Selular.id – Pengamat gadget, Herry SW membeberkan sejumlah penyebab kenapa posisi Oppo terus tergerus di pasar smartphone Indonesia.
Herry membenarkan Oppo memang posisinya terus turun peringkat di sejumlah lembaga riset.
“Kalau melihat peringkat dari lembaga riset, Oppo memang kalah dalam hal market share,” ungkapnya.
Meski turun dalam market share, Herry menyebut laba yang Oppo raup masih tidak kalah.
“Namun, kalau bicara hitung-hitungan keuntungan, bisa jadi OPPO masih oke,” ungkapnya.
Menurutnya, laba Oppo ini masih bisa mereka raup karena vendor smartphone asal China ini fokus ke segmen atas atau flagship.
Seperti Selular beritakan sebelumnya, Oppo memang fokus mengeluarkan produk smartphone lipat atau foldable maupun smartphone gulung atau slidable/rollable.
Tidak hanya foldable, smartphone flagship Oppo juga menampilkan sejumlah keunggulannya seperti kamera hingga studio editor foto yang menggunakan AI.
Oppo dalam beberapa tahun terakhir ini juga menggandeng vendor kamera ternama dari Swedia, Hasselblad, untuk menanamkan lensa terbaiknya dalam produk smartphone mereka.
“Jadi, meski volume terlihat rendah, tetapi menurut saya, value masih bagus,” ungkap Herry.
Baca juga:
- Tercecer di Posisi Empat, Alarm Keras Bagi Oppo
- Dulu Kerap Jadi Raja Ponsel Indonesia, Di Mana Posisi Oppo Sekarang?
Akan tetapi, Herry menyebut keberhasilan Oppo di tahun 2019 hingga 2022 dengan menjadi raja handphone masih bisa terulang jika mereka kembali rajin mengeluarkan produk entry level.
Kalau ingin market share terlihat tinggi, OPPO perlu rajin mengeluarkan ponsel entry level,” ungkapnya.
“Namun, kalau dari hitung-hitungan bisnis kurang menggiurkan, mestinya OPPO tak perlu bersusah payah melakukan hal itu,” sambungnya.
Oppo Tergerus di Pasar Smartphone
Dalam laporan Omdia, Oppo yang biasanya sering menjadi raja handphone di Indonesia, kini berada di posisi ketiga bahkan keempat jika jumlah dari tiga merek Transsion digabungkan.
Hal yang sama juga dialami Oppo di negara-negara tetangga Indonesia dalam wilayah Asia Tenggara.
Di Filipina yang pasarnya serupa Indonesia, Oppo berada di peringkat keempat di bawah Transsion, Xiaomi dan Samsung.
Serupa dengan Filipina, pasar smartphone di Vietnam juga membuat Oppo berada di posisi keempat di bawah Samsung, Xiaomi dan Apple.
Bahkan di Malaysia, Oppo berada di posisi kelima di bawah Xiaomi, Samsung, Honor dan Vivo.
Kondisi lebih baik, diperoleh Oppo di pasar smartphone Tailand yang berada di posisi kedua di bawah Samsung.
Le Xuan Chiew, Manajer Riset di Omdia menyebut penuruan Oppo ini memang ada penyebabnya.
“Produk-produk dari Oppo ini menyerupai Vivo yang kini memprioritaskan nilai daripada volume, sementara HONOR dan Xiaomi berfokus pada peningkatan volume untuk memperluas penetrasi merek,” ungkapnya.



