Wednesday, 11 February 2026
Selular.ID -

Tak Harus WhatsApp, Ini 5 Aplikasi Pesan Singkat yang Bisa Jadi Pilihan

BACA JUGA

Selular.ID – Bagi kalian pengguna Android yang mencari pengganti WhatsApp. Ada sejumlah aplikasi pesan sigkat yang bisa jadi rujukan, disusun berdasarkan fitur, model privasi, serta kemampuan teknis yang membedakan dari WhatsApp milik Meta.

Rekomendasi tersebut muncul di tengah dinamika pasar aplikasi pesan instan global yang semakin kompetitif, di mana berbagai platform berlomba menawarkan kombinasi fitur, privasi, dan pengalaman pengguna yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing segmen.

Berikut lima aplikasi sebagai alternatif utama untuk pengguna Android.
Lima aplikasi  tersedia di Google Play Store untuk perangkat Android dan menawarkan serangkaian fitur inti.

Seperti chat teks, panggilan suara dan video, serta berbagi media dan file, tetapi dengan pendekatan, model privasi, dan fitur tambahan yang berbeda-beda.

Signal
Signal adalah produk Signal Foundation yang menonjolkan keamanan dan privasi sebagai nilai jual utamanya. Semua pesan dan panggilan tercakup oleh enkripsi ujung ke ujung (end-to-end encryption/E2EE), termasuk fitur seperti pesan yang hilang otomatis.

Meskipun mirip dengan WhatsApp dalam mekanisme dasar, Signal tidak menyimpan konten percakapan yang dapat diakses oleh pihak ketiga, termasuk perusahaan pengembangnya sendiri.

Fitur ini menjadikan Signal relevan bagi pengguna yang menempatkan privasi sebagai prioritas utama.

Telegram
Sementara itu, Telegram – dikembangkan oleh Telegram FZ-LLC – menawarkan kemampuan sinkronisasi lintas perangkat yang kuat dan kapasitas skala besar untuk grup dan saluran publik.

Platform ini memberikan E2EE hanya pada mode percakapan tertentu (Secret Chats), sementara obrolan reguler tersimpan secara aman di cloud untuk akses pengguna dari berbagai perangkat.

Fitur lain termasuk stiker, tema, dan kemampuan bot yang luas untuk automasi dan interaksi komunitas.

Line
Entitas aplikasi Line, yang dikembangkan oleh LY Corporation, populer di Jepang dan beberapa pasar Asia lainnya, menambahkan dimensi kustomisasi visual melalui tema dan stiker yang beragam.

Aplikasi ini juga mendukung komunikasi suara dan video serta menonjolkan pengalaman pengguna dengan pilihan tema yang lebih ekspresif.

Berbeda sebagian besar pesaingnya, Line memungkinkan pendaftaran akun tanpa nomor telepon di banyak wilayah, meskipun tetap mendukung komunikasi berbasis internet.

Viber
Viber alternatif lain yang telah melampaui satu miliar unduhan di Google Play.
Platform ini memadukan enkripsi ujung ke ujung dengan serangkaian fitur aplikasi modern, termasuk chat grup, panggilan suara dan video, serta dukungan untuk bot AI yang dapat menjawab pertanyaan atau menciptakan konten kreatif bagi pengguna.

Fitur seperti pengingat dan catatan pribadi menambah dimensi utilitas komunikasi yang lebih luas daripada sekadar pesan teks.

Threema
Terakhir, Threema yang dikembangkan oleh Threema GmbH menonjolkan pendekatan maksimal terhadap privasi dengan pendaftaran akun yang tidak memerlukan nomor telepon atau alamat email.

Pengguna hanya menerima Threema ID acak yang memperkecil paparan identitas pribadi. Selain E2EE, aplikasi ini menyediakan fitur seperti pemindaian kode QR untuk verifikasi kontak dan opsi tata letak gelap-terang yang fleksibel.

Gambaran umum alternatif ini memperlihatkan beragam prioritas yang ditawarkan para pengembang aplikasi pesan instan.

Signal dan Threema lebih menekankan privasi end-to-end, sedangkan Telegram dan Viber menonjolkan kemampuan fungsional lebih luas dan integrasi lintas platform.

Line menawarkan pendekatan yang lebih personal dalam pengalaman visual pengguna.

Perkembangan ini bukan tanpa konteks pasar lebih luas. Platform alternatif Arattai Messenger dari Zoho Corporation pernah dilaporkan melebihi 5 juta unduhan hanya beberapa hari setelah peluncurannya pada Oktober 2025, menandakan permintaan kuat akan opsi lain di luar WhatsApp, terutama di pasar Asia Selatan.

Namun, aplikasi tersebut menghadapi kritik terkait model enkripsi dan perlindungan data, yang menunjukkan bahwa aspek privasi tetap menjadi isu utama dalam adopsi aplikasi pesan instan.

Perubahan preferensi pengguna ini mencerminkan dampak perkembangan regulasi privasi data global, persepsi keamanan digital, serta kebutuhan pengalaman pengguna yang lebih fleksibel.

Perusahaan teknologi komunikasi terus mempertimbangkan integrasi fitur baru sambil menanggapi kekhawatiran pengguna terhadap kontrol data pribadi dan interoperabilitas antar platform.

Mengamati tren ini, industri aplikasi pesan instan kemungkinan akan terus melihat diversifikasi layanan, dengan masing-masing entitas berfokus pada segmen pengguna tertentu, seperti privasi tinggi, fungsionalitas komunitas besar, atau pengalaman multimedia kaya.

Baca Juga:WhatsApp Segera Miliki Fitur Teman Dekat di Status ala Instagram

Pengguna Android kini memiliki beragam opsi alternatif terhadap WhatsApp sesuai preferensi fitur dan kebutuhan privasi mereka tanpa tergantung pada satu platform tunggal.

 

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU