Monday, 9 February 2026
Selular.ID -

Lebih dari 1 Miliar Pengguna Android Rentan Serangan karena Tidak Lagi Dapat Patch

BACA JUGA

Selular.ID – Google, pemilik dan pengembang sistem operasi Android, memperingatkan bahwa lebih dari satu miliar perangkat Android aktif di seluruh dunia kini rentan terhadap serangan keamanan karena tidak lagi menerima pembaruan keamanan penting.

Peringatan ini disampaikan dalam konteks distribusi sistem Android terbaru yang menunjukkan puluhan persen perangkat masih menjalankan versi lama yang tidak lagi mendapat patch, sehingga membuka celah bagi malware dan spyware untuk mengeksploitasi sistem.

Google menjelaskan bahwa sekitar 40 % perangkat Android tidak lagi menerima pembaruan keamanan resmi, karena menjalankan Android 12 atau versi yang lebih lama.

Ketidaktersediaan pembaruan ini berdampak langsung pada kemampuan perangkat untuk menghadapi ancaman perangkat lunak berbahaya (malware) dan perangkat pengintai (spyware), yang terus berkembang dengan eksploitasi baru.

Menurut data distribusi Android terbaru per Desember 2025, hanya sekitar 57,9 % perangkat Android yang menjalankan Android 13 atau versi lebih baru, yang masih menerima pembaruan keamanan bulanan dari Google dan mitra pembuat perangkat.

Sebaliknya, sisanya  diperkirakan lebih dari 1 miliar unit — sudah tidak lagi mendapatkan patch, sehingga tetap rentan terhadap eksploitasi yang telah diketahui.

Pakar keamanan siber dari firma seperti Zimperium sebelumnya menggarisbawahi masalah fragmentasi Android  kondisi di mana banyak versi OS yang berbeda tersebar luas di basis pengguna karena beragam pabrikan dan model perangkat  sebagai faktor utama menghambat pembaruan tepat waktu dan cakupan keamanan yang merata.

Menurut Zimperium, pada titik tertentu selama satu tahun kalender, lebih dari 50 % perangkat seluler menggunakan versi OS yang usang dan berpotensi kompromi.

Sebagai perbandingan, ekosistem perangkat lain seperti iPhone yang dikembangkan oleh Apple Inc. menunjukkan persentase yang jauh lebih tinggi dari unit aktif yang menerima pembaruan keamanan secara serentak, karena kontrol terpusat Apple atas hardware dan software. Hal ini menunjukkan perbedaan mendasar antara model pembaruan Android dan iOS.

Google juga mencatat bahwa sebagian mekanisme perlindungan bawaan Android, seperti Google Play Protect, masih mendukung perangkat yang lebih tua (misalnya yang menjalankan Android 7 ke atas) dengan tanda tangan malware terbaru dan pemindaian ancaman secara real-time, tetapi perlindungan ini tidak menggantikan kebutuhan akan patch keamanan sistem operasi itu sendiri.

Para pengguna Android disarankan untuk mengecek status pembaruan perangkat mereka melalui pengaturan (Settings > About Phone > Android Version) dan mempertimbangkan upgrade ke perangkat yang mendukung Android 13 atau versi lebih baru jika saat ini menjalankan versi yang sudah tidak lagi menerima patch keamanan.

Hal ini menjadi langkah utama untuk mempertahankan perlindungan terhadap ancaman siber yang terus berkembang.

Masalah rentannya perangkat Android terhadap ancaman keamanan bukan fenomena baru. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kerentanan kritis telah diidentifikasi di platform Android dan komponen terkait.

Termasuk kasus zero-day dan eksploitasi aktif yang mempengaruhi privasi serta integritas data pengguna.

Perangkat yang tidak menjalankan versi yang diperbarui semakin berisiko karena kelemahan semacam itu tidak lagi ditutup dengan patch oleh pembuat OS atau pabrikan.

Selain itu, data distribusi Android terbaru menunjukkan rendahnya adopsi versi Android terbaru seperti Android 16, yang hanya digunakan oleh sekitar 7,5 % perangkat.

Rendahnya penetrasi versi terbaru ini juga mempersempit jumlah pengguna yang mendapat pembaruan keamanan terbaru dan fitur perlindungan canggih dari Google.

Peringatan dari Google ini datang di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman siber yang menargetkan perangkat mobile.

Dengan beragam metode serangan yang terus berevolusi, dari malware tersembunyi dalam aplikasi hingga eksploitasi sistem inti, perangkat yang tidak lagi menerima pembaruan keamanan menjadi target empuk bagi pelaku kejahatan digital.

Google menegaskan bahwa keputusan pabrikan untuk menghentikan dukungan pembaruan merupakan salah satu faktor utama di balik kerentanan ini.

Sebagai contoh, banyak model Android lawas yang tidak bisa ditingkatkan ke versi Android yang lebih baru karena keterbatasan hardware atau kebijakan dukungan pabrikan.

Oleh karena itu, Google terus mendorong produsen perangkat untuk memperpanjang periode dukungan pembaruan agar basis pengguna lebih terlindungi.

Baca Juga:Tips Privasi Android: 7 Langkah Lindungi Data dari Pengintaian Online

Dengan lanskap ancaman yang terus bergerak cepat dan fragmentasi ekosistem Android yang luas.

Peringatan ini menjadi sinyal penting bagi pengguna dan pabrikan untuk memberikan perhatian lebih pada pembaruan keamanan sebagai bagian integral dari pengalaman penggunaan perangkat selule

 

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU