Saturday, 28 February 2026
Selular.ID -

Pendiri Wikipedia Sebut Harga Bitcoin Bakal Anjlok Drastis

BACA JUGA

Selular.ID – Salah satu pendiri Wikipedia, Jimmy Wales menyebut harga dari aset kripto Bitcoin bakal anjlok drastis.

Jimmy Wales yang memang dikenal sangat skeptis kripto, kembali melontarkan kritik pedas terhadap Bitcoin (BTC).

Meski aset kripto terbesar di dunia ini terus mencatatkan pertumbuhan nilai, Wales tetap teguh pada pendiriannya bahwa Bitcoin tidak memiliki masa depan yang cerah sebagai mata uang arus utama.

Melalui unggahan di platform X pada 25 Februari 2026 yang dikutip The Street pada Sabtu (28/2/2026), Wales membagikan prediksi yang cukup mengejutkan.

Dia meramalkan pada 2050, harga Bitcoin akan terhempas hingga ke bawah level US$ 10.000 (setara dengan nilai dolar saat ini), atau bahkan jauh lebih rendah lagi.

Sebut Bitcoin Sebagai Kegagalan Total

Walaupun Wales tidak meyakini Bitcoin akan benar-benar lenyap menjadi nol karena desain teknisnya yang dianggap cukup kokoh, ia menegaskan Bitcoin adalah “kegagalan total” jika fungsinya adalah sebagai mata uang maupun alat penyimpan nilai (store of value).

“Bitcoin hanyalah aset spekulatif. Tidak ada bot AI yang mengadopsinya secara signifikan. Dukungan institusional yang ada saat ini pun murni bersifat investasi kejam, bukan karena alasan ideologis,” tegas Wales.

Baca juga:

Wales membandingkan Bitcoin dengan aset tradisional seperti emas, perak, perhiasan, hingga properti dan karya seni, yang menurutnya akan tetap mendominasi sebagai aset aman (safe haven).

Baginya, Bitcoin terlalu sulit digunakan, memiliki volatilitas yang liar, dan tidak diterima secara luas di masyarakat.

Harga Bitcoin Sekarang

Kritik Wales ini muncul di tengah tren harga yang sebenarnya kontradiktif dengan prediksinya.

Sejak 2020, saat harga BTC masih di bawah US$ 10.000, aset ini telah melonjak berkali-kali lipat hingga sempat menyentuh angka US$ 69.000.

Berdasarkan pantauan pasar terbaru, harga Bitcoin berada di level US$ 142.500 atau Rp1,1 Miliar (asumsi harga berjalan pada 2026).

Angka ini menunjukkan, terlepas dari keraguan para kritikus seperti Wales, minat pasar global terhadap aset digital ini masih menunjukkan tren yang sangat kuat.

Alasan Jimmy Wales Sangat Skeptis

Ketidaksukaan Jimmy Wales terhadap Bitcoin bukanlah hal baru. Sejak 2020, ia secara konsisten menyatakan bahwa dirinya tidak melihat alasan mendesak untuk menggunakan kripto dalam kehidupan sehari-hari.

Sentimen negatif Wales sering kali berfokus pada aspek kepraktisan. Pada Desember 2023, ia sempat menyindir Bitcoin dengan membandingkannya dengan perbankan konvensional.

Ia menyebutkan di dunia perbankan, sistem keamanan lebih menjamin nasabah, sementara di dunia kripto, sekali seseorang lupa kata sandi dompet digitalnya, maka seluruh asetnya akan hilang selamanya.

Bagi Wales, keandalan lembaga keuangan tradisional tetap menjadi standar utama yang belum bisa digantikan oleh teknologi rantai blok (blockchain) yang rumit.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU