Selular.id – Realme India akhirnya buka suara untuk menanggapi rumor yang ramai beredar terkait dugaan merger dengan Oppo serta isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di negara tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Realme menegaskan bahwa perusahaan tidak melakukan merger dengan merek mana pun dan saat ini hanya menjalankan proses restrukturisasi organisasi internal di India.
Isu ini mencuat setelah sejumlah laporan media menyebutkan bahwa Realme melakukan PHK besar-besaran di India, yang disebut-sebut dimulai dari tim penjualan.
Rumor tersebut kemudian berkembang menjadi spekulasi bahwa Realme akan kembali bergabung dengan Oppo sebagai sub-brand, seperti pada masa awal pendiriannya.
Namun, Realme membantah tegas kabar tersebut. Perusahaan menyatakan bahwa langkah yang diambil sepenuhnya bersifat internal dan tidak berkaitan dengan perubahan status merek ataupun afiliasi dengan perusahaan lain.
“Penyesuaian ini merupakan bagian dari optimalisasi organisasi berkelanjutan Realme India dan sejalan dengan tolok ukur industri normal. Penyesuaian ini tidak terkait dengan merek lain mana pun. Produk kami, kehadiran ritel, dan komitmen layanan tetap sepenuhnya tidak terpengaruh,” tulis Realme India dalam pernyataan resminya mengutip GSM Arena.
Realme juga menegaskan komitmen jangka panjangnya terhadap pasar India.
Perusahaan menyebut India sebagai salah satu pasar terpenting di luar China dan memastikan bahwa restrukturisasi ini tidak akan mengganggu ketersediaan produk, jaringan ritel, maupun layanan purna jual bagi konsumen.
“Realme tetap berkomitmen mendalam terhadap pasar India dan akan terus menjunjung misi kami untuk membuat teknologi lebih mudah diakses, melayani jutaan pengguna, serta menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” lanjut pernyataan tersebut.
Baca juga:
- Penyebab Realme Kembali Jadi Sub-Brand di Bawah Oppo
- Realme Mulai PHK Karyawan Saat Integrasi Kembali ke Oppo
Meski demikian, isu PHK tetap menjadi sorotan publik. Realme tidak merinci jumlah karyawan yang terdampak oleh restrukturisasi ini, namun menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari penyesuaian operasional yang lazim dilakukan di industri.
Kondisi industri smartphone global saat ini memang tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persaingan yang semakin ketat hingga penurunan permintaan di sejumlah pasar.
Di India sendiri, Realme harus bersaing dengan merek-merek besar seperti Samsung, Xiaomi, dan Vivo.
Sebagai informasi, Realme didirikan pada 2018 dan sempat beroperasi sebagai sub-brand Oppo sebelum akhirnya berdiri sebagai entitas independen.
Dalam beberapa tahun terakhir, Realme tumbuh pesat di India dengan fokus pada smartphone terjangkau dan inovatif, menjadikannya salah satu pemain penting di pasar tersebut.
Melalui klarifikasi ini, Realme berharap dapat meredam spekulasi yang berkembang serta menenangkan mitra bisnis, retailer, dan konsumen di tengah rumor yang beredar.
Perusahaan pun menegaskan akan terus berinovasi dan memperluas akses teknologi bagi masyarakat luas di pasar India.




