Selular.ID – PT iForte Payment Infrastructure (iFortepay), anak usaha PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), menghadirkan layanan acquiring QRIS yang memungkinkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperoleh QRIS tanpa perlu membuka rekening bank baru.
Inisiatif ini diumumkan di Jakarta pada 10 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembayaran digital yang lebih inklusif bagi UMKM.
iFortepay menyatakan layanan tersebut dirancang untuk mengurangi hambatan administratif yang masih sering dihadapi pelaku usaha kecil saat mendaftar sistem pembayaran non-tunai. Perusahaan menilai akses pembayaran digital yang sederhana dan terintegrasi menjadi kebutuhan penting, seiring percepatan transformasi ekonomi digital di Indonesia.
CEO iFortepay Valerino Wijaya mengatakan pendekatan ini bertujuan mempermudah UMKM mengadopsi pembayaran digital tanpa proses yang rumit. “Inisiatif ini membuka akses pembayaran digital yang lebih inklusif, memudahkan transaksi, dan mempercepat adopsi ekonomi digital di kalangan UMKM,” ujar Valerino.
Ia menambahkan bahwa masih banyak pelaku usaha kecil yang terkendala syarat administratif, sehingga iFortepay hadir untuk menyederhanakan proses agar UMKM dapat berkembang lebih berkelanjutan.
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 2025, Indonesia memiliki lebih dari 64 juta unit UMKM yang berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Besarnya peran UMKM tersebut menjadikan akses ke sistem pembayaran digital sebagai salah satu faktor yang berpengaruh terhadap efisiensi transaksi, pengelolaan usaha, hingga daya saing bisnis.
Namun, meskipun pemerintah terus mendorong inklusi keuangan digital, tantangan di lapangan masih terlihat. Banyak UMKM menghadapi kendala berupa proses pendaftaran yang dianggap kompleks serta persyaratan yang tidak selalu mudah dipenuhi. Kondisi ini membuat sebagian pelaku usaha belum sepenuhnya memanfaatkan metode pembayaran nontunai, padahal tren konsumen terus bergeser ke transaksi digital.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, iFortepay menyederhanakan pembuatan QRIS dengan persyaratan yang disebut lebih praktis, yakni hanya membutuhkan KTP, foto selfie dengan KTP, serta informasi dasar terkait usaha. Setelah terdaftar, merchant dapat mengelola transaksi secara real-time melalui platform iFortepay.
Melalui layanan acquiring ini, pelaku usaha juga dapat memilih penggunaan QRIS statis maupun QRIS dinamis. QRIS statis umumnya digunakan dengan satu kode QR yang sama untuk semua transaksi, sedangkan QRIS dinamis menghasilkan kode QR berbeda untuk setiap transaksi sehingga lebih cocok untuk kebutuhan pembayaran dengan nominal yang berubah-ubah.
Selain itu, iFortepay menyertakan fitur pemantauan status transaksi, mulai dari transaksi dibuat, masuk, hingga pending, yang dapat dilihat langsung melalui aplikasi. Merchant juga dapat mengunduh laporan keuangan sebagai bagian dari dukungan pengelolaan administrasi usaha.
“UMKM membutuhkan solusi pembayaran yang tidak rumit, transparan, dan terjangkau. iFortepay hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut, agar pelaku usaha lokal bisa fokus mengembangkan bisnisnya tanpa terbebani proses teknis yang kompleks,” kata Valerino.
Dalam pemaparan perusahaan, segmen UMKM saat ini disebut menjadi kontributor terbesar bagi transaksi iFortepay, dengan volume mencapai 1,2 juta transaksi per bulan. Sepanjang 2025, iFortepay mencatat total sekitar 20 juta transaksi.
Perusahaan menargetkan pertumbuhan transaksi hingga lima kali lipat pada 2026, seiring peningkatan adopsi merchant dan meningkatnya preferensi masyarakat terhadap pembayaran digital.

iFortepay juga menekankan posisinya sebagai penyedia infrastruktur pembayaran yang telah beroperasi sejak 2015. Sistem yang dikembangkan mengusung konsep single point of contact, yaitu integrasi berbagai metode pembayaran dalam satu sistem terpusat. Perusahaan menyebut telah mengintegrasikan lebih dari 20 metode pembayaran, termasuk kartu kredit, direct debit, virtual account, e-wallet, hingga QRIS.
Dengan dukungan tersebut, merchant dapat menerima pembayaran dari berbagai platform populer seperti OVO, DANA, dan LinkAja, serta aplikasi mobile banking yang mendukung QRIS di Indonesia.
Selain melayani UMKM, iFortepay juga berperan sebagai penyedia infrastruktur pembayaran untuk sejumlah perusahaan, termasuk XLSMART, Blibli, BCA Finance, tiket.com, dan BIMC Hospital. Keberadaan iFortepay dalam ekosistem ini menempatkan perusahaan sebagai salah satu penyedia layanan yang mendukung transaksi digital lintas sektor.
Valerino menyebut perusahaan juga ingin memperluas jangkauan layanan dengan memanfaatkan infrastruktur dan jaringan milik Protelindo.
“Dengan infrastruktur dan jaringan Protelindo dan Djarum yang tersebar luas, kami berharap bisa menjangkau lebih banyak UMKM, termasuk di daerah yang belum terlayani optimal,” ujarnya.
Melalui langkah ini, iFortepay menargetkan perluasan adopsi QRIS di kalangan UMKM sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran digital yang terintegrasi. Perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk bekerja bersama regulator, pelaku industri, dan komunitas UMKM guna mendukung inklusi keuangan digital di Indonesia.
Baca Juga: Migrasi ke Cloud dengan Cloudera dan AWS, iForte Kini Makin Getol Berinovasi




