Selular.ID – Sertifikasi military-grade pada gadget telah menjadi istilah umum di iklan produk elektronik seperti smartphone, tablet, dan laptop.
Tetapi istilah ini sering disalahpahami oleh konsumen karena tidak selalu mencerminkan penggunaan langsung oleh militer ataupun ketahanan ekstrem.
Istilah military-grade biasanya mengacu pada standar uji lingkungan yang dikembangkan oleh United States Department of Defense (DoD).
Terutama MIL-STD-810, yang dirancang untuk mengukur ketahanan perangkat terhadap kondisi ekstrem seperti suhu tinggi dan rendah, guncangan, getaran, debu, serta kelembapan.
Dalam konteks gadget konsumen, label ini menandakan bahwa perangkat telah menjalani serangkaian tes laboratorium tersebut, bukan bahwa perangkat itu secara resmi dipakai oleh angkatan bersenjata.
MIL-STD-810 sendiri bukan satu tes tunggal, tetapi kumpulan metode uji yang beragam sesuai dengan kondisi lingkungan berbeda.
Sebagai contoh, uji suhu ekstrem mengevaluasi komponen perangkat pada suhu sangat tinggi dan rendah, sedangkan uji guncangan mensimulasikan jatuhnya perangkat secara berulang dari ketinggian tertentu.
Produsen dapat memilih mana saja dari rangkaian uji tersebut yang dijalankan pada produknya, sehingga label military-grade tidak berarti perangkat menjalani seluruh pengujian dalam standar tersebut.
Dalam dunia gadget, klaim military-grade sering kali dipasarkan untuk menonjolkan ketangguhan fisik perangkat di luar penggunaan normal.
Misalnya, smartphone dengan sertifikasi ini mungkin lebih tahan terhadap jatuh dari ketinggian tertentu atau terhadap paparan debu dibandingkan dengan model tanpa sertifikasi serupa.
Namun, perlindungan terhadap air dan debu biasanya diukur melalui rating IP (Ingress Protection), seperti IP67 atau IP68, yang merupakan standar berbeda dari MIL-STD.
Untuk laptop, uji military-grade dapat mencakup evaluasi terhadap stabilitas termal (bagaimana perangkat menangani perubahan suhu), durabilitas engsel, serta ketahanan keyboard dan sasis terhadap guncangan dan getaran.
Perangkat yang lulus uji ini tidak otomatis “tak tergoyahkan”, tetapi menunjukkan bahwa pihak produsen telah menempatkan perangkat dalam skenario uji tertentu yang mensimulasikan kondisi ekstrem.
Namun, realitas di pasar konsumen menunjukkan bahwa klaim military-grade sering kali digunakan sebagai alat pemasaran yang menimbulkan kesan kuat tentang ketangguhan perangkat.
Meskipun tidak ada otoritas global yang mengawasi penggunaan istilah ini atau menentukan standar minimum yang seragam untuk semua produk.
Beberapa produsen mungkin hanya menjalankan sebagian kecil dari tes MIL-STD-810 yang relevan dengan aspek tertentu, sementara aspek lain seperti kekuatan guncangan atau tahan getaran tidak diuji.
Standar MIL-STD sendiri awalnya memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional militer, tetapi tidak berarti perangkat yang lulus uji tersebut siap untuk penggunaan di zona konflik atau lingkungan ekstrem sebenarnya.
Banyak produk yang lulus sertifikasi ini hanyalah perangkat komersial yang diuji di laboratorium sesuai skenario tertentu tanpa keterlibatan langsung militer.
Bagi konsumen, memahami sertifikasi military-grade berarti melihatnya sebagai indikator bahwa perangkat telah melalui pengujian lingkungan tertentu, yang bisa menambah toleransi perangkat terhadap jatuh, panas, atau lingkungan berdebu.
Namun, sertifikasi ini bukan jaminan mutlak terhadap ketahanan total perangkat dalam semua situasi.
Oleh karena itu, ketika menilai klaim military-grade, konsumen juga disarankan mempertimbangkan aspek lain seperti rating IP dan dokumentasi uji yang lebih rinci dari produsen bila tersedia.
Implikasi dari penggunaan istilah military-grade di pasar gadget menunjukkan adanya kebutuhan edukasi konsumen yang lebih baik tentang apa sebenarnya standar ini dan apa maknanya secara praktis.
Produsen yang mencantumkan sertifikasi tersebut di spesifikasi produk diharapkan menyediakan informasi lebih spesifik terkait metode uji yang dijalankan.
Baca Juga:Tecno Spark Go 3 Andalkan Fitur AI di Hp Rp1 Jutaan
Sehingga konsumen dapat mengevaluasi klaim tersebut secara lebih akurat berdasarkan konteks penggunaan mereka.




