Selular.ID – Meski sudah setahun kembali ke pasar smartphone di Indonesia, Honor masih belum bertaji memikat masyarakat tanah air.
Tentu saja jika tidak ada perubahan, Honor bisa mengulangi kesalahan tahun 2018 hingga 2019 lalu, di mana mereka hanya bertahan setahun lalu akhirnya hengkang dari Indonesia.
Menurut pengamat gadget, Herry SW menyebut jika Honor terlalu percaya diri untuk kembali ke pasar smartphone di Indonesia.
“Honor ini terlalu percaya diri masuk lagi ke Indonesia. Percaya diri di sini maksudnya dalam menetapkan harga jual, dan akibatnya harga terlalu mahal dan membuat orang tidak tertarik,” ujar Herry SW kepada Selular, Kamis (19/2/2026).
“Harga Honor akan terlihat jauh lebih menarik setelah setidaknya ada satu kali revisi harga atau turun harga,” sambungnya.
Tidak hanya terlalu percaya diri menetapkan harga jual, Honor juga menurut Herry, terkesan sangat berhati-hati.
Baca juga:
- Honor Belum Cair, Bakal Bertahan di Indonesia?
- Setahun Smartphone Honor di Indonesia: Hadir Lagi Tapi Tidak Bertaji
Berhati-hati dalam hal ini, dikatakan Herry, adalah keputusan seluruh strategi Honor yang bergantung dari kebijakan para ekspatriat mereka maupun dari kantor pusat di China.
“Saya perhatikan tim lokal Honor di Indonesia masih kurang bebas mengambil keputusan, hal ini yang membuat mereka tidak cair dengan market di Indonesia,” kata Herry.
Herry juga menyebut jika tidak ada perubahan, maka bisa dipastikan nasib Honor juga serupa dengan tahun 2018 hingga 2019 lalu.
“Jika ditanya berapa lama lagi Honor akan bisa bersaing? Kalau kondisinya begini-begini saja, ya perkembangannya pun bakal begini-begini saja juga,” tandasnya.




