Tuesday, 10 February 2026
Selular.ID -

Induk Google Terbitkan Surat Utang Tenor 100 Tahun Demi Modal AI

BACA JUGA

Selular.ID – Alphabet Inc., perusahaan induk dari mesin pencarian raksasa di internet, Google, akan menjual surat utang dengan jangka waktu 100 tahun demi membiayai rencana belanja modal jumbo perusahaan di tengah booming kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Dalam aksinya, Alphabet menarik pesanan lebih dari US$100 miliar.

Penjualan obligasi Alphabet dalam dolar AS, pound sterling, dan franc Swiss ini terjadi setelah Oracle juga memilih aksi penggalangan dana melalui surat utang serupa, menurut seorang investor yang mengetahui hal tersebut, dilaporkan WSJ, dikutip Selasa (10/2/2026).

Aksi obligasi menandai kali pertama perusahaan teknologi mencoba penawaran semacam itu sejak demam dotcom pada akhir 1990-an, dengan nilai yang terkumpul US$20 miliar (setara Rp336 triliun).

Penawaran surat utang juga terungkap lewat data International Financing Review (IFR), dan terbagi menjadi 7 seri tanpa jaminan, menurut laporan Financial Times, seperti dilaporkan Reuters.

Ambisi banyak perusahaan teknologi asal Amerika Serikat dalam investasi AI makin tampak meski pada bagian lain memicu kecemasan di pasar.

Pasalnya banyak dana dibutuhkan dan bersumber dari penerbitan surat utang.

Meta Platforms Inc. dan Amazon.com Inc. jadi salah dua raksasa teknologi AS yang juga berencana meningkatkan belanja modal AI.

Dalam persaingan, perusahaan semakin intensif mencari pendanaan.

Hal yang memicu aksi mengelola belanja modal yang anomali, kata Andrew Dassori, Kepala Investasi di Wavelength Capital Management LLC.

Baca juga:

“Hal ini adalah transisi besar, dan sangat kritis ketika mempertimbangkan potensi risiko dan imbal hasil untuk obligasi korporasi di AS,” jelas Dassori mengutip dari Bloomberg News.

Demi pertaruhan di sektor AI Alphabet sebelumnya telah melaporkan rencana penggelontoran belanja modal US$185 miliar di 2026, menjadi yang terbesar dalam tiga tahun terakhir.

Induk Google menekankan bahwa ambisi belanja jor-joran tersebut sejalan dengan target meningkatkan pendapatan.

Pasalnya, AI mendorong lebih banyak pencarian online.

JPMorgan Chase & Co., Goldman Sachs Group Inc., dan Bank of America Corp., menjadi mitra yang melaksanakan penjualan obligasi dolar AS.

Belanja modal untuk kecerdasan buatan, infrastruktur cloud, dan pusat data diperkirakan akan mencapai US$3 triliun secara total pada tahun 2029, menurut perkiraan Bloomberg Intelligence.

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU