Monday, 16 March 2026
Selular.ID -

Bank Saqu Edukasi Nasabah Waspada Penipuan Digital Jelang Idulfitri

BACA JUGA

Selular.ID – Bank Saqu meluncurkan kampanye literasi keamanan digital bertajuk “Awas Hantu Cyber” untuk meningkatkan kewaspadaan nasabah terhadap berbagai modus penipuan digital menjelang Idulfitri.

Inisiatif ini hadir di tengah meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat selama Ramadan, mulai dari belanja online, pengiriman uang, hingga pemanfaatan promo musiman yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.

Bank Saqu, yang merupakan bagian dari Astra Financial dan WeLab, menyatakan bahwa kampanye edukatif ini bertujuan memperkuat literasi keamanan digital nasabah di tengah meningkatnya ancaman penipuan berbasis teknologi.

Melalui pendekatan komunikasi yang lebih mudah dipahami, perusahaan ingin membantu masyarakat mengenali pola serangan digital sekaligus memahami langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam aktivitas finansial sehari-hari.

Angela Lew Dermawan, Chief Digital & Retail Business Officer Bank Saqu, mengatakan bahwa meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital menuntut kesadaran keamanan yang lebih tinggi dari pengguna.

“Di dunia digital saat ini, ancaman kejahatan siber sering datang tanpa disadari dan tidak selalu terlihat jelas, tetapi dampaknya bisa sangat nyata bagi masyarakat. Menjelang Idulfitri, ketika aktivitas transaksi digital masyarakat biasanya meningkat, kami ingin mengingatkan nasabah untuk tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan,” ujar Angela Lew Dermawan dalam keterangan resmi.

 

Kampanye “Awas Hantu Cyber” dikemas melalui pendekatan storytelling dengan menghadirkan karakter “hantu cyber” yang merepresentasikan berbagai modus penipuan digital yang umum terjadi.

Personifikasi tersebut dirancang untuk membantu masyarakat memahami ancaman digital dengan cara yang lebih sederhana dan mudah diingat.

Melalui konten edukasi ini, Bank Saqu memperkenalkan sejumlah bentuk penipuan yang sering muncul dalam transaksi digital, seperti pesan palsu terkait paket kiriman, penawaran promo fiktif, hingga upaya pelaku yang menyamar sebagai perwakilan institusi untuk meminta data pribadi atau kode OTP.

OTP atau One-Time Password merupakan kode verifikasi sekali pakai yang digunakan untuk mengamankan transaksi digital, sehingga penyalahgunaannya dapat berujung pada pembobolan akun keuangan pengguna.

Selain itu, kampanye ini juga menyoroti berbagai teknik serangan siber yang semakin berkembang, termasuk phishing dan social engineering.

Phishing merupakan metode penipuan dengan mengirimkan tautan atau pesan palsu yang menyerupai layanan resmi untuk mencuri informasi sensitif pengguna.

Sementara social engineering adalah teknik manipulasi psikologis yang digunakan pelaku untuk memancing korban agar memberikan data pribadi secara sukarela.

Menurut Bank Saqu, perkembangan layanan keuangan digital yang pesat membuat berbagai modus penipuan semakin kompleks dan sulit dikenali oleh masyarakat umum.

Oleh karena itu, edukasi keamanan digital menjadi bagian penting dari upaya perlindungan nasabah.

 

Data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan bahwa Indonesia mengalami ratusan juta anomali trafik siber setiap tahun yang berpotensi mengarah pada serangan digital.

Sementara laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat penipuan digital, termasuk social engineering dan penyalahgunaan OTP, diperkirakan melampaui Rp2,5 triliun sepanjang 2024.

Selain itu, laporan industri yang mencakup periode November 2024 hingga September 2025 mencatat lebih dari 274 ribu laporan penipuan finansial di Indonesia dengan estimasi kerugian publik yang mencapai lebih dari Rp6 triliun.

Data tersebut menunjukkan bahwa penipuan digital telah menjadi tantangan serius dalam ekosistem layanan keuangan berbasis teknologi.

 

Melalui kampanye “Awas Hantu Cyber”, Bank Saqu akan menghadirkan serial konten edukasi yang disebarkan melalui berbagai kanal digital perusahaan, termasuk media sosial dan platform digital lainnya.

Konten tersebut akan memperkenalkan berbagai karakter “hantu cyber” yang mewakili jenis penipuan yang berbeda, sekaligus memberikan panduan sederhana mengenai langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh pengguna.

Di sisi lain, Bank Saqu juga menyatakan terus memperkuat sistem keamanan internal serta meningkatkan mekanisme perlindungan transaksi digital untuk menjaga kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan digital.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman perbankan yang aman di tengah meningkatnya penggunaan layanan finansial berbasis digital di Indonesia.

Angela Lew Dermawan menegaskan bahwa peran bank tidak hanya menyediakan layanan keuangan, tetapi juga mendampingi nasabah dalam memahami risiko digital yang semakin kompleks.

Menurutnya, literasi keamanan digital menjadi faktor penting agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan finansial digital secara lebih aman dan bertanggung jawab.

Melalui kampanye edukasi ini, Bank Saqu berharap nasabah dan masyarakat luas dapat semakin memahami pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang berkembang di era transaksi berbasis teknologi.

Baca Juga: Indosat dan Bank Saqu Berkolaborasi Perluas Inklusi Keuangan Digital

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU