Tuesday, 17 February 2026
Selular.ID -

YouTube Diduga Sembunyikan Komentar untuk Tekan Pemblokir Iklan

BACA JUGA

Selular.ID – YouTube dilaporkan mengalami isu hilangnya kolom komentar pada sejumlah video, dan indikasi awal menyebut kondisi tersebut berpotensi terkait dengan upaya platform milik Google itu dalam membatasi penggunaan pemblokir iklan (adblocker).

Laporan ini mencuat pada Februari 2026 setelah sejumlah pengguna menyampaikan keluhan bahwa bagian komentar tidak muncul, meski video dapat diputar normal.

Berdasarkan laporan, sebagian pengguna menemukan bahwa kolom komentar kembali tampil setelah mereka menonaktifkan ekstensi adblocker di browser.

Temuan ini memunculkan dugaan bahwa hilangnya komentar bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan bagian dari mekanisme pembatasan terhadap akun atau perangkat yang terdeteksi menggunakan pemblokir iklan.

Sejauh ini, YouTube belum mengeluarkan pernyataan resmi yang secara spesifik mengonfirmasi bahwa penghilangan komentar merupakan sanksi langsung bagi pengguna adblocker.

Namun, perusahaan sebelumnya telah secara terbuka memperketat kebijakan terhadap pemblokir iklan, termasuk menampilkan peringatan, membatasi pemutaran video, hingga mendorong pengguna untuk berlangganan layanan premium.

Dalam beberapa tahun terakhir, YouTube memang meningkatkan upaya monetisasi seiring pertumbuhan konsumsi video daring global. Iklan menjadi sumber pendapatan utama bagi kreator dan platform.

Karena itu, penggunaan adblocker dipandang berdampak langsung terhadap ekosistem pendapatan tersebut.

Pada 2023 dan 2024, YouTube mulai menguji sistem yang mendeteksi pemblokir iklan dan menampilkan notifikasi agar pengguna menonaktifkannya atau beralih ke paket berbayar.

Fitur komentar sendiri merupakan bagian integral dari pengalaman pengguna di YouTube. Kolom ini memungkinkan interaksi antara kreator dan penonton, membangun komunitas, serta meningkatkan durasi keterlibatan (engagement).

Jika benar penghilangan komentar dijadikan bentuk pembatasan, langkah tersebut menunjukkan pendekatan yang lebih halus dibandingkan memblokir pemutaran video secara langsung.

Dari sisi teknis, pemblokir iklan bekerja dengan memfilter skrip atau elemen tertentu yang dimuat di halaman web.

Dalam beberapa kasus, pemblokiran skrip iklan dapat berdampak pada komponen lain yang terintegrasi dalam struktur halaman, termasuk sistem komentar yang berjalan berbasis skrip dinamis.

Artinya, tidak tertutup kemungkinan bahwa masalah ini juga dipicu oleh konflik teknis antara ekstensi browser dan pembaruan sistem YouTube.

Meski demikian, sejumlah pengguna melaporkan bahwa komentar tetap hilang meski telah melakukan penyegaran halaman, menghapus cache, atau mencoba browser lain dengan ekstensi serupa aktif.

Komentar kembali muncul hanya setelah adblocker dinonaktifkan sepenuhnya. Pola yang konsisten ini memperkuat dugaan bahwa sistem deteksi YouTube kini memengaruhi lebih banyak elemen antarmuka pengguna.

Google sebelumnya menegaskan bahwa iklan memungkinkan platform tetap gratis dan mendukung kreator konten.

Perusahaan juga menawarkan opsi berlangganan melalui YouTube Premium yang menghilangkan iklan sekaligus menyediakan fitur tambahan seperti pemutaran di latar belakang dan unduhan offline.

Strategi ini menjadi bagian dari diversifikasi pendapatan Google di tengah persaingan platform video dan tekanan pasar iklan digital.

Jika kebijakan pembatasan terhadap adblocker semakin diperluas, pengguna kemungkinan akan menghadapi lebih banyak pembatasan fitur, bukan hanya pemutaran video.

Bagi YouTube, menjaga keseimbangan antara pengalaman pengguna dan model bisnis berbasis iklan menjadi tantangan strategis, terutama di tengah meningkatnya kesadaran privasi dan penggunaan perangkat lunak pemblokir iklan secara global.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari YouTube terkait apakah hilangnya komentar merupakan kebijakan baru atau dampak tidak langsung dari pembaruan sistem.

Baca Juga:YouTube Akhirnya Tersedia di Apple Vision Pro Setelah Debut Dua Tahun

Perkembangan lebih lanjut akan bergantung pada klarifikasi perusahaan serta respons komunitas pengguna terhadap kebijakan anti-adblocker yang terus diperketat.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU