Selular.ID – Pengguna Android, sistem operasi Google yang digunakan di mayoritas smartphone global, disarankan menghindari sejumlah praktik umum yang bisa berdampak negatif pada kinerja, keamanan, dan ketahanan perangkat.
Rangkaian hal yang perlu dihindari ini dirangkum dari panduan teknis yang diterbitkan oleh BGR, media teknologi internasional, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengalaman penggunaan perangkat Android.
Panduan tersebut menyoroti praktek-praktek yang sering diabaikan oleh pengguna Android namun berdampak pada fungsi ponsel secara keseluruhan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan pemeliharaan sistem operasi, manajemen aplikasi, keamanan data, serta kebiasaan penggunaan sehari-hari yang umum dilakukan namun justru berpotensi mengurangi performa perangkat jika tidak diperhatikan.
BGR mencatat bahwa pengabaian pembaruan perangkat lunak dianggap salah satu kesalahan besar yang masih sering terjadi. Sistem Android secara rutin menerima update sistem operasi (OS) yang mencakup patch keamanan, perbaikan bug, dan peningkatan performa.
Meski banyak ponsel Android menampilkan notifikasi pembaruan otomatis, instalasi tetap harus diaktifkan secara manual oleh pengguna. Melewatkan pembaruan ini dapat membuat perangkat rentan terhadap gangguan aplikasi, kompatibilitas, hingga celah keamanan.
Hal lain yang sering diabaikan adalah restart perangkat secara berkala. Restart atau boot ulang ponsel dapat membersihkan memori sementara dan menutup proses latar belakang yang tidak lagi diperlukan, sehingga membantu menjaga responsivitas sistem. Banyak pengguna hanya melakukan restart ketika ponsel mengalami masalah, padahal praktik ini membantu stabilisasi sistem dalam jangka panjang.
Dalam konteks keamanan, pengguna Android juga perlu menghindari pemasangan aplikasi dari sumber tidak dikenal. Play Store Google adalah platform resmi dengan mekanisme pemeriksaan dan proteksi keamanan yang lebih kuat. Sementara itu, aplikasi yang diunduh dari sumber pihak ketiga berisiko mengandung malware, adware, atau perangkat lunak berbahaya lain yang dapat mencuri data pengguna atau menyebabkan gangguan sistem.
Selain itu, panduan tersebut juga menekankan pentingnya memantau izin aplikasi. Saat menginstal aplikasi, perangkat akan meminta izin akses ke fitur ponsel seperti kamera, mikrofon, atau lokasi.
Tidak semua aplikasi membutuhkan izin tersebut untuk berfungsi. Misalnya, aplikasi senter tidak memerlukan akses lokasi. Pengguna dianjurkan meninjau izin ini dan mencabut akses yang tidak relevan demi menjaga privasi dan membatasi potensi penyalahgunaan data.
BGR juga mengingatkan bahwa pengaturan optimasi baterai harus dipahami dengan baik. Android menyediakan fitur seperti Battery Saver untuk mengurangi konsumsi daya saat baterai menipis, namun fitur ini bisa membatasi aktivitas latar belakang, penundaan notifikasi, atau penonaktifan fitur tertentu. Mengetahui kapan dan bagaimana mengaktifkan pengaturan ini dapat membantu pengguna mengelola baterai tanpa merusak pengalaman penggunaan.
Pengisian baterai yang tidak tepat juga disebut sebagai kebiasaan yang dapat memperpendek umur baterai. Menunggu baterai benar-benar habis lalu mengisi hingga penuh setiap kali sering dianggap praktik yang baik, tetapi itu justru bisa mempercepat siklus pengisian baterai lithium-ion, komponen umum di ponsel Android. Saran teknis modern menyarankan menjaga level baterai di kisaran menengah agar baterai tetap sehat dalam jangka panjang.
Masalah lain yang turut dibahas meliputi kapasitas penyimpanan rendah, yang dapat memperlambat sistem, mengganggu pembaruan, dan memblokir penyimpanan data baru. Android sendiri menyarankan pengguna memastikan ruang penyimpanan tersedia untuk sistem tetap berjalan dengan optimal dan menginstal pembaruan OS.
Keamanan data menjadi salah satu fokus panduan, misalnya saat menghubungkan ponsel ke komputer publik atau tidak dikenal. Komputer yang tidak terverifikasi dapat menjadi vektor penyebaran malware atau alat pencurian data melalui jalur USB. Fitur keamanan seperti USB restricted mode di Android membantu membatasi akses saat perangkat terkunci, namun kewaspadaan pengguna tetap diperlukan.
Poin lain yang ditekankan adalah pengaturan aplikasi latar belakang. Terlalu banyak aplikasi yang berjalan di latar belakang dapat menguras sumber daya, memperlambat respon sistem, dan meningkatkan konsumsi baterai tanpa disadari. Android menyediakan pengelolaan aplikasi melalui menu Settings yang memungkinkan pengguna meninjau penggunaan baterai dan menghentikan aplikasi yang tidak diperlukan.
Terakhir, panduan ini juga menekankan pentingnya cadangan data secara berkala. Smartphone menyimpan banyak informasi pribadi, foto, dan dokumen penting yang berisiko hilang akibat kerusakan perangkat atau gangguan perangkat lunak. Pengguna Android dapat menggunakan layanan cadangan cloud, seperti Google Drive, atau melakukan pemindahan data ke komputer untuk menjaga salinan cadangan yang aman.
Komponen Android yang terus berevolusi, termasuk mekanisme keamanan dan optimasi sistem, menunjukkan bahwa rutinitas pemeliharaan perangkat merupakan bagian integral dari pengalaman teknologi modern. Mengikuti rekomendasi teknis seperti yang dirangkum BGR membantu pengguna menjaga performa, stabilitas, dan keamanan ponsel Android dalam jangka panjang.
Baca Juga:Â Cara Pindahkan Data Android Lama ke Ponsel Baru Tanpa Ribet



