Saturday, 7 February 2026
Selular.ID -

Samsung Exynos 2600 Bocor: Performa Gaming Setara Konsol

BACA JUGA

Selular.ID – Samsung Electronics kembali menjadi sorotan setelah bocoran informasi mengenai chip terbaru bernama Exynos 2600 tersebar di internet pada awal Februari 2026.

Chip ini disebut-sebut sebagai potensi “otak” baru ponsel pintar dengan kemampuan grafis kuat yang bisa mendorong pengalaman bermain gim mobile mendekati kualitas konsol.

Dalam bocoran tersebut, Samsung Exynos 2600 dijelaskan sebagai prosesor yang kemungkinan akan digunakan pada lini ponsel flagship terbaru Samsung Galaxy S26 Series.

Chip ini disebut sebagai salah satu yang pertama menggunakan teknologi proses fabrikasi 2 nanometer (nm), yang memungkinkan efisiensi daya lebih tinggi dan peningkatan performa dibandingkan generasi sebelumnya.

Menurut laporan bocoran spesifikasi yang beredar, Exynos 2600 bakal memiliki konfigurasi CPU 10 inti, termasuk satu inti utama berkecepatan tinggi, tiga inti performa, serta enam inti hemat daya.

Konfigurasi ini bertujuan untuk menyeimbangkan performa multitasking dan efisiensi energi dalam berbagai beban kerja, termasuk gaming dan aplikasi berat lainnya.

Selain itu, chip ini dilengkapi dengan GPU generasi baru hasil kolaborasi Samsung dengan AMD, yang dikenal sebagai Xclipse 960.

GPU tersebut diklaim lebih unggul dalam mengolah grafis kompleks, termasuk ray tracing — teknik rendering yang memberikan visual realistis melalui pantulan cahaya dan bayangan — sebuah elemen yang sebelumnya lebih umum ditemukan di konsol atau PC gaming.

Penggunaan teknologi 2nm dan desain komponen yang ditingkatkan di Exynos 2600 dipandang dapat mendorong skor pengujian grafis dan CPU lebih tinggi dibanding pesaing.

Dalam salah satu uji benchmark yang bocor, chip ini mencatat skor yang jauh lebih unggul dibandingkan rival utamanya saat menjalankan tes grafis intensif, menunjukkan potensi kuat dalam menangani gim mobile modern.

Kemampuan pengelolaan panas juga menjadi bagian penting dari desain Exynos 2600.

Bocoran menyebutkan adanya peningkatan pada struktur internal yang membantu menyalurkan panas lebih efektif, sehingga performa dapat dipertahankan pada level tinggi tanpa membuat perangkat cepat panas saat dipakai lama, terutama dalam sesi bermain game berat.

Ekspektasi lain dari bocoran ini adalah bahwa Exynos 2600 tidak hanya fokus pada performa grafis, tetapi juga menghadirkan peningkatan pada kemampuan pemrosesan AI (Artificial Intelligence) serta efisiensi energi dibanding generasi sebelumnya.

Meski begitu, beberapa detail teknis seperti kinerja di dunia nyata dan perilaku daya masih belum dikonfirmasi secara resmi oleh Samsung.

Sebelumnya, Samsung pernah mengonfirmasi bahwa Exynos 2600 akan menjadi chipset ponsel pertama menggunakan proses 2nm di pasaran.

Proses fabrikasi ini menggunakan teknologi Gate-All-Around (GAA) yang dirancang untuk meningkatkan densitas transistor, efisiensi daya, dan kinerja keseluruhan terhadap generasi sebelumnya.

Chipset ini diperkirakan bakal menjadi otak dari seri Galaxy S26, termasuk model dasar dan varian lainnya di beberapa pasar.

Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai apakah semua model dalam seri Galaxy S26 akan menggunakan Exynos 2600 secara global atau terbatas pada wilayah tertentu.

Di tengah bocoran ini, Samsung belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait spesifikasi final, performa, atau tanggal peluncuran pasti Exynos 2600.

Meski demikian, antisipasi di kalangan pengembang dan komunitas teknologi semakin tinggi karena potensi besar chip ini dalam mendorong pengalaman mobile gaming dan kinerja ponsel masa depan.

Kehadiran Exynos 2600 dipandang sebagai langkah penting bagi Samsung untuk bersaing lebih kuat dengan kompetitor chipset lain seperti Qualcomm dan Apple, terutama di segmen flagship yang menuntut perpaduan performa tinggi dan efisiensi energi.

Samsung diperkirakan akan mengumumkan detail lengkap Exynos 2600 seiring peluncuran resmi seri Galaxy S26, yang banyak pihak prediksi akan tiba pada awal 2026.

Baca Juga:Galaxy S26 Pakai Exynos 2600 2nm, Tapi Modemnya Terpisah

Perkembangan lebih lanjut masih dinantikan seiring Samsung melanjutkan strategi teknologi chip internalnya dalam menghadapi persaingan global.

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU