Selular.ID – Dalam rangka memperingati Safer Internet Day sedunia, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Google dan YouTube mengumumkan serangkaian inisiatif strategis untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan aman bagi masyarakat Indonesia, khususnya anak dan keluarga.
Pengumuman ini disampaikan pada awal Februari 2026 sebagai bagian dari penguatan AKSI Digital (Anak & Keluarga Sigap Digital) yang tengah berjalan secara nasional.
Kolaborasi lintas sektor ini menempatkan kesejahteraan digital, ketahanan komunitas, serta pembentukan perilaku daring yang positif sebagai fokus utama.
Pemerintah dan platform digital sepakat bahwa pertumbuhan ekosistem digital nasional harus dibarengi dengan tanggung jawab bersama, mengingat penetrasi internet dan platform berbagi video telah menjadi bagian dari keseharian jutaan keluarga Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa pembangunan manusia di era digital tidak bisa dilepaskan dari teknologi.
“Anak-anak Indonesia harus sehat secara fisik, mental, moral, sosial, dan spiritual. Kepintaran tanpa kesehatan nilainya menjadi nol,” ujarnya.
Menurut Pratikno, kehadiran platform digital merupakan keniscayaan, namun harus diiringi dengan inovasi teknologi yang memudahkan perlindungan dan edukasi digital agar dapat dipatuhi secara luas oleh masyarakat.
Penguatan Kepemimpinan Digital Berbasis Komunitas
Sebagai langkah konkret, Kemenko PMK dan Google meluncurkan Program Percontohan Youth Champions, yang dirancang untuk memperkuat ketahanan digital di tingkat lokal.
Program ini melibatkan pelatihan duta muda atau youth champions yang akan berperan sebagai penggerak literasi dan keamanan digital di komunitas masing-masing.
Melalui pendekatan peer-to-peer, para youth champions dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengedukasi lingkungan sekitar mengenai penggunaan internet yang aman, etis, dan bertanggung jawab.
Pendekatan ini dinilai relevan karena disesuaikan dengan konteks budaya lokal, sekaligus memperkuat rasa kepemilikan komunitas terhadap isu keamanan digital.
Model ketahanan berbasis komunitas ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menekankan kolaborasi antara negara, industri teknologi, dan masyarakat.
Dengan melibatkan generasi muda secara langsung, pesan-pesan keamanan digital diharapkan lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga:
- Google Perluas Quick Share Kompatibel dengan AirDrop ke Banyak Ponsel di 2026
- OpenAI Siapkan Produk Perdana: Earbuds Bertenaga AI
YouTube Gandeng Kreator Lokal untuk Edukasi Digital
Selain penguatan kepemimpinan komunitas, YouTube juga meluncurkan seri konten edukasi hasil kolaborasi dengan Kemenko PMK dan sejumlah kreator digital ternama Indonesia.
Sedikitnya 10 kreator terlibat dalam inisiatif ini, termasuk Kinderflix, Devina Hermawan, Kok Bisa, dan Parentalk.
Konten yang dihadirkan mengusung pendekatan storytelling yang dekat dengan keseharian keluarga dan anak muda.
Tujuannya tidak hanya mendorong perilaku positif di dunia maya, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental serta keseimbangan penggunaan teknologi digital.
YouTube memandang platformnya sebagai sumber pembelajaran lintas usia.
Danny Ardianto, Kepala Hubungan Pemerintahan dan Kebijakan Publik YouTube Asia Tenggara, menyebut bahwa YouTube telah berkembang menjadi ruang kelas digital yang dipercaya.
“Sebanyak 96% guru di Indonesia telah menyertakan YouTube dalam tugas sekolah mereka,” ujar Danny, menekankan peran platform tersebut dalam mendukung pendidikan nasional.
Pendekatan Perlindungan Anak di Dalam Dunia Digital
Dalam pengembangan ekosistem yang aman, YouTube mengedepankan filosofi melindungi anak di dalam dunia digital, bukan memisahkan mereka sepenuhnya dari teknologi.
Pendekatan ini diwujudkan melalui peningkatan fitur dan standar perlindungan bagi pengguna muda.
Sejumlah fitur baru dan yang disempurnakan kini tersedia untuk membantu orang tua dan keluarga, antara lain:
-
Shorts timer, penghitung waktu khusus untuk konten Shorts guna mengontrol durasi konsumsi konten singkat.
-
Bedtime reminders, pengingat waktu tidur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.
-
Proses pendaftaran yang lebih ringkas dan ramah keluarga.
Fitur-fitur tersebut dirancang untuk memberdayakan orang tua dalam menetapkan batasan digital yang sehat, sekaligus mendukung kebiasaan daring yang lebih seimbang bagi anak dan remaja.
Standar Rekomendasi Konten Remaja yang Lebih Ketat
Upaya menciptakan lingkungan digital aman juga tercermin dalam peningkatan standar rekomendasi konten bagi remaja.
YouTube menerapkan prinsip kualitas baru yang menekankan kesesuaian usia, nilai edukatif, serta aspek kesejahteraan mental.
Panduan baru bagi kreator juga disiapkan untuk memastikan konten yang ditujukan bagi penonton muda tetap menyenangkan, relevan, dan memperkaya wawasan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang YouTube dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan pengguna muda.
Google.org Dukung Kesejahteraan Digital 300.000 Orang Indonesia
Komitmen terhadap kesejahteraan digital tidak berhenti pada fitur dan konten.
Melalui Google.org, Google mengalokasikan dana filantropi sebesar USD 5 juta untuk mendorong kesejahteraan digital kaum muda di Asia Tenggara.
Di Indonesia, dana tersebut disalurkan melalui kolaborasi Yayasan Plan International Indonesia dan ICT Watch.
Inisiatif ini menargetkan lebih dari 300.000 remaja, orang tua, dan guru, dengan fokus pada peningkatan literasi digital dan pembentukan hubungan yang sehat dengan teknologi.
Program ini merupakan bagian dari ID-COP (Indonesia Digital Citizenship Online Program), yang menyediakan berbagai sumber daya praktis bagi komunitas lokal.
Pendekatan yang digunakan menitikberatkan pada pemberdayaan, bukan sekadar pembatasan, agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara optimal dan bertanggung jawab.
Sinergi Pemerintah dan Platform Digital
Kolaborasi antara Kemenko PMK, Google, dan YouTube mencerminkan model sinergi baru dalam pengelolaan ekosistem digital nasional.
Pemerintah berperan sebagai pengarah kebijakan dan fasilitator, sementara platform digital menghadirkan inovasi teknologi dan jangkauan luas ke masyarakat.
Pratikno menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Google dan YouTube terhadap kebijakan Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ruang digital yang aman, nyaman, dan berpihak pada tumbuh kembang anak-anak Indonesia.




