Monday, 2 February 2026
Selular.ID -

Pernah Menikmati Masa Kejayaan Bisnis Ponsel, Sari Baldauf Mundur Dari Nokia

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Raksasa jaringan telekomunikasi, Nokia, mengumumkan pada Kamis (29/1), bahwa ketua dewan direksinya, Sari Baldauf, berencana untuk mengundurkan diri dan akan digantikan oleh Timo Ihamuotila.

Pengunduran diri Baldauf di tengah dorongan perusahaan ke arah kecerdasan buatan yang membantunya memenuhi ekspektasi pendapatan triwulanan.

Kinerja Nokia saat ini memang tidak sedang baik-baik saja. Laba operasional yang sebanding turun 3% menjadi 1,05 miliar euro ($1,26 miliar) pada kuartal keempat, secara umum sejalan dengan perkiraan rata-rata 1,01 miliar euro dari analis yang disurvei oleh LSEG.

Saham Nokia tercatat turun 6% pada perdagangan awal di Helsinki, menjadikannya salah satu saham dengan kinerja terburuk di indeks Stoxx 600 Eropa.

Perusahaan yang berbasis di Espoo, Finlandia, sedang melakukan salah satu upaya restrukturisasi terbesarnya setelah menjual divisi ponsel ikoniknya lebih dari satu dekade lalu, mengandalkan AI dan permintaan pusat data untuk mengimbangi pengeluaran yang lemah dan kerugian kontrak di 5G.

Untuk diketahui, Baldauf, adalah salah satu eksekutif Nokia yang paling lama menjabat. Ia telah memimpin dewan direksi sejak 2020 setelah kembali ke perusahaan pada 2018.

Baca Juga:

Masa jabatannya sebelumnya dari 1994 hingga 2005 bertepatan dengan kebangkitan Nokia sebagai pemimpin global di pasar telepon seluler.

Menjabat sebagai anggota Dewan Nokia sejak 2018, Baldauf adalah anggota Komite Tata Kelola Perusahaan dan Nominasi, Komite Personalia, dan Komite Strategi perusahaan.

Ia telah menyelesaikan gelar Master Administrasi Bisnis di Sekolah Ekonomi dan Administrasi Bisnis Helsinki, Finlandia dan gelar Sarjana Sains di Sekolah Ekonomi dan Administrasi Bisnis Helsinki, Finlandia. Baldauf memperoleh gelar doktor kehormatan di bidang Teknologi dan Administrasi Bisnis.

Baldauf juga menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekutif dan Manajer Umum Grup Bisnis Jaringan di Nokia dari 1998 hingga 2005.

Baldauf memegang berbagai posisi eksekutif di Nokia di Finlandia dan Amerika Serikat antara tahun 1983 dan 1998.

Sementara sang pengganti, Ihamuotila, yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua, adalah kepala keuangan Nokia dari tahun 2009 hingga 2016. Ia diperkirakan akan meninggalkan grup Swiss ABB pada akhir 2026.

Demi bisa bersaing di tengah perubahan pasar dan teknologi, Nokia sedang melakukan salah satu upaya restrukturisasi terbesarnya sejak menjual bisnis telepon selulernya yang ikonik lebih dari satu dekade lalu.

Perusahaan berupaya banting stir, mengandalkan permintaan AI dan pusat data untuk mengimbangi pengeluaran yang lemah dan kerugian kontrak di bidang 5G.

Tahun lalu, perusahaan tersebut menunjuk mantan eksekutif Intel, Justin Hotard, sebagai CEO untuk mempercepat transisi.

Namun, peringatan laba yang terkait dengan tarif impor AS dan dolar yang lebih lemah telah memukul margin, meningkatkan tekanan untuk pemangkasan biaya yang lebih dalam.

Pada November tahun lalu, Nokia mengumumkan strategi baru untuk menyederhanakan bisnisnya ke sektor AI, demi menggenjot pertumbuhan laba tahunan sebesar 60% dalam 3 tahun ke depan.

Mulai 2026, raksasa teknologi yang kini keteteran menghadapi Huawei dan ZTE itu, berencana melakukan reorganisasi menjadi dua bisnis utama.

Pertama, infrastruktur jaringan,yang didedikasikan untuk AI dan data center. Kedua, infrastruktur selular yang berfokus pada aktivitas telekomunikasi inti.

Dengan perubahan model bisnis itu, Nokia menargetkan laba operasi tahunan sebesar 2,7 miliar euro hingga 3,2 miliar euro pada 2028 mendatang, dibandingkan dengan 2 miliar pada tahun lalu.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU