Monday, 9 February 2026
Selular.ID -

Masih Wacana, Rencana Penerapan Verifikasi Biometrik untuk Anak

BACA JUGA

Selular.id – Wacana penggunaan teknologi biometrik pengenalan wajah (face recognition) pada anak dalam mengakses media sosial masih dalam tahap diskusi, jelas Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria.

Wacana ini diklaim bertujuan untuk memberikan pelindungan kepada mereka, seperti melindungi data pribadi.

“Face recognition? Nah ini juga lagi didiskusikan, karena ada beberapa sisi yang harus kita lindungi juga. Misalnya data pribadi anak-anak dan lain-lain,” kata Nezar, (6/2/2026).

Namun dia menegaskan face recognition buat anak di medsos ini masih dalam diskusi, termasuk dengan melibatkan para platform.

Menurut Nezar, mereka perlu mematuhi seluruh regulasi yang berlaku di Tanah Air dan jangan sampai berbenturan.

“Dalam diskusi ya, termasuk juga di platform. Dan kita harus comply dengan semua aturan juga, jangan misalnya untuk peraturan ini, lalu nanti bertabrakan dengan peraturan yang lain,” tegas dia.

Di samping itu, Nezar menilai anak-anak mudah memanipulasi usia di medsos.

Baca juga:

Contohnya, apabila pengguna media sosial masuk ke sebuah platform dan mendaftarkan diri, lalu ditanya tahun kelahiran, maka dengan gampangnya dapat dipalsukan oleh siapa pun yang ingin mengaksesnya.

Oleh karena itu, Komdigi mengaku telah berkolaborasi dengan sejumlah platform untuk mendorong mereka memberikan solusi teknologi.

Dia juga menyebut beberapa platform kini tengah melakukan uji coba teknologi yang bakal digunakannya, termasuk teknologi deteksi usia berbasis perilaku (age inferential).

Nezar menjelaskan, teknologi tersebut memakai satu algoritma tertentu untuk melihat kebiasaan satu pengguna.

Jika mereka biasa membuka sejumlah konten anak-anak dan mendadak terdapat anomali dalam mengaksesnya, kemudian hal itu secara otomatis sistem akan membaca, menyimpulkan, dan dapat diblokir.

“Sampai kemudian diketahui apakah dia cukup umur atau tidak,” tutur Nezar.

“Jadi itu yang sedang kita exercise. Jadi prinsipnya, kalau hanya himbauan, hanya dengan pendekatan meminta batas umur dan itu tidak ada solusi teknologi, saya kira dalam praktiknya kita menghadapi banyak kendala,” tandasnya.

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU