Selular.ID – Xiaomi resmi menghadirkan Xiaomi Tag, perangkat pelacak barang berdesain ringkas yang kini tersedia di sejumlah pasar termasuk Eropa dengan harga agresif, berpotensi menjadi alternatif bagi solusi pelacakan seperti Apple AirTag dan perangkat serupa lainnya.
Peluncuran ini menandai langkah pertama Xiaomi memasuki kategori item tracker sebagai bagian dari strategi memperluas ekosistem aksesori pintar pada awal 2026.
Xiaomi Tag dipasarkan sebagai perangkat kecil yang bisa ditempelkan pada barang pribadi seperti kunci, tas, atau dompet untuk membantu penggunanya melacak lokasi barang.
Di beberapa toko ritel di Prancis dan Inggris, perangkat ini sudah tercatat tersedia dengan harga rekomendasi di bawah 20 euro per unit, sementara paket empat tag dibanderol sekitar 60 euro.
Harga ini secara substansial lebih rendah dibandingkan AirTag dari Apple yang umumnya dijual lebih dari 30 euro per unit.
Perangkat ini memiliki ketebalan sekitar 7,2 mm dengan bobot ringan, serta mengandalkan Bluetooth 5.4 dan NFC (near-field communication) untuk konektivitas dasar.
Xiaomi mengklaim baterai tipe koin standar CR2032 yang digunakan pada Tag dapat bertahan sekitar satu tahun sebelum perlu diganti, sehingga pengguna dapat terus memperoleh fungsi pelacakan tanpa harus sering mengisi ulang daya.
Tidak semua fitur yang sempat dibahas dalam bocoran awal hadir pada model yang kini tersedia. Xiaomi Tag belum menyertakan dukungan Ultra-Wideband (UWB), teknologi yang memungkinkan pelacakan jarak dekat lebih presisi dan biasanya menjadi keunggulan pada pelacak seperti AirTag.
Ketidakhadiran UWB ini berarti pelacakan lebih bergantung pada sinyal Bluetooth untuk menentukan lokasi perangkat di peta melalui ponsel.
Meski demikian, perangkat ini mendukung kompatibilitas lintas ekosistem pelacakan. Xiaomi Tag tercatat dapat terhubung dengan Apple Find My Network dan juga Google Find Hub/Google Find My Device, memungkinkan pengguna iOS maupun Android memanfaatkan jaringan ponsel di sekitar untuk membantu menentukan lokasi Tag saat berada di luar jangkauan langsung pemiliknya.
Fitur kompatibilitas lintas jaringan ini dipandang sebagai nilai tambah terhadap fungsi dasar pelacakan.
Kemampuan NFC pada perangkat ini juga mempermudah proses pairing awal dengan ponsel. Pengguna cukup mendekatkan tag ke ponsel yang kompatibel untuk memulai koneksi, kemudian mengintegrasikan Tag dalam sistem pelacakan perangkat melalui aplikasi yang mendukung jaringan pelacakan tersebut.

Peluncuran Xiaomi Tag dilakukan di tengah meningkatnya kompetisi di segmen perangkat pelacak barang, yang sebelumnya dikuasai pemain besar seperti Apple dan Samsung dengan Galaxy SmartTag.
Vendor lain seperti Motorola juga sudah merilis perangkat serupa seperti Moto Tag, yang menghadirkan dukungan UWB dan terintegrasi dengan jaringan pelacakan berbasis Android.
Kehadiran Xiaomi Tag menambah keragaman pilihan di pasar ini, khususnya bagi konsumen yang mencari perangkat dengan harga lebih terjangkau.
Desain fisik sederhana dan fokus pada fungsi dasar pelacakan melalui Bluetooth serta kompatibilitas lintas jaringan menunjukkan arah Xiaomi dalam merancang perangkat ini bagi pasar yang lebih luas.
Perangkat ini kini sudah dapat ditemukan di sejumlah toko online dan ritel di Eropa, dengan kemungkinan perluasan ke wilayah lain jika respon pasar terhadap pelacak ini positif.
Dengan Xiaomi Tag, perusahaan membuka babak baru dalam portofolio aksesori pintar yang bukan hanya sebatas perangkat wearable atau audio, tetapi juga perangkat utilitas sehari-hari yang membantu konsumen mengamankan barang pribadi mereka melalui teknologi konektivitas modern.
Baca Juga:Â Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Terlihat di NBTC, Siap Meluncur Global




