.
Pendekatan ini memungkinkan pengaturan suhu yang lebih presisi sekaligus menjaga stabilitas operasional dalam lingkungan tropis yang memiliki tingkat suhu dan kelembapan relatif tinggi.
Selain optimasi infrastruktur internal, BDx juga bekerja sama dengan pelanggan untuk meningkatkan efisiensi energi di sisi perangkat teknologi informasi.
Perusahaan memfasilitasi pemanfaatan Energy Efficiency Grant (EEG) Singapura, sebuah program bantuan pemerintah yang mendukung penggunaan perangkat IT hemat energi yang telah disetujui untuk digunakan di pusat data komersial.
Melalui skema tersebut, pelanggan yang menempatkan perangkat di fasilitas BDx dapat mengadopsi peralatan dengan efisiensi energi lebih tinggi.
Pendekatan ini membantu menurunkan intensitas energi pusat data secara keseluruhan, sejalan dengan tujuan penerapan standar SS 697:2023.
Pemerintah Singapura melalui IMDA memang mendorong transformasi sektor pusat data menuju model operasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi digital dengan target dekarbonisasi dan pengelolaan energi yang lebih efisien.
Dalam beberapa tahun terakhir, Singapura menjadi salah satu pusat infrastruktur digital utama di Asia Pasifik.
Permintaan terhadap kapasitas pusat data meningkat seiring pertumbuhan layanan cloud, kecerdasan buatan, serta kebutuhan komputasi skala besar.
Implementasi standar pusat data tropis di fasilitas SIN1 memperkuat strategi BDx Data Centers dalam merancang infrastruktur berdensitas tinggi yang disesuaikan dengan karakteristik iklim Asia.
Pendekatan tersebut memungkinkan pusat data tetap mempertahankan keandalan layanan sekaligus mengurangi konsumsi energi operasional.
Penerapan SS 697:2023 di fasilitas operasional aktif juga menjadi contoh implementasi standar pusat data tropis dalam lingkungan multi-tenant yang kompleks.
Model ini menunjukkan bagaimana optimasi suhu operasional dapat menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan efisiensi energi di industri pusat data tanpa mengurangi stabilitas layanan digital yang menjadi tulang punggung ekonomi digital kawasan.
Baca Juga: BDx Data Centers Bangun Pusat Data AI Dengan Komputasi Terakselerasi NVIDIA



