Selular.ID – Pasar smartphone lipat (foldable) global menunjukkan momentum yang melambat tajam sepanjang 2025, menurut laporan industri terbaru, membuka babak baru dinamika di segmen yang sempat dianggap masa depan ponsel pintar.
Penurunan pertumbuhan ini tercatat setelah beberapa tahun ekspansi kuat, ketika panel layar fleksibel dan model-model baru hadir di pasar.
Laporan riset dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa pengiriman panel layar lipat salah satu indikator awal produksi perangkat foldable menurun sekitar 4% pada 2025 setelah pertumbuhan datar sepanjang 2024.
Tren ini mencerminkan berkurangnya jumlah model foldable yang diluncurkan oleh produsen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati di tengah permintaan yang belum meluas.
Penurunan penjualan tidak hanya terjadi pada volume, tetapi juga pada pangsa pasar pemain dominan.
Samsung Electronics, pemimpin segmen foldable selama bertahun-tahun, melaporkan penurunan penjualan meskipun telah merilis seri terbaru Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7.
Perangkat lipat masih hanya menyumbang porsi kecil dari total penjualan smartphone global, dengan estimasi sekitar 1,5% dari keseluruhan pasar ponsel pintar.
Pelemahan sentimen konsumen terhadap perangkat lipat menjadi salah satu faktor penurunan, di mana beberapa analisis menunjukkan kekhawatiran atas harga, durabilitas, dan nilai tambah terhadap penggunaan sehari-hari.
Meskipun demikian, data regional menunjukkan bahwa pertumbuhan tetap terjadi di beberapa pasar tertentu.
China, misalnya, mencatat ekspansi signifikan dalam pengiriman foldable berkat tingginya permintaan untuk model dari Huawei dan merek lokal lainnya.
Dinamika pasar menunjukkan pergeseran kompetitif penting. Di China, pasar foldable terus berkembang dengan permintaan solid untuk produk inovatif dari Huawei yang memimpin pangsa pasar.
Di sisi lain, laporan dari TrendForce menunjukkan bahwa pada 2025 pangsa pasar Samsung di segmen foldable diproyeksikan turun dari sekitar 45,2% menjadi sekitar 35,4%.
Sementara merek China seperti Honor, Motorola, dan Xiaomi mencatat peningkatan pangsa masing-masing.
Meski momentum melambat, sejumlah firma riset seperti International Data Corporation (IDC) memperkirakan bahwa 2026 bisa menjadi titik balik bagi perangkat lipat.
IDC memproyeksikan pertumbuhan pengiriman foldable global mencapai sekitar 30% year-on-year pada 2026, didorong oleh beragam peluncuran produk baru termasuk model dengan desain tri-fold dan kemungkinan masuknya perangkat lipat dari Apple.
Perangkat baru yang direncanakan muncul pada 2026 menunjukkan bahwa pemain di pasar lipat terus memacu inovasi.
Samsung diperkirakan akan memperluas portofolio dengan model Galaxy Z TriFold awal tahun depan.
Sedangkan bocoran dari industri mengindikasikan Apple sedang menyiapkan foldable iPhone pertamanya untuk semester kedua 2026, yang diyakini dapat menarik basis pengguna baru serta meningkatkan adopsi perangkat lipat.
Selain itu, beberapa merek lain juga tengah menyiapkan model unggulan untuk memanfaatkan momentum 2026.
Misalnya, Oppo dikabarkan tengah menyiapkan Oppo Find N6, foldable flagship dengan peningkatan signifikan pada kamera dan performa dibanding generasi sebelumnya, serta harga yang kompetitif di segmen premium.
Munculnya produk-produk ini bertepatan dengan prediksi riset pasar yang melihat adanya peluang peningkatan adopsi apabila faktor harga, daya tahan, dan kegunaan sehari-hari foldable semakin diperkuat oleh para produsen.
IDC menyatakan bahwa kombinasi peluncuran model inovatif dan perluasan pangsa pasar di luar segmen konsumen awal dapat memacu pertumbuhan lebih luas pada 2026.
Pengembangan foldable tahun depan juga diproyeksikan mencakup diversifikasi format desain, termasuk model clamshell (layar lipat vertikal) dan book-style (layar lipat horizontal), yang masing-masing mencoba menjawab preferensi berbeda pada produktivitas dan portabilitas.
Seluruh dinamika ini terjadi di tengah tekanan pasar smartphone tradisional yang pertumbuhan globalnya melambat.
Menurut beberapa analis, inovasi di segmen foldable dapat menjadi salah satu faktor pendorong utama bagi pertumbuhan keseluruhan industri smartphone, terutama jika harga lebih kompetitif dan ekosistem aplikasi serta layanan teroptimasi untuk layar lipat.
Baca Juga:Layar Tanpa Lipatan Jadi Kunci Masa Depan Ponsel Lipat
Sebagai dampak perkembangan ini, 2026 diperkirakan menjadi tahun penting bagi perangkat foldable, di mana kombinasi peluncuran produk baru, ekspansi pangsa pasar di beberapa wilayah, dan potensi masuknya merek besar dapat mempercepat adopsi teknologi layar lipat secara lebih luas.




