Selular.ID – Earbuds Bluetooth kini tersedia dengan harga yang sangat terjangkau di pasar global, dengan banyak model yang dipasarkan jauh di bawah harga produk premium.
Faktor utama di balik harga murah ini mencakup produksi massal yang efisien, persaingan industri, serta pemangkasan komponen dan desain rumit, menurut sebagian analis industri teknologi.
Menurut mereka, salah satu alasan utama harga earbuds Bluetooth sangat rendah adalah skala produksi yang besar. Permintaan yang tinggi terhadap perangkat audio nirkabel mendorong pabrikan untuk memproduksi volume unit yang sangat besar.
Ekonomi skala besar ini memungkinkan biaya per unit turun sehingga produsen dapat menawarkan harga ritel yang kompetitif.
Selain itu, praktisnya banyak desain earbuds murah yang tidak inovatif memengaruhi harga akhir. Banyak model di segmen paling terjangkau pada dasarnya adalah tiruan atau versi modifikasi dari desain yang sudah ada, dengan sedikit investasi riset dan pengembangan dibandingkan perangkat kelas atas.
Upaya tersebut menekan biaya desain dan produksi yang kemudian tercermin pada harga jual ke konsumen.
Analis juga menyatakan bahwa murahnya harga tidak selalu berarti kualitas buruk secara mutlak, tetapi kompromi pada beberapa komponen dan material hampir tak terelakkan.
Komponen audio seperti driver speaker atau modul Bluetooth pada model murah seringkali menggunakan bahan dengan standar cost-down, sehingga performa suara atau keandalan konektivitas dapat berbeda dibanding model premium.
Analis teknologi memperkirakan penurunan biaya juga datang dari efisiensi lini produksi di kawasan manufaktur besar seperti China dan Vietnam.
Dengan fasilitas yang sangat otomatis dan volume produksi tinggi, biaya tenaga kerja dan produksi dapat ditekan, sehingga produk akhir bisa berada dalam kisaran harga murah di pasar global termasuk Indonesia.
Efisiensi ini sejalan dengan tren global di mana perangkat elektronik konsumen yang terstandarisasi diproduksi dalam jumlah massal untuk menekan biaya.
Perkembangan teknologi Bluetooth itu sendiri turut berkontribusi pada harga rendah. Chipset Bluetooth generasi terbaru, termasuk Bluetooth Low Energy (BLE), dirancang untuk konsumsi daya rendah dan biaya produksi lebih efisien dibanding generasi awal teknologi nirkabel yang lebih kompleks.
Hal ini mempermudah produsen untuk memasang kemampuan konektivitas stabil tanpa biaya tinggi.
Selain faktor teknis produksi, persaingan pasar global juga menjadi pendorong harga murah. Banyak merek teknologi, baik dari pemain besar seperti Samsung, Sony, atau Apple, maupun merek alternatif yang lebih kecil, berlomba menawarkan earbuds dengan fitur yang semakin lengkap di segmen harga rendah.
Persaingan ini membuat model-model murah semakin beragam dan fungsional, meskipun fitur lanjutan seperti active noise cancellation (ANC) atau codec audio premium masih sering kali eksklusif bagi perangkat kelas atas.
Dari sisi fitur, sebagian besar earbuds Bluetooth murah saat ini sudah mendukung versi Bluetooth terbaru (misalnya Bluetooth 5.0 atau lebih tinggi), yang menawarkan konektivitas lebih stabil serta konsumsi energi yang efisien.
Ini menunjukkan bahwa penurunan harga tidak selalu berarti ketiadaan teknologi mutakhir, namun memang terdapat diferensiasi dalam kualitas komponen suara dan fitur tambahan yang ditanamkan di perangkat tersebut.
Tren tersebut sejalan dengan perubahan konsumsi perangkat audio di era pascapenghapusan jack audio 3,5mm pada banyak smartphone modern.
Konsumen kini mencari opsi audio nirkabel yang nyaman dan murah sebagai pengganti perangkat berkabel, sehingga segmen earbuds Bluetooth murah tumbuh pesat.
Pertumbuhan ini turut mendorong pabrikan untuk mempertahankan harga rendah demi penetrasi pasar yang lebih luas.
Meski demikian, analis industri memperingatkan bahwa ada batasan kualitas yang umum ditemukan di model sangat murah.
Beberapa model Bluetooth murah memiliki kualitas pengerjaan dan material yang kurang solid, serta kemungkinan masalah seperti kualitas audio yang tidak setara dengan perangkat premium atau rentan terhadap masalah konektivitas.
Para analis menyarankan konsumen mencari keseimbangan antara harga dan kualitas agar mendapatkan nilai penggunaan yang optimal.
Sebagai akibat perkembangan pasar ini, persaingan di segmen perangkat audio nirkabel diperkirakan akan terus meningkat sepanjang 2026.
Produsen diperkirakan akan terus mencari cara menekan biaya produksi sambil mempertahankan fitur penting seperti ketahanan baterai, kualitas suara yang layak, dan kenyamanan penggunaan, sehingga ekosistem earbuds Bluetooth semakin beragam dari sisi harga dan kemampuan.
Baca Juga:Â Headphone Bluetooth dan Radiasi: Fakta Ilmiah di Balik Kekhawatiran





