Selular.ID – Praktik food photography atau fotografi makanan semakin relevan di era digital, terutama bagi pelaku usaha kuliner dan kreator konten yang mengandalkan media sosial sebagai kanal promosi.
Seiring meningkatnya penggunaan kamera ponsel berteknologi tinggi, kebutuhan akan teknik pengambilan gambar makanan yang tepat menjadi faktor penting untuk menghasilkan visual yang menarik dan informatif.
Tren ini tidak terlepas dari pertumbuhan platform berbagi konten visual seperti Instagram dan TikTok yang mendorong pelaku usaha menampilkan produk secara estetis.
Foto makanan yang tajam, terang, dan menggugah selera terbukti meningkatkan engagement serta memperkuat identitas merek di ranah digital.
Di sisi lain, perkembangan teknologi kamera pada ponsel pintar dari berbagai produsen seperti Apple dan Samsung juga memudahkan proses produksi konten.
Fitur seperti sensor resolusi tinggi, mode portrait, hingga kecerdasan buatan untuk pengolahan gambar memungkinkan pengguna menghasilkan foto berkualitas tanpa kamera profesional.
Memanfaatkan Pencahayaan Alami
Pencahayaan menjadi elemen utama dalam food photography. Sumber cahaya alami dari jendela dapat membantu menampilkan warna asli makanan tanpa distorsi.
Cahaya alami cenderung menghasilkan bayangan lembut dan detail tekstur yang lebih terlihat. Penggunaan lampu tambahan diperbolehkan, namun perlu diatur agar tidak menciptakan bayangan keras atau warna yang terlalu kontras.
Memahami Komposisi dan Sudut Pengambilan
Komposisi menentukan fokus visual dalam sebuah foto. Teknik rule of thirds—membagi bidang gambar menjadi sembilan bagian imajiner—dapat membantu menempatkan objek utama secara proporsional.
Selain itu, pemilihan sudut juga berpengaruh. Sudut top-down atau flat lay cocok untuk hidangan di atas meja seperti pizza atau dessert, sementara sudut 45 derajat efektif untuk menampilkan dimensi makanan berlapis seperti burger atau kue.
Memaksimalkan Fitur Kamera Ponsel
Sebagian besar ponsel terkini telah dibekali fitur HDR (High Dynamic Range), yang berfungsi menyeimbangkan area terang dan gelap dalam satu frame.
Mode portrait juga dapat dimanfaatkan untuk menciptakan efek latar belakang blur (bokeh), sehingga makanan menjadi pusat perhatian. Pengaturan fokus manual dan exposure tingkat terang gelap gambar perlu disesuaikan agar warna tidak overexposed atau terlalu redup.
Menata Properti dan Latar
Elemen pendukung seperti piring, sendok, kain meja, atau bahan mentah dapat memperkaya cerita visual.
Namun, penataan harus tetap minimalis agar tidak mengalihkan perhatian dari objek utama. Warna latar sebaiknya kontras atau netral untuk menonjolkan warna makanan. Prinsip ini umum diterapkan dalam produksi konten komersial untuk menjaga konsistensi identitas visual.
Editing Secukupnya
Proses penyuntingan dapat dilakukan menggunakan aplikasi bawaan ponsel maupun perangkat lunak pihak ketiga. Penyesuaian brightness, contrast, saturation, dan sharpness perlu dilakukan secara proporsional.
Tujuannya mempertahankan tampilan alami makanan. Koreksi warna yang berlebihan berisiko menimbulkan persepsi berbeda dari produk aslinya, terutama bagi pelaku usaha kuliner yang memanfaatkan foto sebagai materi promosi.
Dalam konteks industri digital, kualitas visual menjadi bagian dari strategi pemasaran berbasis konten.
Foto makanan yang menarik bukan hanya memperkuat branding, tetapi juga berkontribusi terhadap keputusan pembelian konsumen di platform daring.
Laporan berbagai agensi pemasaran digital menunjukkan bahwa konten visual berkualitas cenderung memperoleh interaksi lebih tinggi dibandingkan teks semata.
Ke depan, integrasi kecerdasan buatan dalam sistem kamera dan aplikasi editing diperkirakan semakin mempermudah proses produksi konten visual.
Sejumlah produsen perangkat telah mengembangkan pemrosesan gambar berbasis AI untuk meningkatkan detail, pencahayaan, dan akurasi warna secara otomatis.
Baca Juga:Kamera AI Tak Jadi Fokus Utama Fotografi Smartphone di 2026
Dengan dukungan teknologi tersebut, pelaku usaha dan kreator konten dapat menghasilkan foto makanan yang lebih profesional hanya dengan perangkat ponsel.




