Selular.ID – Meta mengumumkan mereka akan menutup situs web Messenger secara permanen pada April mendatang.
Setelah resmi ditutup, pengguna hanya bisa bertukar pesan di situs utama Facebook.Kursus pemasaran influencer
Setiap kali pengguna mengakses domain Messenger, mereka akan dialihkan ke fitur pesan di platform Facebook secara otomatis.
Meski domainnya dialihkan, seluruh ruang obrolan akan tetap ada karena data percakapan pengguna tidak akan hilang.
“Setelah messenger.com ditutup, Anda akan secara otomatis dialihkan untuk menggunakan facebook.com/messages untuk berkirim pesan di komputer,” tulis Meta di halaman bantuannya, Minggu (22/2/2026).
Jika pengguna hanya ingin mengakses Messenger tanpa membuka Facebook, mereka harus membuka platform perpesanan tersebut melalui aplikasi seluler.
Pasalnya, Meta masih memisahkan Messenger dan Facebook dalam dua aplikasi yang berbeda.
Baca juga:
- Cara Lindungi Remaja di Instagram, Facebook, Messenger
- WhatsApp Segera Miliki Fitur Teman Dekat di Status ala Instagram
Penggabungan Messenger ke situs utama Facebook ini menyusul penutupan aplikasi desktop Messenger untuk Windows dan Mac.
Hal ini dilakukan karena Meta ingin menyederhanakan ekosistem layanannya dengan mengurangi jumlah platform mandiri.
Beberapa pengguna mungkin akan keberatan dengan kebijakan baru ini.
Pasalnya, situs Facebook lebih berat untuk diakses sehari-hari jika pengguna hanya ingin mengobrol atau bertukar pesan dengan teman-temannya.
Sejarah Messenger dimulai sejak diperkenalkan sebagai Facebook Chat pada 2008 lalu.
Setelah hadir di Facebook, Meta memisahkan layanan perpesanan ini pada 2014 lalu sebelum akhirnya menyatukan kembali Messenger dan Facebook di 2023.



