Selular.ID – Nvidia dilaporkan tengah menyiapkan chip baru yang disebut sebagai salah satu terobosan terbesarnya untuk pasar kecerdasan buatan (AI).
Informasi ini mencuat pada 19 Februari 2026 dan mengindikasikan bahwa perusahaan asal Amerika Serikat tersebut akan memperkenalkan prosesor generasi terbaru yang ditujukan untuk pusat data (data center) dan beban kerja AI skala besar.
Langkah ini mempertegas posisi Nvidia sebagai pemain dominan dalam industri chip AI global.
Sejak lonjakan kebutuhan komputasi untuk model bahasa besar (large language models/LLM) dan komputasi generatif, Nvidia menjadi pemasok utama GPU (graphics processing unit) yang digunakan perusahaan teknologi, penyedia cloud, hingga lembaga riset.
Chip baru yang tengah disiapkan disebut membawa peningkatan signifikan pada performa komputasi AI dan efisiensi daya.
Fokusnya tetap pada akselerasi beban kerja AI generatif, termasuk pelatihan (training) dan inferensi, yaitu proses ketika model AI yang telah dilatih digunakan untuk menghasilkan respons atau prediksi.
Sebelumnya, Nvidia telah memperkenalkan arsitektur terbaru mereka dalam lini GPU data center seperti seri Hopper dan Blackwell.
Produk-produk tersebut dirancang untuk menangani kebutuhan komputasi intensif pada model AI skala besar.
Dengan rencana peluncuran chip baru ini, Nvidia diperkirakan ingin mempertahankan momentum inovasi di tengah persaingan ketat dengan perusahaan semikonduktor lain.
Dalam beberapa tahun terakhir, Nvidia memang menjadikan AI sebagai poros utama strategi bisnisnya.
Jensen Huang, CEO Nvidia, berulang kali menegaskan bahwa komputasi terakselerasi (accelerated computing) dan AI akan menjadi fondasi infrastruktur digital masa depan.
Nvidia tidak hanya menjual chip, tetapi juga mengembangkan ekosistem perangkat lunak seperti CUDA yang memungkinkan pengembang mengoptimalkan performa GPU untuk berbagai aplikasi AI.
Industri pusat data menjadi pasar utama untuk chip kelas atas Nvidia. Penyedia layanan cloud global memanfaatkan GPU Nvidia untuk membangun klaster AI berskala besar. Selain itu, perusahaan rintisan (startup) hingga korporasi mapan di sektor kesehatan, otomotif, manufaktur, dan keuangan juga mengandalkan infrastruktur AI berbasis GPU Nvidia untuk analitik data dan otomatisasi.
Chip generasi terbaru yang akan datang disebut dirancang untuk menghadirkan lonjakan performa dibandingkan generasi sebelumnya, sekaligus meningkatkan efisiensi energi.
Efisiensi daya menjadi isu krusial karena pusat data AI modern mengonsumsi listrik dalam jumlah besar.
Dengan arsitektur yang lebih optimal, Nvidia berupaya menjawab tantangan konsumsi energi sekaligus meningkatkan densitas komputasi per rak server.
Persaingan di pasar chip AI semakin intens. Sejumlah perusahaan semikonduktor dan teknologi besar mengembangkan prosesor AI internal guna mengurangi ketergantungan pada GPU pihak ketiga.
Namun, Nvidia masih memimpin dalam hal pangsa pasar GPU AI berkat kombinasi perangkat keras, perangkat lunak, dan ekosistem pengembang yang matang.
Selain peningkatan performa, chip baru ini juga diperkirakan akan mendukung interkoneksi berkecepatan tinggi untuk komunikasi antar-chip dalam satu sistem.
Fitur tersebut penting dalam skenario pelatihan model AI berskala triliunan parameter, di mana ribuan GPU harus bekerja secara paralel dan sinkron.
Langkah Nvidia menghadirkan chip AI generasi terbaru juga terjadi di tengah dinamika geopolitik dan regulasi ekspor teknologi tinggi.
Pemerintah Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir memberlakukan pembatasan ekspor chip AI canggih ke negara tertentu. Kondisi ini mendorong Nvidia untuk menyesuaikan strategi distribusi produknya di berbagai wilayah.
Secara bisnis, segmen data center telah menjadi kontributor pendapatan terbesar Nvidia, melampaui lini produk grafis konsumen.
Permintaan yang tinggi terhadap infrastruktur AI membuat perusahaan terus memperluas kapasitas produksi dan menggandeng mitra manufaktur semikonduktor global.
Dengan pengembangan chip baru ini, Nvidia kembali menegaskan komitmennya pada inovasi AI kelas atas.
Detail teknis lengkap, termasuk spesifikasi final, jadwal peluncuran resmi, dan ketersediaan komersial, masih menunggu pengumuman resmi dari perusahaan.
Baca Juga:Keputusan Nvidia dan AMD Setia pada TSMC Jadi Taruhan Bisnis Terbesar
Namun, arah strategisnya jelas: memperkuat dominasi di pasar chip AI dan menjawab kebutuhan komputasi generatif yang terus meningkat di tingkat global.



