Saturday, 28 February 2026
Selular.ID -

ITSEC Asia dan UNFPA Rilis SHECURE Digital Nasional

BACA JUGA

Selular.ID – PT ITSEC Asia Tbk  bersama United Nations Population Fund (UNFPA) resmi meluncurkan program nasional “SHECURE Digital” di Jakarta, 27 Februari 2026, sebagai inisiatif perlindungan perempuan dan anak di ruang digital.

Inisiatif ini hadir di tengah tingginya angka kekerasan digital terhadap perempuan. Berdasarkan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024.

Sekitar 7,2 juta perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan digital oleh bukan pasangan sepanjang hidup mereka.

Kelompok usia 15–24 tahun tercatat sebagai yang paling rentan. Secara global, hampir dua dari tiga perempuan dilaporkan pernah mengalami kekerasan digital dalam berbagai bentuk, mulai dari pelecehan daring hingga penyalahgunaan data pribadi.

Patrick Dannacher, Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk,menyatakan perlindungan digital perlu berangkat dari pengalaman nyata masyarakat.

Ia menilai banyak perempuan menghadapi risiko di ruang siber tanpa menyadarinya sebagai bentuk kekerasan.

“irancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui pendekatan yang relevan dengan situasi sehari-hari,”ujar Patrick, di Jakarta, (28/02/26).

Sementara itu, Hassan Mohtashami, Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia,  menegaskan bahwa kekerasan digital berdampak langsung pada kesehatan mental dan masa depan perempuan serta anak.

Sehingga kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun perlindungan berkelanjutan.

SHECURE Digital dibangun di atas tiga pilar utama yang mencakup pencegahan, perlindungan, dan pemberdayaan.

Pilar pertama, SHECURE CLASS, berfokus pada edukasi dan literasi pertahanan diri digital bagi perempuan dan remaja.

Program ini memberikan pemahaman praktis terkait manajemen privasi, keamanan akun, perlindungan data pribadi, hingga langkah menghadapi ancaman seperti penipuan digital dan penyalahgunaan informasi.

Pilar kedua, SHECURE SHIELD, menghadirkan perlindungan teknis berbasis pendekatan privacy-first.

Konsep ini menempatkan kendali data di tangan pengguna tanpa praktik pengawasan berlebihan. Pendekatan tersebut dirancang agar perlindungan berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak privasi individu.

Pilar ketiga, SHECURE VOICES, mendorong advokasi dan partisipasi komunitas melalui kampanye kesadaran, ruang dialog, serta penguatan suara perempuan dan generasi muda.

Fokusnya membangun budaya digital yang saling menghormati sekaligus membuka ruang aman bagi korban untuk berbicara dan mencari bantuan.

Dalam pidatonya, Menteri KemenPPPA Arifah Choiri Fauzi menyampaikan bahwa respons terhadap kekerasan digital harus berbasis data dan diperkuat reformasi struktural.

Ia mengungkapkan bahwa pada 2024 diperkirakan 23,3 juta perempuan mengalami kekerasan fisik, seksual, atau psikologis, sementara 7,5 persen perempuan Indonesia pernah mengalami pelecehan daring.

Pemerintah, menurutnya, telah memperkuat fondasi hukum melalui pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, integrasi keamanan siber dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029, serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 dan penyusunan Peta Jalan Perlindungan Anak di Lingkungan Online 2025–2029.

Sebagai bagian dari penguatan SHECURE SHIELD, ITSEC Asia mengintegrasikan solusi keamanan digital bernama IntelliBroń Aman.

Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi potensi ancaman sejak dini, termasuk tautan berbahaya, aplikasi berisiko, aktivitas mencurigakan, hingga indikasi penipuan digital.

Sistem memberikan notifikasi yang mudah dipahami agar pengguna dapat mengambil keputusan secara sadar terhadap risiko yang dihadapi.

ITSEC Asia menyebut IntelliBroń Aman memanfaatkan analisis ancaman dan kecerdasan buatan untuk menghadirkan perlindungan berlapis tanpa mengumpulkan atau mengeksploitasi data pribadi pengguna.

Model ini selaras dengan prinsip utama SHECURE Digital yang menempatkan keselamatan dan martabat pengguna sebagai prioritas.

Melalui kolaborasi antara sektor swasta, lembaga pembangunan internasional, dan pemerintah, SHECURE Digital diharapkan memperkuat sinergi nasional dalam menangani kekerasan berbasis gender di ruang digital.

Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung agenda transformasi digital Indonesia yang aman dan berkelanjutan, dengan memastikan perempuan dan anak dapat berpartisipasi secara setara dan terlindungi dalam ekosistem digital nasional.

Baca Juga:Infinix Gandeng ITSEC Asia, Jadi Smartphone Android Paling Aman Dari Phishing

Peluncuran in jugai turut dihadiri Menteri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA), Arifah Choiri Fauzi, sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat ekosistem digital yang aman, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan hak.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU