Selular.id – Pasar smartphone kelas menengah kembali memanas dengan kehadiran dua penantang kuat yang membawa spesifikasi tinggi namun tetap kompetitif dari sisi harga, yakni Infinix Note 60 Pro dan Redmi Note 15 Pro+.
Keduanya hadir dengan strategi yang serupa, yaitu membenamkan chipset terbaru Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4 yang dibangun di atas fabrikasi 4nm untuk efisiensi daya dan performa maksimal.
Fenomena ini menunjukkan bahwa persaingan di segmen *mid-range* tidak lagi hanya soal harga murah, melainkan adu inovasi pada fitur-fitur premium yang sebelumnya hanya ditemukan di lini flagship.
Kehadiran kedua perangkat ini mempertegas dinamika bisnis ponsel pintar di Indonesia, di mana Infinix terus merangsek naik menantang dominasi pemain lama seperti Redmi.
Dengan spesifikasi yang nyaris identik di sektor dapur pacu, konsumen kini dihadapkan pada pilihan detail yang sangat spesifik, mulai dari kecepatan refresh rate layar, kemampuan pengisian daya, hingga sertifikasi ketahanan air dan debu yang kian menjadi standar baru bagi pengguna mobile tanah air.
Infinix Note 60 Pro mencoba mencuri perhatian dengan mengunggulkan sektor visual melalui layar AMOLED 6,78 inci beresolusi 1,5K.
Keunggulan utamanya terletak pada refresh rate mencapai 144Hz, memberikan transisi layar yang lebih mulus dibandingkan standar 120Hz.
Di sisi lain, Redmi Note 15 Pro+ menawarkan dimensi layar yang sedikit lebih lapang, yakni 6,83 inci dengan panel AMOLED 1,5K namun tetap bertahan pada refresh rate 120Hz.
Perbedaan tipis ini menjadi krusial bagi para pemain gim kompetitif yang sangat mementingkan kelancaran visual saat beraksi di arena virtual.
Beralih ke sektor performa, kedua ponsel ini sama-sama mengandalkan Snapdragon 7s Gen 4. Meski menggunakan otak yang sama, skor benchmark Antutu 11 menunjukkan sedikit selisih tipis.
Infinix Note 60 Pro mencatatkan angka sekitar 1.106.xxx, sementara Redmi Note 15 Pro+ berada di kisaran 1.045.xxx. Perbedaan skor ini kemungkinan besar berasal dari optimasi perangkat lunak serta sistem pendinginan yang diterapkan masing-masing pabrikan.
Keduanya juga masih setia menggunakan teknologi RAM LPDDR4X dan penyimpanan internal berjenis UFS 2.2, sebuah kombinasi yang masih sangat mumpuni untuk menjalankan aplikasi berat maupun multitasking harian tanpa kendala berarti.
Sektor fotografi menjadi medan tempur yang paling mencolok perbedaannya. Redmi Note 15 Pro+ tampil percaya diri dengan sensor utama 200MP yang dilengkapi fitur OIS (Optical Image Stabilization) untuk stabilitas pengambilan gambar.
Resolusi tinggi ini memungkinkan pengguna melakukan cropping foto tanpa kehilangan detail yang signifikan. Sementara itu, Infinix Note 60 Pro memilih pendekatan berbeda dengan sensor 50MP yang memiliki bukaan lensa lebih lebar, yakni f/1.59 dan juga didukung OIS.
Bukaan lensa yang besar ini secara teori mampu menangkap lebih banyak cahaya, memberikan keunggulan saat pengambilan gambar di kondisi redup atau low-light.
Untuk urusan daya tahan, kedua perangkat ini dibekali baterai jumbo berkapasitas 6.500mAh, sebuah angka yang mulai menjadi tren baru untuk menjamin penggunaan seharian penuh bagi pengguna aktif.
Namun, teknologi pengisian dayanya memiliki karakter berbeda. Redmi unggul dalam pengisian kabel dengan kecepatan 100W, sedangkan Infinix memberikan paket yang lebih lengkap melalui pengisian kabel 90W ditambah dukungan wireless charging 30W.
Dukungan pengisian nirkabel pada Infinix ini menjadi nilai tambah tersendiri mengingat fitur tersebut biasanya hanya eksklusif untuk ponsel kelas atas.
Ketahanan fisik juga menjadi poin pertimbangan penting. Redmi Note 15 Pro+ melangkah lebih jauh dengan sertifikasi IP69K, yang berarti perangkat ini memiliki tingkat proteksi sangat tinggi terhadap debu dan semprotan air bertekanan tinggi.
Di sisi lain, Infinix Note 60 Pro hadir dengan sertifikasi IP64 yang lebih standar untuk perlindungan terhadap percikan air.
Dari segi harga, Infinix mematok Note 60 Pro mulai dari Rp5.499.000 untuk varian 8/256GB, sedangkan Redmi Note 15 Pro+ dibanderol sedikit lebih tinggi mulai dari Rp5.999.000 untuk varian memori yang sama.
Namun untuk varian yang tertinggi di RAM 12GB, Infinix Note 60 Pro dibanderol Rp 5.999.000 tapi untuk storage 256GB.
Sedangkan Redmi Note 15 Pro+ membekali storage lebih besar 12GB/512GB dibanderol Rp 6.799.000.
Melihat peta persaingan ini, pasar smartphone Indonesia akan semakin diuntungkan dengan pilihan yang beragam.
Konsumen yang mengutamakan kelancaran layar dan fitur pengisian nirkabel mungkin akan melirik Infinix, sementara mereka yang mengejar resolusi kamera ekstra besar dan ketahanan fisik yang lebih tangguh kemungkinan besar akan menjatuhkan pilihan pada Redmi.
Evolusi spesifikasi di kelas menengah ini diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan semakin tingginya ekspektasi pengguna terhadap perangkat yang mampu menunjang produktivitas sekaligus hiburan dalam satu genggaman.
Baca juga :Â Infinix Rilis Tablet Edukasi Xpad 30E dengan AI Tutor dan Harga Terjangkau



