Selular.ID – Seorang warga asal Malaysia, Arsyan Ismail, memperoleh US$70 juta dolar atau setara dengan Rp1,1 triliun (asumsi kurs Rp16.797/US$) dari hasil penjualan nama domain ai.com pada April 2025 lalu.
Domain tersebut dijual kepada salah satu pendiri sekaligus chief executive officer (CEO) platform pertukaran mata uang kripto Crypto.com, Kris Marszalek.
Arsyan, yang menarik perhatian dunia karena kesepakatan bernilai tinggi tersebut, awalnya memperoleh domain itu pada 1993 saat berusia 10 tahun dengan menggunakan kartu kredit sang ibu.
Alih-alih membelanjakannya untuk mainan atau permainan, dia malah membeli domain ai.com seharga US$100 atau sekitar RM256 (sekitar Rp200 ribu) kala itu, melansir MalayMail, Rabu (11/2/2026).
Pada saat itu, ibunya bingung dengan tagihan tersebut karena tak mengerti apa itu domain dan hanya melihat pengurangan acak pada laporan kartu kreditnya.
Lalu Arsyan menjelaskan bahwa keputusannya sepenuhnya bersifat pribadi: huruf “AI” di domain tersebut secara kebetulan cocok dengan inisial namanya sendiri.
Dia tidak meramalkan munculnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) atau memiliki rencana jangka panjang.
Baca juga:
- Domain .com Memasuki Usia 40 Tahun, Berikut Sejarahnya!
- Biaya Hosting dan Domain untuk Website di 2025
Domain tersebut akhirnya dijual kepada Kris Marszalek, seusai terdaftar dengan harga US$100 juta pada Maret 2025.
Penjualan ini diyakini sebagai salah satu transaksi nama domain terbesar yang sempat diungkapkan kepada publik.
Di samping itu, Arsyan, yang kini berusia 43 tahun, sudah menghabiskan lebih dari tiga dekade di sektor teknologi, mengerjakan proyek-proyek internet sejak masa remajanya.
Dia telah berkontribusi pada platform seperti Kawanster, Nuffnang, dan Friendster sebelum mendirikan 1337 Tech pada 2013 lalu.
Sebagai salah satu pengguna awal Bitcoin (BTC), Arsyan tetap aktif dalam pengembangan rantai blok atau blockchain—teknologi yang digunakan sebagai sistem penyimpanan atau bank data secara digital—dan mata uang kripto.
Serta, juga dikenal sebagai kolektor aset digital langka termasuk alamat e-mail ultra-pendek, domain web, dan pengidentifikasi Ethereum Name Service (ENS) atau teknologi terdistribusi berdasarkan blockchain Ethereum (ETH) yang memberikan penamaan lebih sederhana.
Terkait penjualan domain tersebut, Arsyan menyarankan adanya kehati-hatian dalam negosiasi dengan sejumlah individu ultra-kaya (ultrahigh net worth individual/UHNWI).
“Jangan terlalu banyak bernegosiasi atau mencoba ‘memancing’ mereka, atau Anda bisa berisiko kehilangan kesepakatan. Itu adalah saran utama saya untuk transaksi di level ini,” kata dia.




