Selular.ID – Kemajuan perusahaan teknologi China di seluruh bidang sangat “luar biasa,” kata Sam Altman, pendiri OpenAI.
Seperti dlaporkan CNBC, komentar Altman muncul ketika China berlomba melawan AS untuk mengembangkan kecerdasan buatan umum (AGI) — di mana AI menyamai kemampuan manusia — dan menerapkan teknologi tersebut di seluruh masyarakat.
Laju kemajuan teknologi di “banyak bidang,” termasuk AI, “sangat cepat,” kata Altman.
Di beberapa bidang, perusahaan teknologi China berada di garis depan, sementara di bidang lain mereka tertinggal, tambahnya.
Negara tersebut sedang berupaya meningkatkan skala produsen chip dalam negeri yang diharapkan pada akhirnya dapat menyaingi perusahaan seperti Nvidia.
Banyak perusahaan AI mengalami lonjakan besar di bursa saham karena investor semakin yakin dengan potensi mereka.
Altman bukan satu-satunya pemimpin teknologi yang memperhatikan kemajuan perusahaan China. Salah satunya datang dari Brad Smith.
“Perusahaan teknologi Amerika harus “sedikit khawatir” tentang subsidi yang diterima pesaing mereka dari pemerintah China dalam perlombaan AI”, kata Presiden Microsoft Brad Smith.
Sebelumnya, pernyataan terbuka terhadap berbagai kemajuan signifikan yang diraih oleh perusahaan China juga dilontarkan oleh Jensen Huang.
Baca Juga:
- Sam Altman: Google Masih Ancaman Besar, OpenAI Sering “Code Red”
- Sam Altman Menilai Bahwa Pasar AI Tengah Mengalami Gelembung, Jadi Peringatan Bagi Investor
Alih-alih penilaian secara umum, CEO Nvidia itu lebih menyoroti kekagumannya kepada Huawei. Raksasa teknologi yang berbasis di Shenzhen itu, mampu bertahan di tengah sanski keras yang diterapkan oleh pemerintah AS, sejak pertengahan 2019.
Meskipun berada dalam situasi yang menegangkan dan penuh persaingan, imbas persoalan geopolitik, Jensen tetap memuji Huawei sebagai perusahaan terkuat di dunia teknologi.
Jensen mengatakan bahwa raksasa teknologi China itu merupakan salah satu perusahaan terkuat dalam sejarah dan patut dihormati.
Hal itu disampaikan Jensen saat menghadiri acara Center for Strategic and International Studies (CSIS) di AS pada Rabu (3/12).
Dalam pidatonya, Jensen yang berdarah Taiwan, menjelaskan bagaimana ia melihat Huawei di medan pertempuran teknologi chip AI.
Menurut Huang, Huawei tidak hanya besar dalam hal ukuran, tetapi juga memiliki pola pikir yang mendalam dan luas yang membantunya berkembang di bidang teknologi.
Jensen lebih lanjut menyatakan bahwa jika orang-orang melihat Huawei sekarang, mereka akan melihat betapa luar biasanya perusahaan ini di bidang mengemudi otonom.
Selain itu, perusahaan ini memiliki teknologi AI yang luar biasa yang patut mendapatkan perhatian dan penghormatan.
Huang menambahkan bahwa Huawei adalah perusahaan dengan kemampuan desain chipset AI, desain sistem, dan perangkat lunak sistem yang kuat, yang masih sulit bagi banyak perusahaan di luar sana.
“Huawei tidak hanya sangat inovatif, tetapi juga perusahaan dengan skala dan kekuatan yang luar biasa. Huawei jauh lebih besar daripada kami; dalam hal ukuran perusahaan, jumlah personel, dan kapabilitas teknologi. Huawei sangat mendalam dan luas. Siapa pun yang telah mengamati ponsel Huawei dengan saksama akan memahami keajaiban teknologi yang dimilikinya”, pungkas Jensen.



