Selular.ID – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) menggelar Indonesia AI Day for Supply Chain di Jakarta pada 11 Februari 2026. Forum ini mempertemukan pemangku kepentingan di sektor transportasi, distribusi, dan logistik untuk membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam menjawab tantangan rantai pasok yang semakin kompleks di era digital.
Indosat menempatkan agenda ini sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong transformasi industri melalui teknologi berbasis AI dan Internet of Things (IoT). Fokus utamanya adalah efisiensi biaya, peningkatan visibilitas operasional, serta pengambilan keputusan yang lebih cepat berbasis data.
Indosat menilai kebutuhan ini semakin relevan seiring meningkatnya volume perdagangan dan ekspektasi konsumen terhadap pengiriman yang lebih cepat. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, hingga tahun 2024 terdapat sekitar 16.080 perusahaan pergudangan dan ekspedisi kurir yang beroperasi di Indonesia. Skala industri tersebut menuntut sistem operasional yang lebih terintegrasi dan adaptif.
Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan bahwa proses supply chain saat ini tidak lagi bisa mengandalkan metode manual. Menurutnya, pelaku industri membutuhkan informasi yang cepat, mudah dipahami, dan dapat diakses secara real-time.
“Supply chain saat ini tidak lagi bisa mengandalkan proses manual. Aktivitas logistik semakin kompleks, menuntut informasi yang cepat serta mudah dipahami. Pelaku industri juga perlu melihat pergerakan barang dan armada secara real-time agar operasional dapat berjalan lebih rapi sehingga keputusan bisa diambil tepat waktu,” kata Muhammad Buldansyah dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, Indosat mendorong pemanfaatan teknologi berbasis AI agar proses operasional di sektor supply chain dapat saling terhubung dan membantu perusahaan mengelola aktivitas bisnis secara lebih terukur.
Memasuki bagian implementasi, Indosat menampilkan portofolio berisi 27 solusi supply chain berbasis AI yang dikelompokkan ke dalam enam area utama. Keenam area tersebut meliputi Always-On Supply Chain Operations, Real-Time Operational Command, Unified Digital Experience, Sustainable Revenue Expansion, Secure & Trusted Critical Infrastructure, serta Predictive & Intelligent Decision Making.
Solusi yang ditawarkan mencakup berbagai use case yang umum dibutuhkan industri logistik modern, mulai dari konektivitas jaringan privat, telemetri IoT, manajemen armada, dan video analytics berbasis AI, hingga AI chatbot, platform omnichannel, layanan keamanan siber, advanced analytics, serta dashboard decision intelligence untuk level eksekutif.
Indosat juga menyoroti potensi dampak AI terhadap kinerja bisnis supply chain berdasarkan tolok ukur industri global. Dalam paparan perusahaan, adopsi digital dan AI di sektor ini disebut dapat mendorong peningkatan pendapatan sebesar 15–30% melalui peningkatan engagement pelanggan dan strategi harga yang lebih presisi.
Selain itu, AI juga diklaim mampu meningkatkan efisiensi operasional sebesar 30–40%, menurunkan risiko pencurian dan fraud hingga 50%, serta mempercepat waktu respons layanan pelanggan sebesar 40–50%.
Di area operasional armada, Indosat menekankan pentingnya penerapan predictive maintenance, yakni pendekatan perawatan kendaraan berbasis analisis data dan prediksi kerusakan sebelum terjadi gangguan. Indosat menyebut metode ini dapat menurunkan unplanned downtime hingga 50% sekaligus memperpanjang usia kendaraan.
Sementara di sisi pergudangan, otomatisasi berbasis IoT dan AI disebut mampu mempercepat proses fulfillment atau pemenuhan pesanan, menekan biaya operasional, dan mengurangi potensi keterlambatan pengiriman.
Untuk sektor transportasi, Indosat memperkenalkan beberapa solusi seperti Fleet Management, Fleet Vision, Vision AI, dan IoT Telemetry. Solusi tersebut dirancang untuk mendukung pemantauan pergerakan kendaraan, pemanfaatan aset, kinerja operasional, hingga aspek keselamatan secara real-time.
Di sektor distribusi dan logistik, Indosat menampilkan Cold Chain Monitoring dan Asset Tracking. Keduanya diarahkan untuk menjaga kualitas produk, terutama barang sensitif seperti makanan segar dan farmasi, melalui pemantauan lokasi serta kondisi barang secara langsung berbasis sensor IoT.
Pada level fasilitas operasional, Indosat menawarkan pendekatan seperti Smart Facility, Energy Management, Connected AGV (kendaraan otomatis untuk kebutuhan gudang), serta Unified Command Center. Solusi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi energi, mempercepat alur kerja gudang, sekaligus memperkuat keandalan operasional dari hulu ke hilir.
Seluruh kapabilitas tersebut juga dilengkapi dengan platform pengalaman pelanggan berbasis AI, layanan keamanan siber, serta advanced analytics yang mendukung perusahaan dalam menganalisis pola operasional dan membuat keputusan strategis.

Melalui Indonesia AI Day for Supply Chain, Indosat menegaskan posisinya sebagai penyedia solusi digital yang tidak hanya menawarkan konektivitas, tetapi juga teknologi AI dan IoT yang dapat langsung diterapkan di sektor industri. Indosat menyatakan inisiatif ini sejalan dengan tujuan perusahaan untuk memberdayakan Indonesia melalui percepatan transformasi digital.
Indosat juga menilai pemanfaatan AI dalam supply chain berpotensi memperkuat fondasi ekosistem logistik nasional yang lebih tangguh, terhubung, serta siap menghadapi tuntutan ekonomi digital yang bergerak semakin cepat.
Baca Juga: AI Day Upaya Indosat Dorong Industri Keuangan Transformasi Digital




