Selular.ID – Desain platform Meta dan YouTube akhirnya dibahas dalam persidangan yang digelar di California pada Senin, 9 Februari lalu.
Kedua platform ini dituding sengaja membuat anak-anak kecanduan.
Meta dan YouTube digugat oleh wanita berusia 20 tahun yang disebut sebagai Kaley GM.
Kaley menyatakan bahwa kedua raksasa teknologi tersebut sengaja mendesain platformnya menjadi aplikasi yang adiktif.
Hal ini dikonfirmasi oleh pengacara penggugat, Mark Lanier.
Lanier menyatakan kepada para juri bahwa Kaley kecanduan media sosial sejak usia muda karena desain aplikasinya.
Dokumen internal perusahaan pun diklaim mendukung dugaan mereka.
“Perusahaan-perusahaan ini membangun mesin yang dirancang untuk membuat otak anak-anak kecanduan, dan mereka melakukannya dengan sengaja,” kata Lanier selama persidangan, melansir Reuters, Rabu (11/2/2026).
Di sisi lain, pengacara Meta Paul Schmidt, menyoroti riwayat kesehatan penggugat.
Kaley diketahui mengalami depresi sehingga Schmidt mempertanyakan apakah hidup penggugat akan benar-benar berbeda jika aplikasi Instagram dihilangkan dari kesehariannya.
Pihak YouTube dijadwalkan akan menyampaikan pembelaan mereka di persidangan berikutnya.
Baca juga:
- Kemenko PMK Minta Google dan YouTube Beri Edukasi Bijak Berdigital dan Ber-AI
- Eropa Ancam Meta untuk Pulihkan Akses AI Pihak Ketiga di WhatsApp
Kedua perusahaan teknologi tersebut terus membantah tuduhan bahwa mereka sengaja merusak kesehatan mental pengguna remaja dan anak-anak.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, diperkirakan akan hadir memberikan kesaksian langsung dalam persidangan yang akan berlangsung hingga Maret ini.
Sementara itu, platform lain seperti TikTok dan Snap telah mencapai kesepakatan damai dengan penggugat sebelum sidang dimulai.
Hasil dari persidangan ini akan menentukan apakah Meta dan YouTube harus membayar ganti rugi atas rasa sakit dan penderitaan yang dialami pengguna.
Untuk menghindari denda yang cukup besar, kedua perusahaan harus membuktikan bahwa mereka tidak bersalah.




