Selular.id – Operator seluler tanggapi permintaan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk turunkan harga kuota internet.
Permintaan untuk turunkan harga kuota internet tersebut diungkapkan oleh Menteri Komdigi, Meutya Hafid saat acara peresmian Permen Komdigi Nomor 7 Tahun 2026 terkait tata kelola kartu SIM berbasis biometric, Selasa (27/1/2026) lalu.
Tak hanya itu, Meutya Hafid meminta operator seluler untuk menaikkan kualitas jaringan internet sampil menurunkan harga internet saat ini.
Dia menyebut percepatan jaringan internet merupakan bagian dari tata kelola jaringan telekomunikasi yang lebih baik sehingga operator dihimbau untuk meningkatkan kecepatan internet.
“Tata kelola yang lebih baik lainnya yang kita sudah lihat dan kita minta kepada operator seluler terus melakukan lebih banyak lagi adalah kecepatan internet,” pungkas Meutya.
Sejalan dengan permintaan peningkatan kualitas internet, Komdigi juga menghimbau operator seluler untuk menyediakan harga internet yang tetap terjangkau dan juga kompetitif.
Sehingga nantinya kualitas layanan internet yang semakin baik tersebut tidak membebani masyarakat.
“Dan yang terakhir, harganya juga tolong tidak mahal-mahal ya. Jadi, pertama aman, kedua kecepatannya ditambah dan juga satu lagi harganya harus bersaing,” tambahnya.
Baca juga:
- ATSI Berharap BHP Operator Seluler Dihapuskan Karena Alasan Ini
- ATSI Peringatkan Lelang 2,6 GHz Bisa Picu Beban Regulator Opsel Naik 28%
Sudah Sangat Murah
Terkait permintaan tersebut, Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Merza Fachys menyebut bahwa harga internet yang saat ini berlaku di Indonesia sudah terjangkau dan kompetitif.
“Kalau bicara seluler, saya yakin harganya sudah sangat murah. Coba bandingkan dengan negara-negara tetangga, per gigabyte berapa?” ungkap Merza usai acara forum Indonesia Digital Outlook 2026, Jakarta, Kamis (29/1).
Ia menyebut perlu adanya perbedaan pandangan mengenai layanan internet antara internet fixed broadband dengan internet seluler karena menurutnya, harga layanan internet seluler sudah sangat terjangkau.
“Mungkin kalau bicara internet rumah atau internet fixed broadband, mungkin beberapa masih ada yang perlu ditinjau. Tapi kalau internet seluler harganya murah,” tambahnya.
Terkait kecepatan internet yang masih terus digenjot, Merza juga mengatakan bahwa saat ini operator sudah memulai melakukan peningkatan kualitas.
Hanya saja, seperti yang diketahui bahwa kondisi geografis Indonesia berbeda dengan negara lain, tidak semua wilayah memiliki kondisi seperti di kota-kota besar.
“Oleh sebab itu apa usulan kita? Segera kita perbaiki kualitas ini, dengan dua cara. Pertama, daerah-daerah yang agak di luar kota dan daerah-daerah rural, 4G nya kita perbaiki dan di dalam kota kita perbaiki dengan 5G. Jadi tidak semuanya harus 5G,: usulnya.
Dalam peningkatan jaringan 4G di daerah rural ini bisa dilakukan dengan penambahan spektrum dan penguatan backbone di daerah-daerah tersebut.
Terlebih soal fiber optik dimana di wilayah rural, tantangannya lebih besar karena fiber optic-nya belum merata dan proses yang juga berlapis-lapis.
“Masalahnya menggelar fiber optic ke daerah-daerah ini memang panjang ceritanya. Bukan sekedar investasinya yang mahal, tapi juga masalah deployment, pekerjaannya juga besar. Jaraknya yang panjang, perizinannya, nah itu yang utama,” jelasnya.



