Selular.ID – PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/ISAT) menancap gas memperluas jaringan 5G di Indonesia dengan meningkatkan jumlah base transceiver station (BTS) 5G hingga 6.872 unit sepanjang 2025.
Ekspansi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan memperkuat fondasi jaringan digital nasional sekaligus menjawab lonjakan kebutuhan layanan data berkecepatan tinggi di berbagai wilayah.
Lonjakan jumlah BTS 5G tersebut menunjukkan akselerasi signifikan dibandingkan tahun-tahun awal komersialisasi 5G di Indonesia.
Indosat menempatkan penguatan jaringan sebagai prioritas utama, seiring meningkatnya konsumsi data, pertumbuhan ekosistem digital, serta adopsi perangkat yang sudah mendukung teknologi generasi kelima.
Manajemen Indosat menegaskan bahwa investasi jaringan ini tidak semata mengejar cakupan, tetapi juga kualitas layanan.
Merujuk data Investor Memo ISAT, Selasa (10/2/2026), perluasan infrastruktur ini dilakukan untuk mengakomodasi pertumbuhan trafik data dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna.
“Perusahaan memperluas infrastruktur jaringan dengan meningkatkan jumlah BTS 4G menjadi 214.000,” tulis manajemen Indosat.
Perluasan BTS 5G juga difokuskan pada wilayah dengan permintaan tinggi, pusat aktivitas ekonomi, serta area strategis yang menjadi motor pertumbuhan digital nasional.
Akselerasi Jaringan 5G Jadi Pilar Strategi Indosat
Ekspansi BTS 5G menjadi bagian dari transformasi Indosat pascamerger, yang menempatkan jaringan berkapasitas tinggi sebagai tulang punggung layanan digital.
Seiring meningkatnya penetrasi smartphone 5G di Indonesia, kebutuhan akan jaringan yang stabil dan berlatensi rendah semakin mendesak.
Indosat memandang 5G bukan sekadar peningkatan kecepatan, tetapi enabler bagi berbagai use case baru, mulai dari layanan hiburan berbasis streaming, gim daring, hingga solusi industri dan enterprise.
Karena itu, perusahaan terus mengoptimalkan spektrum dan infrastruktur agar pengalaman pengguna tetap konsisten di tengah lonjakan trafik.
Dalam pengembangannya, Indosat mengombinasikan pembangunan BTS baru dengan optimalisasi jaringan eksisting.
Pendekatan ini memungkinkan percepatan rollout tanpa mengorbankan efisiensi investasi, sekaligus menjaga kualitas layanan di jaringan 4G yang masih menjadi tulang punggung mayoritas pelanggan.
Baca juga:
- Indosat Bukukan Laba Bersih Rp5,5 Triliun di Q4 2025
- Indosat Klaim Blokir 2 Miliar Spam dan Scam dalam Enam Bulan
Fokus Wilayah dan Kebutuhan Trafik Data
Sebaran BTS 5G Indosat pada 2025 masih terkonsentrasi di wilayah dengan tingkat konsumsi data tinggi, terutama kota-kota besar dan kawasan penyangga ekonomi.
Langkah ini sejalan dengan pola adopsi teknologi 5G yang umumnya dimulai dari area urban sebelum diperluas ke wilayah lain.
Namun, Indosat juga mulai memperluas jangkauan ke kota lapis kedua, seiring pertumbuhan pengguna digital di luar metropolitan utama.
Strategi ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan kualitas jaringan sekaligus membuka peluang ekonomi digital yang lebih merata.
Peningkatan jumlah BTS 5G juga menjadi respons atas perubahan perilaku pengguna.
Layanan berbasis video, cloud, dan aplikasi real-time kini mendominasi trafik data, menuntut jaringan dengan kapasitas besar dan latensi rendah yang lebih konsisten dibanding generasi sebelumnya.
Investasi Jaringan dan Efisiensi Infrastruktur
Di balik pertumbuhan BTS 5G, Indosat tetap menaruh perhatian pada efisiensi belanja modal.
Perusahaan mengadopsi pendekatan network modernization, termasuk penggunaan teknologi radio terbaru dan optimalisasi energi untuk menekan biaya operasional jangka panjang.
Modernisasi ini tidak hanya berdampak pada performa jaringan, tetapi juga pada keberlanjutan.
Indosat secara bertahap mengintegrasikan solusi ramah lingkungan dalam pembangunan BTS, sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
Dengan infrastruktur yang lebih efisien dan modern, Indosat menargetkan peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh, baik untuk pelanggan ritel maupun segmen korporasi yang membutuhkan konektivitas andal.
Peran 5G dalam Ekosistem Digital Nasional
Pertumbuhan BTS 5G Indosat mencerminkan peran operator seluler dalam mendukung agenda transformasi digital Indonesia.
Teknologi 5G dipandang sebagai fondasi bagi pengembangan smart city, Internet of Things (IoT), hingga digitalisasi industri.
Bagi sektor bisnis, kehadiran jaringan 5G membuka peluang penerapan otomasi, analitik real-time, dan layanan berbasis cloud yang lebih stabil.
Sementara bagi konsumen, 5G menghadirkan pengalaman internet yang lebih responsif, terutama untuk aplikasi hiburan dan komunikasi visual.
Indosat melihat momentum ini sebagai kesempatan memperkuat posisinya di pasar, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital nasional yang semakin kompetitif di tingkat regional.
Tantangan Adopsi dan Ekosistem Perangkat
Meski jumlah BTS 5G meningkat pesat, adopsi layanan 5G masih dipengaruhi oleh ketersediaan perangkat dan kesiapan ekosistem.
Indosat menyadari bahwa perluasan jaringan harus berjalan beriringan dengan penetrasi smartphone 5G yang semakin terjangkau.
Seiring semakin banyaknya perangkat 5G di segmen menengah, perusahaan optimistis pemanfaatan jaringan 5G akan tumbuh lebih cepat dalam beberapa tahun ke depan.
Edukasi pasar dan paket layanan yang relevan juga menjadi faktor penting untuk mendorong adopsi.
Indosat terus menyesuaikan strategi komersialnya agar investasi jaringan dapat memberikan nilai tambah nyata bagi pelanggan, tanpa membebani biaya akses.
Persaingan Operator
Lonjakan BTS 5G hingga 6.872 unit menempatkan Indosat sebagai salah satu operator dengan ekspansi 5G paling agresif di Indonesia.
Langkah ini memperketat persaingan di industri telekomunikasi, terutama dalam perebutan pelanggan digital-savvy yang mengutamakan kualitas jaringan.
Persaingan tersebut pada akhirnya berpotensi mendorong peningkatan kualitas layanan secara keseluruhan.
Operator berlomba menghadirkan jaringan lebih luas, stabil, dan efisien, yang berdampak positif bagi ekosistem digital nasional.
Bagi Indosat, ekspansi ini menjadi fondasi penting untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang di tengah dinamika industri yang semakin kompetitif.




