Selular.ID – Persaingan pasar ponsel pintar kelas atas semakin memanas seiring munculnya bocoran spesifikasi dua perangkat yang digadang-gadang akan menjadi raja performa, yakni iQOO 15 dan Poco F8 Ultra.
Kedua ponsel ini kedapatan mengusung dapur pacu terbaru dari Qualcomm, Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang menjanjikan efisiensi daya serta lonjakan performa CPU dan GPU yang signifikan dibanding generasi pendahulunya.
Kehadiran chipset ini di kedua perangkat sekaligus menegaskan ambisi masing-masing merek untuk menguasai segmen flagship killer di pasar global maupun tanah air.
Dinamika industri seluler saat ini memang menuntut produsen untuk tidak hanya mengandalkan kecepatan prosesor, tetapi juga keseimbangan antara kualitas visual dan daya tahan perangkat.
iQOO 15 tampil dengan pendekatan layar LTPO AMOLED berukuran 6,85 inci yang mendukung refresh rate hingga 144Hz dan resolusi tajam 2K.
Penggunaan panel LTPO memungkinkan perangkat menyesuaikan laju penyegaran secara dinamis demi menghemat konsumsi baterai saat layar tidak menampilkan konten yang berat.
Di sisi lain, Poco F8 Ultra mencoba menarik perhatian pengguna melalui dimensi layar yang sedikit lebih lega, mencapai 6,9 inci. Meski resolusinya berada di angka 1,5K dengan refresh rate 120Hz, Poco nampaknya lebih memfokuskan daya tarik pada aspek fungsionalitas dan harga yang lebih kompetitif.
Strategi ini sejalan dengan identitas Poco sebagai merek yang kerap menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga yang lebih terjangkau bagi kantong konsumen muda atau para penggemar gim ponsel.
Sektor fotografi menjadi medan tempur selanjutnya yang tak kalah sengit. iQOO 15 membenamkan konfigurasi tiga kamera belakang yang semuanya memiliki resolusi 50MP.
Sensor utamanya menggunakan IMX921 dengan fitur penstabil gambar optik (OIS), didampingi lensa wide, serta lensa tele-foto IMX882 yang mampu melakukan perbesaran optik hingga 3 kali.
Konfigurasi ini dirancang untuk memberikan hasil gambar yang konsisten di berbagai kondisi pencahayaan, sekaligus memberikan detail yang tajam saat memotret objek jarak jauh.
Poco F8 Ultra tidak tinggal diam dengan menyematkan sistem kamera yang juga bertenaga, meski dengan sensor yang berbeda.
Kamera utamanya mengandalkan sensor LH950 50MP OIS, lensa JNS 50MP, serta lensa perbesaran 5X Zoom menggunakan sensor OV50M.
Keunggulan perbesaran optik yang lebih jauh pada Poco memberikan keleluasaan bagi pengguna yang gemar mengambil foto dari jarak yang cukup signifikan tanpa harus kehilangan kualitas gambar secara drastis. Untuk kebutuhan swafoto, keduanya kompak menyematkan kamera depan beresolusi 32MP.
Skor benchmark seringkali menjadi tolok ukur bagi para antusias teknologi untuk melihat sejauh mana optimasi perangkat lunak terhadap perangkat keras.
Berdasarkan data yang beredar, iQOO 15 mampu menembus angka Antutu 11 sebesar 3.894.xxx, unggul tipis dibandingkan Poco F8 Ultra yang berada di angka 3.887.xxx.
Selisih skor yang sangat tipis ini menunjukkan bahwa secara teori, pengalaman pengguna dalam menjalankan aplikasi berat maupun multitasking pada kedua perangkat ini hampir tidak akan memiliki perbedaan yang terasa secara nyata.
Kapasitas baterai menjadi pembeda yang cukup mencolok dalam komparasi kali ini. iQOO 15 dibekali baterai raksasa berkapasitas 7000mAh, sebuah angka yang cukup impresif mengingat dimensi ponsel modern saat ini.
Pengisian dayanya didukung teknologi kabel 100W dan nirkabel 40W. Sementara itu, Poco F8 Ultra membawa baterai 6500mAh dengan pengisian kabel yang sama cepatnya di 100W, namun memiliki keunggulan pada pengisian nirkabel yang lebih kencang, yakni 50W.
Kapasitas baterai yang lebih besar pada iQOO menjanjikan durasi penggunaan yang lebih lama, sementara Poco menawarkan fleksibilitas pengisian nirkabel yang lebih efisien.
Dari segi harga, iQOO 15 dipasarkan dalam beberapa varian memori, mulai dari Rp 12.999.000 untuk varian 12/256GB hingga Rp 15.999.000 untuk varian tertinggi 16/1TB.
Poco F8 Ultra mengambil langkah lebih agresif dengan mematok harga promo di angka Rp 11.599.000 dari harga eceran resmi (SRP) Rp 11.999.000.
Selisih harga ini tentu akan menjadi pertimbangan krusial bagi konsumen dalam menentukan pilihan, terutama bagi mereka yang memprioritaskan rasio antara harga dan performa.
Melihat peta persaingan ini, pasar ponsel premium tampaknya akan semakin kompetitif pada kuartal mendatang. iQOO lebih menonjolkan keunggulan pada sektor layar 2K yang lebih halus serta kapasitas baterai yang lebih masif.
Di seberang jalan, Poco F8 Ultra mengandalkan kemampuan zoom kamera yang lebih jauh serta penawaran harga yang lebih bersahabat tanpa harus mengorbankan performa mesin utama.
Pilihan akhir kini kembali kepada kebutuhan spesifik pengguna, apakah lebih memuja ketahanan baterai dan visual, atau lebih membutuhkan jangkauan kamera dan efisiensi biaya.
Baca juga :Â Poco F8 Basic Batal Masuk Indonesia, Apakah Tak Lolos TKDN?




